... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Minta Putra Haqqani Dibebaskan Sebelum Perundingan Berlanjut

Foto: Jalaluddin Haqqani

KIBLAT.NET, Kabul – Para pemimpin Taliban Afghanistan menyerukan pembebasan segera Anas Haqqani agar bisa ikut ambil bagian dalam pembicaraan damai.

Anas adalah putra dari Jalaluddin Haqqani, seroang komandan terkemuka jaringan perlawanan Haqqani di balik berbagai serangan terhadap pasukan AS dan Afghanistan. Namanya muncul dalam daftar nama-nama perwakilan Taliban untuk menghadiri putaran negosiasi berikutnya dengan para diplomat AS yang bertujuan mengakhiri konflik di Afghanistan.

Taliban telah menunjuk 14 delegasi, dipimpin oleh Sher Abbas Stanekzai, untuk bergabung dalam pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung 25 Februari di Doha.

Anas ditangkap selama kunjungan ke luar negeri dan telah ditahan di balik jeruji besi sejak 2014, tetapi perannya dalam jaringan tidak jelas.

“Anas harus dibebaskan karena dia adalah seorang mahasiswa dan ditangkap oleh orang Amerika selama perjalanan ke Yordania. Dia tidak melakukan kejahatan apa pun. Dia adalah anggota tim perunding dan Amerika harus membebaskannya,” kata juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Haroon Chakhansuri, juru bicara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, membenarkan bahwa Anas ditahan oleh Kabul, tetapi pemerintah tidak memiliki rencana segera untuk membebaskannya. “Anas Haqqani berada di penjara dan tidak ada keputusan yang diambil tentang kebebasannya,” kata Chakhansuri.

Mujahid mengatakan AS belum mengumumkan nama-nama negosiatornya tetapi menambahkan bahwa kedua belah pihak berhubungan satu sama lain.

Tim Taliban yang dinamai untuk perundingan Doha terdiri dari kepala perunding Stanekzai, Maulvi Zia-ur-Rehman Madni, Maulvi Abdul Salam Hanfi, Sheikh Shahabuddin Dilawar, Mullah Abdul Latif Mansoor, Mullah Abdul Manan Umari, Maulvi Amir Khan Mutaqi, Mullah Muhammad Fazil Mazloom , Mullah Khairullah Khairkhwa, Maulvi Mati-ul-Haq, Mullah Muhammad Anas Haqqani, Mullah Noorullah Noori, Maulvi Muhammad Nabi Umari dan Maulvi Abdul Haq Wasiq.

BACA JUGA  Pemimpin Taliban Instruksikan Gencatan Senjata Salama Idul Adha

Ghani, yang pemerintahannya sampai sekarang telah dikesampingkan dari diskusi perdamaian tentang desakan Taliban, bertujuan untuk mengamankan masa jabatan kedua di pemilihan presiden pada bulan Juli.

Washington ingin agar perundingan damai dengan Taliban berhasil sehingga kelompok itu juga dapat berpartisipasi dalam proses pemilihan pada tahap selanjutnya. Demikian pernyataan dari Utusan khusus AS untuk rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad.

Mujahid mengatakan bahwa masih terlalu dini bagi Taliban untuk mengatakan apakah kelompok itu akan berpartisipasi dalam pemilihan presiden, kecuali jika kesepakatan damai tercapai.

“Aku tidak bisa mengatakan apa-apa saat ini. Kami akan mengambil keputusan begitu pembicaraan membuahkan hasil,” kata juru bicara Taliban itu.

Dia mengatakan setiap jajak pendapat yang diadakan di bawah penjajahan adalah palsu dan tidak menghasilkan apapun.

Fokus putaran pembicaraan AS-Taliban baru-baru ini adalah penarikan pasukan dari negara itu. Para pejabat Taliban berjanji untuk tidak membiarkan tanah Afghanistan digunakan lagi untuk kepentingan AS.

