... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

37 Tentara India Tewas Dalam Serangan Bom di Kashmir

Foto: Bus polisi India hancur setelah dihantam bom di Kashmir/AFP

KIBLAT.NET, Srinagar – Setidaknya 37 tentara tewas dalam serangan bom mobil terhadap pasukan keamanan India di Kashmir, India, pada Rabu (14/02). Ini merupakan serangan paling mematikan yang dialami tentara India sejak 2002 di bagian wilayah Kashmir jajahannya itu.

Ledakan itu menargetkan konvoi 78 bus yang mengangkut sekitar 2.500 petugas polisi di jalan raya sekitar 20 kilometer dari kota Srinagar. Ledakan sangat besar sehingga terdengar dari radius 12 kilometer.

Ini merupakan serangan terbesar kedua dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Pada Sember 2016, sedikitnya 19 tentara India tewas dalam serangan ke kamp militer di wilayah yang disengketakan itu.

Masih terjadi simpang siur mengenai jumlah pasti korban tewas. Polisi mengatakan serangan itu menewaskan 37 tentara. Media India, Press Trust of India, melaporkan bahwa serangan itu menewaskan sedikitnya 39 orang, sementara media lain melaporkan bahwa jumlah korban melebihi 40 orang.

“Dilihat dari kondisi kendaraan yang rusak, jumlah korban kemungkinan bisa bertambah,” kata seorang pejabat senior kepolisian kepada AFP tanpa menyebut nama.

Media lokal menyebut Jaish-e-Mohammed, kelompok perlawanan Islam di Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Seorang juru bicara kelompok itu mengatakan, seperti dinukil media lokal, bahwa serangan ini dilakukan oleh pejuang Adil Ahmad dengan “bom Syahid”. Adil Ahmad merupakan pejuang perlawanan anti penjajahan India yang dikenal di Kahsmir.

BACA JUGA  Dibatasi, Warga Kashmir Harus Mengantre untuk Bertelepon

Segera setelah serangan itu, ratusan pasukan pemerintah mengepung sekitar 15 desa di daerah asal Adil Ahmad. Polisi melakukan penggerebekan brutal ke rumah-rumah warga.

Menurut laporan keamanan, sekitar 350 kg bahan peledak digunakan dalam serangan itu.

Foto-foto, yang sumbernya tidak dikonfirmasi, menunjukkan kerangka tujuh kendaraan yang hancur tersebar di sepanjang jalan raya dekat bus militer biru.

The Press Trust of India melaporkan bahwa banyak mayat telah benar-benar hancur berantakan.

Washington dengan cepat mengutuk serangan ini. AS menyebut ini “tindakan keterlaluan” dan meminta semua negara untuk “menolak perlindungan dan dukungan teroris.”

“Amerika Serikat bertekad untuk bekerja sama dengan pemerintah India untuk memerangi terorisme dalam segala bentuknya,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Robert Paladino dalam sebuah pernyataan.

New Delhi menempatkan 500.000 tentara di bagian wilayah Kashmir, yang dikuasainya sejak akhir pemerintahan kolonial Inggris pada tahun 1947. Kashmir terbagi dua wilayah, di bawah kendali Pakistan dan India.

Warga Kashmir yang mayoritas muslim menolak bergabung ke India. Sehingga meletuslah perlawanan besenjata pada 1989. Ketegangan itu berlangsung hingga sekarang.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

TKN Akui Posisi Jokowi Lebih Sulit Saat Debat Kedua Nanti

Status Jokowi sebagai petahana membuat posisinya menjadi lebih sulit ketimbang sang penantang.

Jum'at, 15/02/2019 07:29 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Beribadah Demi Mendapatkan Materi

Khutbah Jumat: Beribadah Demi Mendapatkan Materi

Jum'at, 15/02/2019 05:45 0

Manhaj

Strategi Politik Firaun

Sama halnya dengan Nabi Musa, Firaun juga menjadi nama yang cukup popular dalam Al-Quran. Bahkan mengalahkan nama Nabi Muhammad SAW. Firaun disebut sebanyak 74 kali dalam al-Quran.

Kamis, 14/02/2019 19:18 1

Indonesia

[Wawancara] Pakar Hukum Pidana: RUU P-KS Rentan Kriminalisasi

melalui RUU P-KS rentan terjadi kriminalisasi

Kamis, 14/02/2019 18:36 0

Indonesia

RUU P-KS Minim Sosialisasi, PAHAM Curiga Ada Agenda Terselubung

"Kalau bahasa kami di dunia aktivis, ini disebut gerakan senyap. Mereka membawa misi besar yang jangan sampai dikonsumsi oleh publik," terang Hilmi.

Kamis, 14/02/2019 18:08 0

Indonesia

Imam Istiqlal: Hati-hati Doktrin Agama dalam Hari Valentine!

"Kalau ada unsur asing, infiltrasi yang bisa merusak moral anak muda kita, ya patut berhati-hati," ujarnya ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (14/02/2019).

Kamis, 14/02/2019 17:24 1

Indonesia

Kenapa RUU P-KS Harus Ditolak? Ini Alasannya Menurut MUI

Alasan penolakan pertama, kata dia, karena RUU P-KS telah menimbulkan stigma buruk bagi yang menolak dan mengkritisinya.

Kamis, 14/02/2019 17:11 0

Suara Pembaca

Sarkoma Kaposi, Monster Mematikan yang Menghantui Pelaku LGBT

LGBT bukan hanya persoalan tentang menyalahi aturan dan bertentangan dengan norma, namun perilaku LGBT juga berbahaya bagi kesehatan.

Kamis, 14/02/2019 16:10 1

Indonesia

Jelang Debat Capres Kedua, Jubir BPN Beberkan Kelemahan Petahana

BPN juga tidak mempermasalahkan begaimana teknis pelaksanaan debat nanti.

Kamis, 14/02/2019 15:10 1

Video Kajian

Ust. Zamroni: Hari Valentine dan Fitnah Akhir Zaman

KIBLAT.NET- Bagaimana agar kita terjauhkan dari berbagai fitnah akhir zaman ini, termasuk hari Valentine yang...

Kamis, 14/02/2019 14:50 0

Close