... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Konferensi Umum Revolusi Suriah Telurkan Rekomendasi Penting untuk Idlib

Foto: Para peserta konferensi

KIBLAT.NET, Idlib – Konferensi Umum Revolusi Suriah yang digelar di Idlib pada Ahad (10/02) menelurkan rekomendasi-rekomendasi untuk mendirikan pemerintahan sipil bersatu di provinsi tersebut. Berbagai perkumpulan, dewan lokal, tokoh, akademisi dan pemimpin suku hadir dalam muktamar ini.

Seperti dilansir dari Orient News pada Senin (11/02), rekomendasi paling krusial dan penting adalah pembentukan Dewan Syura yang akan menetukan bentuk pemerintahan masa depan, mendorong proses pendidikan, solusi untuk kamp-kamp pengungsian, pengembangan undang-undang administrasi lokal dan investasi.

Tidak kalah penting, konferensi yang digelar di Bab Al-Hawa itu menyerukan disediakannya peluang kerja, memulangkan pengungsi ke kampung halaman dan mengoorganisir serta meningkatkan pekerjaan media.

Juru bicara konferensi, Muhammad Al-Bakur, mengungkapkan bahwa pihaknya mengundang seluruh warga, tokoh, perwakilan suku dan pengungsi untuk ikut dalam muktamar.

Para peserta meminta dibentuknya Komite Pemilihan dari kalangan dan daerah mereka. Komite ini menjadi panitia pemilihan anggota Dewan Syura.

Al-Bakur menjelaskan, Dewan Syura yang terpilih akan menentukan struktur pemerintahan selanjutnya dan mengawasi pekerjaannya, dan memilih kompetensi revolusioner yang mampu melakukan inovasi dan kreativitas serta menghadapi tantangan.

Sementara itu, salah satu peserta perwakilan dari daerah Jisr Al-Shogour, Abdurrahman Labwah, mengungkapkan bahwa syarat menjadi anggota Komite Pemilihan harus memiliki keualifikasi ilmiah mumpuni, berusia 30-60 dan memiliki sejarah peran dalam kerja revolusi. Anggota komite tidak boleh mencalonkan diri atau dipilih menjadi anggota Dewan Syura.

BACA JUGA  Narapidana di Penjara SDF Berontak, Sejumlah Tahanan ISIS Kabur

Patut dicatat, Konferensi Umum Revolusi Suriah yang diadakan di perlintasan Bab Al-Hawa di Idlib ini menyaksikan partisipasi banyak pemimpin masyarakat di wilayah Idlib, pedesaan Hama, Aleppo dan Lattakia.

Menurut para pemimpin konferensi, muktamar ini bertujuan untuk mencapai tujuan revolusi dengan menggulingkan rezim, menghancurkan sistem korupsi dan tirani, menyatukan semua upaya revolusioner untuk menemukan pemerintahan yang terintegrasi dan membangun hubungan yang seimbang dengan pasukan internasional yang mendukung rakyat Suriah.

Sumber: Orient News
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kiblat Review: RUU P-KS Ancam Perempuan

KIBLAT.NET- RUU P-KS atau Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual semakin panas. Antara pengusung dan yang...

Selasa, 12/02/2019 09:18 0

Artikel

Gerakan Kaum Homoseksual: Dari Masa Kolonial ke Era Global

Pasca reformasi gerakan homoseksual semakin marak. Namun eksistensi mereka bukanlah gerakan sporadis apalagi tanpa modal. Sebaliknya, kampanye gerakan LBGT ini adalah gerakan global yang bukan saja didukung para penganutnya tetapi juga didukung Lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Senin, 11/02/2019 21:05 0

Indonesia

PVMBG Tetapkan Zona Berbahaya Sektoral Gunung Karangetang

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan warga maupun pengunjung tidak melakukan aktivitas di dalam zona bahaya Gunung Karangetang

Senin, 11/02/2019 20:54 0

Indonesia

Sekolah Pemikiran Islam Gelar Pameran 111 Tahun Buya Hamka

Sekolah Pemikiran Islam Gelar Pameran 111 Tahun Buya Hamka

Senin, 11/02/2019 18:47 0

Indonesia

Muhammadiyah Undang Jokowi dan Prabowo di Sidang Tanwir, Diklaim Tak Terkait Politik

Dalam sidang tanwir nanti akan dibahas agenda besar yang berkaitan dengan persoalan-persoalan organisasi, keummatan, persoalan kebangsaan

Senin, 11/02/2019 17:29 0

Indonesia

Teken MLA dengan Swiss, Pemerintah Diminta Transparan

LBH Street Lawyer meminta pemerintah trasparan. Sebab, masyarakat ingin melihat apakah ini MLA atau hanya nota kesepahaman biasa.

Senin, 11/02/2019 17:24 0

Suara Pembaca

UU ITE, Senjata Mematikan Rezim Represif

Setelah berhasil memproduksi senjata yang mematikan, rezim ini pun tak segan-segan menggunakan senjatanya untuk meneguhkan kekuasaannya.

Senin, 11/02/2019 16:21 0

Indonesia

Soroti Hoaks, Moeldoko: Bukan Revolusi Mental tapi Revolusi Jari

Pasalnya melalui jari, bangsa Indonesia mudah menyebarkan informasi tanpa mengetahui kebenarannya.

Senin, 11/02/2019 15:57 0

Indonesia

Dua Bulan Menjelang Pemilu, Pertamina Turunkan Harga BBM Non Subsidi

Kebijakan penyesuaian harga dilakukan karena menguatnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika.

Senin, 11/02/2019 15:37 0

Indonesia

Siapa di Belakang Saracen? Ini Kata Pengamat Intelijen

Jaka menilai kasus saracen belum level intelijen, masih buzzer kelas bawah.

Senin, 11/02/2019 13:21 0

Close