Keberhasilan diskusi terbaru di Doha dipandang sangat penting untuk proses perdamaian, karena akan diikuti pada bulan Maret dengan pertemuan lain yang melibatkan utusan Taliban dan politisi Afghanistan yang berpengaruh, termasuk dua calon presiden.

Pertemuan besar pertama antara politisi Taliban dan Afghanistan adalah minggu lalu di Moskow, di mana kedua pihak sepakat untuk menarik pasukan asing sepenuhnya.

Menurut laporan media, Khalilzad pada hari Minggu memulai putaran baru perjalanan diplomatik yang berlangsung hingga 28 Februari dan melibatkan kunjungan ke negara-negara termasuk Pakistan, Jerman, Qatar, Turki dan Afghanistan, untuk membahas tujuan pemerintahan Trump untuk mencari penyelesaian yang dinegosiasikan ke negara tersebut. perang Afghanistan yang berlangsung lama.

BACA JUGA  Perundingan Kedelapan Taliban-AS Berakhir, Ini yang Dibahas

Khalilzad berharap bahwa perjanjian damai dapat dicapai sebelum pemungutan suara presiden Afghanistan. Namun, dia mengatakan bahwa masih ada jalan panjang sebelum kesepakatan akhir ditandatangani.

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal PSI, Kyai Sahal Gontor: Ngurusin Partai Waras Aja Capek, Apalagi yang Enggak

Tidak berkomentar banyak, Kiai Sahal mengatakan tak perlu ambil pusing soal PSI.

Kamis, 14/02/2019 10:18 0

Indonesia

Ini Alasan PP Persis Tolak RUU P-KS

Persis juga mengusulkan RUU baru dengan judul baru.

Kamis, 14/02/2019 06:48 1

Indonesia

Berikut Kronologi RUU P-KS yang Kini Menjadi Kontroversi

RUU tersebut belum memasuki tahapan pembahasan apalagi ketuk palu.

Kamis, 14/02/2019 06:27 0

Indonesia

Ditanya Kasus Ketum PA 212, Utusan Bawaslu Pamit Undur Diri

Namun saat giliran menjawab, Afif justru pamit. Ia beralasan ada agenda lain yang harus dihadiri. Setelahnya, Afif terlihat masih mengobrol beberapa saat sebelum meninggalkan lokasi.

Rabu, 13/02/2019 19:46 0

Indonesia

DSKS Minta Polisi Independen Tangani Kasus Ketum PA 212

Endro menyinggung dugaan pelanggaran kampanye yang melibatkan ibu Jokowi pada Januari 2019 lalu di Sukoharjo. Menurutnya, proses hukumnya berbeda dengan kasus yang melibatkan Ketua PA 212.

Rabu, 13/02/2019 19:12 0

Indonesia

Tolak Istilah Pesta Demokrasi, Kiai Sahal Gontor: Yang Dipestakan Siapa?

Menurut KH Hasan Abdullah Sahal, Pemilu bukanlah pesta demokrasi tetapi kegiatan amanat kepemimpinan rakyat

Rabu, 13/02/2019 18:16 0

Indonesia

PKS Beberkan Alasan Penolakan Terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Tak serta merta menolak, Fraksi PKS telah mengajukan empat poin perubahan dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual namun tidak terakomodasi

Rabu, 13/02/2019 17:32 0

Indonesia

Dubes Rusia: Istilah “Propaganda Rusia”, Hoaks!

Istilah "propaganda Rusia" yang dilontarkan Jokowi beberapa waktu lalu ternyata tidak berdasar realitas.

Rabu, 13/02/2019 16:22 0

Indonesia

Polisi Minta Ketua PA 212 Tak Bawa Massa Saat Diperiksa

Menurut Syahardiantono, pengerahan massa dapat menjadi pemicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Rabu, 13/02/2019 15:26 0

Indonesia

Akun Komik Gay Alpantuni Akhirnya Diblokir Instagram

Akun tersebut juga dianggap melanggar UU ITE.

Rabu, 13/02/2019 14:56 0

Close