... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Suka-Suka ala Saracen

Foto: Media Sosial. (Ilustrasi)

KIBLAT.NET – Peristiwa “alam” tak wajar terjadi, ketika Facebook menutup fanspage milik Permadi Arya. Disebut tak wajar, karena sekian lama aduan terhadap akun Permadi Arya dan sejenisnya, bertepuk sebelah tangan.

Berbagai cara ditempuh banyak orang untuk membungkam akun-akun yang dinilai kerap menebarkan kebencian terhadap kelompok Islam. Melakukan aduan ke perusahaan pemilik aplikasi, hingga pelaporan ke pihak yang dianggap berwenang.

Hampir tak ada hasil yang berarti. Malah sebaliknya, mereka yang bersebrangan—terutama dengan rezim—satu per satu diseret ke kursi pesakitan. Pasal demi pasal diobral untuk menjerat. Tak jarang, sosok hantu dihadirkan untuk mencekamkan suasana.

Lihat saja Saracen. Publik dibuat heboh dengan isu terbongkarnya jaringan produsen konten hoaks dan ujaran kebencian, bernama Saracen. Seolah-olah banjir hoaks selama ini dikelola dengan sengaja oleh salah satu pihak.

Belakangan, pengadilan gagal membuktikan wujud Saracen dalam fakta hukum. terdakwa yang awalnya dinobatkan media sebagai tokoh utama Saracen, malah dijerat dengan pasal-pasal lain, mengakses informasi tanpa ijin. Padahal yang diakses adalah akun mereka sendiri.

Sebuah madzhab baru muncul dalam penanganan ujaran kebencian, bernama madzhab suka-suka. Hanya menyebut “idiot” untuk lawan politiknya, Ahmad Dani langsung dijebloskan ke bui. Sementara Laiskodat yang terang-terangan mengancam bunuh, masih bebas melenggang.

Suka-suka saja, ketika ada pemuda anak negeri langsung diringkus atas tuduhan menghina pemimpin negara. Sama suka-sukanya, ketika pemuda lain telah mengancam nyawa Presiden melalui kata-kata, namun hanya dianggap sebatas main-main semata.

BACA JUGA  Menko PMK: Diet Berlebihan Bahayakan Kesuburan Wanita

Deretan suka-suka lainnya masih panjang. Saking panjangnya kita mungkin tak lagi sanggup menghapalnya satu persatu. Hanya Tuhan saja, kemudian mesin Google-lah yang tahu persisnya.

Demikian pula dalam kasus Permadi Arya. Terungkap oleh Facebook bahwa dia terkait dengan kelompok Saracen. Padahal selama ini Permadi Arya sangat sigap menjadi pembela kubu rezim. Kok bisa, kubu rezim disebut sebagai tokoh Saracen, yang dikenal sebagai produsen hoaks kontra pemerintah?

Dalam madzhab suka-suka, tak ada kepastian yang lebih pasti selain praktik suka-suka itu sendiri. Oleh sebab itu, daripada larut bersorak-sorai dengan pupusnya akun Permadi Arya, akan lebih baik jika kita menahan diri sebentar. Mengamati gejala tak wajar apa lagi yang akan terjadi.

Apalagi di tahun panas seperti 2019 sekarang ini. Ketidakwajaran paling aneh pun bisa terjadi, asal memenuhi syarat dan standar madzhab suka-suka. Ada yang tiba-tiba nampang salat, ada juga yang tiba-tiba membelot dan berbelok arah.

Kaget, barangkali bukan hanya hak Presiden. Kita sebagai rakyat malah akrab dengan aneka kekagetan yang muncul dari ketidakwajaran gejala “alam” tadi. Karenanya, yang tak kalah penting adalah memohon perlindungan kepada Tuhan dari fitnah tahun politik, yang sejatinya juga adalah fitnah akhir zaman.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

PSI Ingin Hapus Peraturan Pendirian Rumah Ibadah, Hamdan Zoelva: Itu Wacana Ngawur

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva mengecam wacana PSI untuk menghapus SKB Menteri soal pendirian rumah ibadah

Rabu, 13/02/2019 10:53 0

Suriah

SDF Tawari Anggota ISIS yang Menyerah Pindah ke Idlib

“Gerakan teroris PKK/YPG (sebutan untuk SDF) memberi tawaran teroris Da’esh (ISIS) di kota Baghuz yang dikontrol YPG di provinsi Deir Zour,” kata AA melansir dari sumber lokal pada Senin (11/02).

Rabu, 13/02/2019 09:06 0

Suriah

Koalisi AS Gempur Benteng Terakhir ISIS di Suriah, Ribuan Sipil Selamatkan Diri

Di pinggiran Baghuz, seribu lebih pengungsi ditahan untuk diinterogasi oleh pasukan koalisi AS dan milisi SDF dalam upaya nyata untuk menentukan apakah mereka adalah agen ISIS.

Rabu, 13/02/2019 07:26 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Bumi Jihad Menyatukan Hati

KIBLAT.NET – Pengajian ini kelanjutan dari dua seri sebelumnya bertema “Jihad dan Kekuasaan”.  Anda yang...

Selasa, 12/02/2019 22:48 0

Manhaj

Sistem Politik Jahiliyah, Sumber Kerusakan dan Penindasan

Kembalinya sistem Jahiliyah di kehidupan modern bukanlah sesuatu yang mustahil, selama para politikus mencampakkan Islam maka saat itulah sistem Jahiliyyah yang sedang mengendalikan negara.

Selasa, 12/02/2019 21:00 0

Indonesia

Jokowi Dikritik Ahli Hukum Terkait Pernyataan ‘Laporkan Saja’

Proses pemidanaan semestinya menjadi upaya terakhir penyelesaian suatu masalah

Selasa, 12/02/2019 19:33 0

Indonesia

Sekolah Pemikiran Islam Bangkitkan Pemikiran Buya Hamka

111 tahun jadi momen yang tepat untuk membangkitkan kembali pemikiran-pemikiran Buya Hamka

Selasa, 12/02/2019 18:36 0

Video News

Pameran 111 Tahun Buya Hamka, Ajang Edukasi Sejarah untuk Anak Muda

KIBLAT.NET, Depok – Sekolah Pemikiran Islam (SPI) menggelar pameran bertemakan 111 tahun Buya Hamka, untuk...

Selasa, 12/02/2019 18:22 0

Video News

Pakar Hukum Pidana: Temuan Facebook Bisa Jadi Alat Bukti Untuk Periksa Abu Janda

KIBLAT.NET- Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menegaskan bahwa polisi harus menindaklanjuti temuan Facebook yang menyebut...

Selasa, 12/02/2019 17:41 0

Indonesia

UU ITE Dinilai Lebih Tajam Dibanding Undang-undang Subversi

Ahli Hukum pidana Univeritas Al Azhar Indonesia menyebut UU ITE menjadi senjata untuk membunuh kebebasan berpendapat dan kebebasan pilihan

Selasa, 12/02/2019 17:36 0

Close