... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Liga Arab: Tidak Ada Konsensus Aktifkan Kembali Keanggotaan Suriah

Foto: Pertemuan Liga Arab

KIBLAT.NET, Beirut – Liga Arab menekankan, Senin (11/02), tidak ada konsensus di antara negara-negara anggota untuk menerima kembali Suriah. Keanggotaan Damaskus di Liga Arab dibekukan menyusul tindakan represif rezim kepada demonstran yang berujung pada perang yang hingga saat ini belum berakhir.

Sekretaris Jenderal Liga Arab sekaligus mantan Menteri Luar Negeri Mesir, Ahmed Aboul Gheit, mengatakan dalam kunjungannya ke Beirut bahwa belum ada konsensus menerima kembali Suriah menjadi anggota persatuan Negara Arab itu.

“Saya mengikuti dengan sangat dekat masalah ini, tetapi saya belum memperhatikan bahwa ada kesimpulan yang mengarah pada konsensus yang kita bicarakan, yang dapat mengarah pada pertemuan para menteri luar negeri Arab, di mana mereka mengumumkan akhir dari perselisihan dan karenanya menyerukan Suriah untuk kembali ke kursi,” katanya.

Liga Arab dijadwalkan mengadakan pertemuan puncak para pemimpin negara-negara anggota pada akhir Maret di Tunis.

Ketika ditanya tentang kemungkinan menerima kembali Suriah, Aboul Gheit menunjukkan bahwa para menteri luar negeri dari negara-negara anggota dijadwalkan untuk mengadakan dua pertemuan sebelum pertemuan puncak.

“Tapi ini bukan masalah waktu, ini masalah kemauan. Masalahnya adalah konsensus negara-negara di antara mereka. Suriah bisa kembali setelah mendapat konsensus,” pungkasnya.

Wacana mengaktifkan kembali keanggotaan Suriah di Liga Arab menguat menyusul banyak kemenangan yang diraih rezim dalam pertempuran dengan oposisi. Dukungan Rusia dan Iran menjadi ujung tombak kemenangan tersebut.

BACA JUGA  Pengungsi Palestina di Lebanon "Lirik" Australia dan Negeri Eropa

Wacana itu semakin menguat setelah Uni Emirat Arab (UEA) secara mengejutkan membuka kembali kedutaannya di Damaskus. Beberapa Negara anggota Liga Arab juga menyatakan ingin mengikuti jejak UEA.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Gerakan Kaum Homoseksual: Dari Masa Kolonial ke Era Global

Pasca reformasi gerakan homoseksual semakin marak. Namun eksistensi mereka bukanlah gerakan sporadis apalagi tanpa modal. Sebaliknya, kampanye gerakan LBGT ini adalah gerakan global yang bukan saja didukung para penganutnya tetapi juga didukung Lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Senin, 11/02/2019 21:05 0

Indonesia

PVMBG Tetapkan Zona Berbahaya Sektoral Gunung Karangetang

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan warga maupun pengunjung tidak melakukan aktivitas di dalam zona bahaya Gunung Karangetang

Senin, 11/02/2019 20:54 0

Indonesia

Sekolah Pemikiran Islam Gelar Pameran 111 Tahun Buya Hamka

Sekolah Pemikiran Islam Gelar Pameran 111 Tahun Buya Hamka

Senin, 11/02/2019 18:47 0

Indonesia

Muhammadiyah Undang Jokowi dan Prabowo di Sidang Tanwir, Diklaim Tak Terkait Politik

Dalam sidang tanwir nanti akan dibahas agenda besar yang berkaitan dengan persoalan-persoalan organisasi, keummatan, persoalan kebangsaan

Senin, 11/02/2019 17:29 0

Indonesia

Teken MLA dengan Swiss, Pemerintah Diminta Transparan

LBH Street Lawyer meminta pemerintah trasparan. Sebab, masyarakat ingin melihat apakah ini MLA atau hanya nota kesepahaman biasa.

Senin, 11/02/2019 17:24 0

Suara Pembaca

UU ITE, Senjata Mematikan Rezim Represif

Setelah berhasil memproduksi senjata yang mematikan, rezim ini pun tak segan-segan menggunakan senjatanya untuk meneguhkan kekuasaannya.

Senin, 11/02/2019 16:21 0

Indonesia

Soroti Hoaks, Moeldoko: Bukan Revolusi Mental tapi Revolusi Jari

Pasalnya melalui jari, bangsa Indonesia mudah menyebarkan informasi tanpa mengetahui kebenarannya.

Senin, 11/02/2019 15:57 0

Indonesia

Dua Bulan Menjelang Pemilu, Pertamina Turunkan Harga BBM Non Subsidi

Kebijakan penyesuaian harga dilakukan karena menguatnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika.

Senin, 11/02/2019 15:37 0

Indonesia

Siapa di Belakang Saracen? Ini Kata Pengamat Intelijen

Jaka menilai kasus saracen belum level intelijen, masih buzzer kelas bawah.

Senin, 11/02/2019 13:21 0

Indonesia

Ratusan Muda-Mudi Ramaikan Gerakan Menutup Aurat di Jakarta

"Karena kita intinya ingin menularkan hijab syar'i, membumikan hijab syar'i. Kenapa digelar di CFD, karena memang sasarannya masyarakat umum," kata Hanasa kepada Kiblat.net pada Ahad pagi (10/02/2019).

Ahad, 10/02/2019 14:52 0

Close