... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Berikut Kronologi RUU P-KS yang Kini Menjadi Kontroversi

Foto: Anggota Komisi VIII FPKS DPR RI, Muhammad Iqbal Ramzi. (Foto: Hafidz/kiblat)

KIBLAT. NET, Jakarta – Anggota Panja RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) DPR RI, Muhammad Iqbal Ramzi membeberkan proses pengajuan RUU P-KS sejak diusulkannya hingga menjadi kontroversial. RUU tersebut belum memasuki tahapan pembahasan apalagi ketuk palu.

“Anggota Panja maupun Komisi VIII DPR RI sepakat RUU P-KS dibahas usai Pemilu. Sehingga saya kaget kenapa ada isu bahwa RUU ini sudah tinggal menunggu ketuk palu pengesahan atau sudah disahkan,” katanya dalam diskusi “Kontroversi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual” di Gedung Nusantara I DPR RI, Rabu, (13/02/2019).

Ia menjelaskan tahapan pengusulan RUU ini berawal pada tanggal 19 Mei 2016. Baleg menerima naskah akademik dan draft RUU PKS yang merupakan usulan anggota DPR ditandatangani 70 orang anggota.

“Tanggal 6 Juni 2016 komnas perempuan bersama Forum Pengadaan Layanan telah menyerahkan RUU P-KS kepada pimpinan DPR, pada hari yang sama pula RUU ini disepakati baleg dan pemerintah untuk masuk dalam daftar prolegnas 2016 sebagai RUU prioritas,” tuturnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS itu melanjutkan, pada 8 juni 2016 komnas perempuan melaporkan perkembangan penyusunan draft RUU kepada presiden Jokowi, tanggal 19 September 2016 KP dan forum pengadaan layanan menyerahkan kepada kaukus perempuan parlemen RI dan meminta mengawal pembahasan dan pengesahan agar segera jadi UU.

Pada tanggal 25 Oktober 2016, komite III DPD menyampaikan hasil penyusunan RUU dalam rapat paripurna DPD. Perumusan dilakukan dengan bekerjasama dengan KP, pada saat itu DPR belum menyepakati agenda pembahasan RUU sehingga DPD menilai penting untuk mengambil langkah terlebih dahulu.

BACA JUGA  Jazuli Juwaini: Kemenkes Harus Lebih Profesional Atasi Corona

Pada hari yang sama naskah akademik dan draf RUU yang disusun itu diserahkan kan ke Baleg. Rapat baleg dengan tim ahli mencatat masukan antara lain:

“Tujuan dari RUU P-KS adalah berikan perlindungan dari kejahatan seksual, kiranya RUU ini tidak akan menjadi pintu masuk diperbolehkannya LGBT di Indonesia,” ujarnya.

Baleg menugaskan kepada tim ahli baleg untuk lebih cermat dan teliti dalam melakukan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konssepsi terhadap RUU ini.

Khususnya terkait norma kekeluargaan sehingga tidak kontra dengan nilai nilai keluarga. Dalam sidang Baleg  tanggal 31 Januari 2017, RUU P-KS disetujui sebagai RUU usulan anggota. Pada 6 April 2017, setelah disahkan dalam paripurna sebagai RUU inisiatif DPR, pimpinan bersurat draft RUU kepada pemerintah.

Pada rapat terakhir Baleg, RUU ini akan disusulkan kelak dibahas pansus dengan komisi III sebagai leading comitte. Pertimbangannya adalah karena konten RUU tersebut lintas bidang dan kementerian, pada akhirnya komisi VIII yang dapat penugasan dari Pimpinan DPR untuk membahas DIM pemerintah, dengan kata lain, pembahasan dilakukan oleh panja dan bukan oleh pansus.

“Dari 774 poin, 152 pasal yang diusulkan DPR, pemerintah mengusulkan banyak perubahan DIM pemerintah jadinya hanya ada 50 pasal alasannya karena materi yang bersifat teknis akan diatur dalam perpres. Beberapa pasal dihapus karena sudah diatur dalam perundangan yang ada,” katanya.

BACA JUGA  Puluhan WN China Masuk Kendari, Politisi PKS: Keteledoran yang Sangat Parah

Karena penugasan yang dirasa tiba- tiba, panja RUU dirasa perlu untuk mempelajari RUU tersebut dan meminta pendapat dari beberapa pakar dan organsisasi masyarakat.

Maka panja ini telah melakukan lima kali RDPU dengan KP, pakar hukum, Muhammadiyah, AILA, Persatuan Wanita Kristen Indonesa, Wanita Hindu Dharma pada 31 Januari 2018, termasuk forum kegamaan pada 3 Oktober 2018.

Terakhir komisi VIII juga mengundang pakar psikologi Ihsan Gumelar dan Bagus Priono, Dewi Inong pada 25 Oktober 2018.

Pada rapat internal komisi VIII terkait panja RUU, waktu itu disepakati untuk masuk dalam pembahasan DIM dan itu akan baru dibahas nanti sesudah pemilu.

“Saya juga kaget kalau memang tinggal ketuk palu, saya rasa ada rapat gelap dalam hal ini, saya juga anggota panja,” ungkapnya.

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Fokus AS Bicara Kesepakatan Damai, Bukan Penarikan Pasukan di Afghanistan

Pernyataan Khalilzad keluar setelah penjabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan bertemu dengan Presiden Ashraf Ghani pada hari Senin di Kabul.

Rabu, 13/02/2019 17:06 0

Asia

Alasan Keamanan, India Minta WhatsApp Buka Pesan Terenkripsi

Menanggapi, juru bicara WhatsApp Carl Woog mengatakan tuntutan pemerintah bertentangan dengan kebijakan privasi perusahaan dan perlindungan privasi layanan.

Rabu, 13/02/2019 14:51 0

Suriah

Berdalih Targetkan ISIS, Koalisi AS Bom Masjid di Deir Zour

Pernyataan tersebut mengklaim bahwa masjid tersebut telah diklasifikasikan sebagai "tempat berlindung" ISIS setelah meluncurkan serangan.

Rabu, 13/02/2019 13:12 0

Feature

Perjalanan Ukhuwah, Mengenal Muslim Cham Kamboja

Ekspedisi pertama kali baru saja diselesaikan dengan kunjungan ke Kamboja, Negara yang terkenal dengan sejarah kelam rezim Khmer Merah.

Rabu, 13/02/2019 11:39 0

Editorial

Editorial: Suka-Suka ala Saracen

Peristiwa “alam” tak wajar terjadi, ketika Facebook menutup fanspage milik Permadi Arya. Disebut tak wajar, karena sekian lama aduan terhadap akun Permadi Arya dan sejenisnya, bertepuk sebelah tangan.

Rabu, 13/02/2019 11:02 0

Suriah

SDF Tawari Anggota ISIS yang Menyerah Pindah ke Idlib

“Gerakan teroris PKK/YPG (sebutan untuk SDF) memberi tawaran teroris Da’esh (ISIS) di kota Baghuz yang dikontrol YPG di provinsi Deir Zour,” kata AA melansir dari sumber lokal pada Senin (11/02).

Rabu, 13/02/2019 09:06 0

Suriah

Koalisi AS Gempur Benteng Terakhir ISIS di Suriah, Ribuan Sipil Selamatkan Diri

Di pinggiran Baghuz, seribu lebih pengungsi ditahan untuk diinterogasi oleh pasukan koalisi AS dan milisi SDF dalam upaya nyata untuk menentukan apakah mereka adalah agen ISIS.

Rabu, 13/02/2019 07:26 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Bumi Jihad Menyatukan Hati

KIBLAT.NET – Pengajian ini kelanjutan dari dua seri sebelumnya bertema “Jihad dan Kekuasaan”.  Anda yang...

Selasa, 12/02/2019 22:48 0

Manhaj

Sistem Politik Jahiliyah, Sumber Kerusakan dan Penindasan

Kembalinya sistem Jahiliyah di kehidupan modern bukanlah sesuatu yang mustahil, selama para politikus mencampakkan Islam maka saat itulah sistem Jahiliyyah yang sedang mengendalikan negara.

Selasa, 12/02/2019 21:00 0

Video News

Pameran 111 Tahun Buya Hamka, Ajang Edukasi Sejarah untuk Anak Muda

KIBLAT.NET, Depok – Sekolah Pemikiran Islam (SPI) menggelar pameran bertemakan 111 tahun Buya Hamka, untuk...

Selasa, 12/02/2019 18:22 0

Close