Kepala BNPT: Belum Ada Bukti WNI Terlibat Teror Bom Filipina

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius mengatakan, otoritas Filipina terlalu dini menyebut pelaku teror bom di Gereja Katolik Pulau Jolo, Filipina, adalah warga negara Indonesia.

Menurutnya, hingga kini belum ada bukti konkret yang menguatkan ada WNI yang terlibat dalam aksi tersebut.

“Kami cek sana. Terlalu dini. Buktinya sekarang enggak ada kelanjutan lagi, mana buktinya?” ujar Suhardi di Auditorium Lemhanas, Jakarta Pusat, Kamis (14/02/2019).

Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano menyatakan pasangan suami istri WNI sebagai pelaku ledakan dua bom di Gereja Jolo, Provinsi Sulu, Filipina 27 Januari lalu.

“Bukan (WNI), bukan. Dari mana buktinya? Tidak bisa dibuktikan darimana sumbernya,” kata Suhardi menanggapi hal itu.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono mengatakan, proses identifikasi pelaku membutuhkan waktu lama mengingat tubuh pelaku yang tidak utuh.

“Kami sudah confirm tadi, jadi masih tetap yang pertama proses pemeriksaan laboratorium forensik di Filipina untuk tes DNA,” kata Syahar di Mabes Polri, Rabu (13/02/2019).

Syahar mengatakan, Polri dan pihak terkait berkoordinasi dengan otoritas Filipina. Tim yang berada di Filipina bekerja sama dengan penyidik setempat untuk mendalami kasus, termasuk keterangan para saksi.

“Tim Indonesia yang di sana terus mendalami, bekerja sama, berkoordinasi dengan penyidik yang di sana, untuk mendalami semua informasi dari pemeriksaan saksi,” ujar dia.

BACA JUGA  HNW Usul Penembakan Laskar Dibawa ke Pengadilan HAM

Perwakilan Indonesia di Filipina, kata Syahar, juga siap membantu jika membutuhkan bukti, seperti sampel DNA.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat