... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Abu Janda Urung Ditangkap, Pengacara Asma Dewi: Lolos Terus

Foto: Asma Dewi, ibu rumah tangga dan seorang pengguna media sosial ditangkap karena kasus hate speech dan dugaan keterlibatannya dengan Saracen

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengacara Asma Dewi, ibu rumah tangga yang ditangkap atas tuduhan terlibat Saracen dan tak terbukti di pengadilan, turut mengomentari penutupan akun Abu Janda. Facebook menyatakan penutupan akun milik Permadi Arya tersebut dilakukan dengan alasan terkait dengan Saracen.

Pengacara Asma Dewi, Nurhayati Noor mengungkapkan seharusnya Abu Janda sudah ditangkap oleh kepolisian jauh-jauh hari sebelum Facebook menutup akun tersebut. Menurutnya, akun milik Permadi Arya itu telah berulang kali dilaporkan karena menyebarkan ujaran kebencian atau hate speech.

“Seharusnya sudah ditangkap, karena sudah banyak laporan tentang dia. Tapi ternyata lolos-lolos terus,” ujar Nurhayati melalui sambungan telepon, Jumat (15/02/2019).

Nurhayati mengungkapkan saat mendampingi kliennya, fakta-fakta yang terungkap ke persidangan tak pernah mengarah ke Abu janda. Seperti dikertahui, Asma Dewi disebut-sebut sebagai bendahara Saracen dan mengirimkan sejumlah uang terkait kelompok yang dituding sebagai penyebar hoaks dan ujaran kebencian. Namun, di pengadilan semua tuduhan tersebut tak pernah terbukti.

“Apakah dia (Abu Janda) terlibat Saracen atau seperti apa, saya tidak tau. Karena di dalam persidangan Dewi tidak ada sedikit pun yang mengarah ke sana,” ujarnya.

Nurhayati secara tegas meminta kepolisian bertindak adil dan menegakkan hukum secara imbang, baik terhadap oposisi maupun pendukung petahana. Menurutnya, jika sikap adil itu ada maka Abu Janda semestinya sudah ditangkap.

BACA JUGA  Hari Kedua, Panitia Pindahkan Acara Muslim United ke Masjid Jogokariyan

“Seharusnya ditegakkan hukum yang sama, Abu Janda kan facebooker, tulisannya mengarah ke ujaran kebencian, dan ketika ada laporan, tidak ada tindakan atau tidak ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dia lantas membandingkan penindakan polisi terhadap kliennya yang dianggap melakukan ujaran karena menyebut “rezim koplak” melalui sosial media. Sementara, menurut Nurhayati, perbuatan Abu Janda lebih parah. Pasalnya, akun itu telah dilaporkan salah satunya atas dugaan penistaan agama.

“Tidak ada perlakuan hukum yang sama, konten yang dibuatnya (Abu Janda) itu mengarah ke hatespeech, menghina agama atau lainnya, tidak patut dipublikasikan, harusnya kena UU ITE,” tandas Nurhayati.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Pakar Hukum: Istilah “Kejahatan Seksual” Lebih Tepat untuk RUU P-KS

KIBLAT.NET, Jakarta – Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) menjadi sorotan banyak pihak karena...

Jum'at, 15/02/2019 19:00 0

Eropa

Pakar Jerman Peringatkan Bahaya Smartphone bagi Anak

"Anak-anak berumur sembilan tahun sudah melihat gambar-gambar dan membagikan video porno dari rekan-rekan mereka," kata Julia von Weiler.

Jum'at, 15/02/2019 16:12 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Jujur dalam Keimanan – Ust Muhaimin Adi Nur Rahman

KIBLAT.NET- Jika kita jujur kepada Allah, maka Allah akan menolong kita. Itulah hadits yang pernah...

Jum'at, 15/02/2019 15:32 0

Artikel

[On This Day] 15 Februari 1948, Pembantaian Penduduk Sa’sa’ Palestina Oleh Kelompok Zionis Radikal

Kini Sa’sa’ hanya tinggal cerita, menjadi abadi dalam kenangan, yang tersisa hanyalah puing reruntuhan, pepohonan, serta masjid yang dikonversi menjadi museum oleh Israel.

Jum'at, 15/02/2019 15:06 0

Rusia

Turki, Rusia dan Iran Bahas Penarikan Pasukan AS dan Nasib Idlib

Presiden Rusia Vladimir Putin, salah satu sekutu terdekat rezim Suriah, menjadi tuan rumah KTT yang digelar di resor Laut Hitam Sochi Kamis (14/02/2019).

Jum'at, 15/02/2019 14:38 0

Yaman

Krisis Kemanusiaan di Yaman Masih Menjadi yang Terburuk di Dunia

14,3 juta orang sangat memerlukan bantuan. Di mana sekitar 3,2 juta yang membutuhkan perawatan karena kekurangan gizi akut; termasuk dua juta anak balita, dan lebih dari satu juta wanita hamil dan menyusui.

Jum'at, 15/02/2019 13:32 0

Philipina

Inilah Wilayah Otonomi Bangsamoro Menurut Hasil Resmi KPU Filipina

Di Mindanao, Filipina Selatan, telah terbentuk entitas baru Pemerintah Otonomi Bangsamoro atau BARMM (Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao).

Jum'at, 15/02/2019 10:25 0

Iran

Jaisyul Adl: Penargetan Bus Garda Revolusi Direncanakan Sejak Enam Bulan

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (14/02), putra-putra Balochistan sukses menargetkan bus perwira Pengawal Revolusi di poros Khash-Zahedan di perbatasan dengan Chan Ali pada 14 Februari.

Jum'at, 15/02/2019 08:44 0

Asia

37 Tentara India Tewas Dalam Serangan Bom di Kashmir

Media lokal menyebut Jaisyul Muhammad, kelompok perlawanan Islam di Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Jum'at, 15/02/2019 07:54 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Beribadah Demi Mendapatkan Materi

Khutbah Jumat: Beribadah Demi Mendapatkan Materi

Jum'at, 15/02/2019 05:45 0

Close