... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kenapa RUU P-KS Harus Ditolak? Ini Alasannya Menurut MUI

Foto: Demo mendukung RUU P-KS

KIBLAT.NET, Jakarta – Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat, Dr. Rida Hesti Ratnasari membeberkan alasan kenapa Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) harus ditolak. Menolak atau mendukung sesuatu, lanjut dia, harus didasari kesadaran dan pemahaman.

Rida mengaku telah mendalami pasal demi pasal dalam RUU P-KS. Alasan penolakan pertama, kata dia, karena RUU P-KS telah menimbulkan stigma buruk bagi yang menolak dan mengkritisinya.

“Seolah-olah kelompok yang menolak, kontra dan mengkritisi RUU ini adalah kelompok yang mendukung kekerasan seksual,” katanya dalam forum Kiblat Review, Jumat pekan lalu.

“(Seakan) jika anda tidak mendukung RUU ini maka anda pro kekerasan. Bahkan dalam sebuah diskusi dikatakan, ‘jangan-jangan mereka yang kontra terhadap RUU ini adalah yang bakal terjerat’. Jadi sudah mulai berburuk sangka terhadap warga negara, itu terjadi,” ujar Rida.

Alasan kedua karena adanya personalism political dalam RUU P-KS. Yaitu adanya keharusan untuk menggunakan pengalaman korban sebagai landasan. Ia menyebut, personalism political merupakan warna khas dan kokoh dalam gerakan feminisme radikal.

Kemudian, alasan selanjutnya karena adanya benturan antara konsep dan solusi yang ditawarkan oleh RUU ini. Ia mencontohkan, jika RUU ini nantinya disahkan, maka akan banyak publikasi ranah privat yang terjadi.

“(Misal) kasusnya antara mbak-mbak dengan seseorang, tapi atas nama perlindungan terhadap korban kekerasan, kasusnya diangkat ke ranah publik. Jadi, ada benturan antara konsep dan solusi yang ditawarkan dengan apa yang diperjuangkan,” kata Rida.

BACA JUGA  Kemendagri Larang Pegawai Gunakan Cadar

Penolakan berikutnya adalah soal kontrol seksual. Rida menuturkan, dalam naskah akademik sangat kental disebutkan soal kedaulatan atas tubuh dan kontrol seksual. Ia menyebut, kontrol seksual justru sama sekali tidak menyelesaikan masalah kerentanan perempuan sebagai korban.

“Dari berbagai kasus, mereka (kaum pendukung) menyimpulkan bahwa perempuan rentan menjadi korban, tetapi solusinya malah diberikan kontrol seksual. Kelompok rentan ini kan harusnya dibimbing bagaimana mengelola tubuhnya, bagaimana memanfaatkan organ seksualnya sesuai konsekuensi penciptaannya sebagai hamba. Bukan malah diberikan senjata kontrol seksual,” tandasnya.

Reporter: Qoid
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Sarkoma Kaposi, Monster Mematikan yang Menghantui Pelaku LGBT

LGBT bukan hanya persoalan tentang menyalahi aturan dan bertentangan dengan norma, namun perilaku LGBT juga berbahaya bagi kesehatan.

Kamis, 14/02/2019 16:10 1

Video Kajian

Ust. Zamroni: Hari Valentine dan Fitnah Akhir Zaman

KIBLAT.NET- Bagaimana agar kita terjauhkan dari berbagai fitnah akhir zaman ini, termasuk hari Valentine yang...

Kamis, 14/02/2019 14:50 0

Video Kajian

Ust. Muhajirin, Lc: Bagaimana Menjaga Shalat dan Shalat Wustha?

KIBLAT.NET – Ust. Muhajirin, Lc: Bagaimana Menjaga Shalat dan Shalat Wustha? Pengajian ibu-ibu bersama Ustadz Muhajirin,...

Kamis, 14/02/2019 13:42 0

Analisis

Sama-sama Dukung Assad, Benarkah Hubungan Rusia-Iran di Suriah Mesra?

Dalam wawancara eksklusif dengan CNN pada 25 Januari, Sergey Ryabkov, wakil menteri luar negeri Rusia, menolak hubungan antara negaranya dan Iran sebagai sebuah aliansi.

Kamis, 14/02/2019 12:17 0

Video News

Drs. H. M Iqbal Ramzi Ungkap Proses Perjalanan RUU P-KS

KIBLAT.NET, Jakarta – Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) menjadi sorotan banyak pihak karena...

Kamis, 14/02/2019 11:30 0

Opini

Beratnya Amanah yang Dipikul Pemimpin

Setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban. Semakin besar amanah, semakin berat pertanggungjawabannya.

Kamis, 14/02/2019 11:20 0

Irak

Sepeninggal ISIS, Milisi Syiah Iraq Keruk Jutaan Dolar dari Besi Sisa Perang

"Saat ini, kami membeli antara $ 150 dan $ 160," katanya

Kamis, 14/02/2019 10:55 0

Afghanistan

Taliban Minta Putra Haqqani Dibebaskan Sebelum Perundingan Berlanjut

Para pemimpin Taliban Afghanistan menyerukan pembebasan segera Anas Haqqani agar bisa ikut ambil bagian dalam pembicaraan damai.

Kamis, 14/02/2019 10:49 0

Afrika

Lagi, AS Luncurkan Serangan Udara di Libya

Kekuatan politik di Libya diperselisihkan oleh dua pemerintah: Pemerintah Rekonsiliasi Nasional yang didukung oleh internasional dan berpusat di Tripoli, dan Pemerintah Paralel di timur yang didukung oleh parlemen terpilih.

Kamis, 14/02/2019 10:04 0

Prancis

Prancis Terapkan UU Anti-Terorisme, 7 Masjid Ditutup

Serangkaian pencapaian ini, kata Kemendagri Prancis, diraih setelah UU Anti-Terorisme berlaku.

Kamis, 14/02/2019 09:40 0

Close