... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Aylan Kurdi Dijadikan Nama Sebuah Kapal Penyelamat Migran Jerman

Foto: Jasad Aylan Kurdi yang terdampar di Turki

KIBLAT.NET, Berlin – Sebuah kapal penyelamat migran Jerman yang beroperasi di Mediterania diganti namanya dari Profesor Albrecht Penck menjadi Aylan Kurdi, bocah pengungsi Suriah berusia tiga tahun yang tubuhnya terdampar di pantai Turki.

Ayah Aylan, Abdullah Kurdi, dan bibinya, Tima Kurdi, menghadiri upacara penggantian nama yang diadakan di Palma di Pulau Mallorca Spanyol, Mallorca, Ahad (10/02/2019). Acara ini diselenggarakan oleh badan amal Jerman Sea-Eye.

“Kami senang bahwa kapal penyelamat Jerman akan membawa nama bocah kami. Bocah lelaki saya di pantai tidak boleh dilupakan. Kesedihan kami atas kehilangan istri dan putra saya dibagikan kepada banyak orang, oleh ribuan keluarga yang telah begitu tragis putra dan putri hilang dengan cara ini,” kata Abdullah Kurdi.

Kurdi membayar penyelundup untuk membawa diri dan keluarganya dari Turki ke Yunani setelah pemerintah Turki tidak memberikan visa keluar yang mereka butuhkan untuk memasuki Kanada sebagai pengungsi.

Perjalanan mereka di bulan September 2015 melintasi Laut Tengah berakhir tragis setelah perahu karet tipis itu tenggelam di lautan. Sebelas pengungsi tewas, termasuk istri Kurdi Rehanna dan dua anak lelaki mereka, Ghalib dan Aylan.

Gambar-gambar Aylan yang mengenakan kaos merah, celana pendek biru dan sepatu hitam dalam kondisi tengkurap di bibir pantai memicu kemarahan di seluruh dunia.

Sea-Eye mengatakan telah menyelamatkan lebih dari 14.000 orang dari tenggelam di Mediterania dalam lebih dari 60 misi sejak mulai beroperasi pada 2016.

BACA JUGA  Islamofobia: Masjid-masjid di Jerman Kembali Diteror

Sumber: Daily Sabah
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kiblat Review: RUU P-KS Ancam Perempuan

KIBLAT.NET- RUU P-KS atau Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual semakin panas. Antara pengusung dan yang...

Selasa, 12/02/2019 09:18 0

Artikel

Gerakan Kaum Homoseksual: Dari Masa Kolonial ke Era Global

Pasca reformasi gerakan homoseksual semakin marak. Namun eksistensi mereka bukanlah gerakan sporadis apalagi tanpa modal. Sebaliknya, kampanye gerakan LBGT ini adalah gerakan global yang bukan saja didukung para penganutnya tetapi juga didukung Lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Senin, 11/02/2019 21:05 0

Indonesia

PVMBG Tetapkan Zona Berbahaya Sektoral Gunung Karangetang

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan warga maupun pengunjung tidak melakukan aktivitas di dalam zona bahaya Gunung Karangetang

Senin, 11/02/2019 20:54 0

Indonesia

Sekolah Pemikiran Islam Gelar Pameran 111 Tahun Buya Hamka

Sekolah Pemikiran Islam Gelar Pameran 111 Tahun Buya Hamka

Senin, 11/02/2019 18:47 0

Indonesia

Muhammadiyah Undang Jokowi dan Prabowo di Sidang Tanwir, Diklaim Tak Terkait Politik

Dalam sidang tanwir nanti akan dibahas agenda besar yang berkaitan dengan persoalan-persoalan organisasi, keummatan, persoalan kebangsaan

Senin, 11/02/2019 17:29 0

Indonesia

Teken MLA dengan Swiss, Pemerintah Diminta Transparan

LBH Street Lawyer meminta pemerintah trasparan. Sebab, masyarakat ingin melihat apakah ini MLA atau hanya nota kesepahaman biasa.

Senin, 11/02/2019 17:24 0

Suara Pembaca

UU ITE, Senjata Mematikan Rezim Represif

Setelah berhasil memproduksi senjata yang mematikan, rezim ini pun tak segan-segan menggunakan senjatanya untuk meneguhkan kekuasaannya.

Senin, 11/02/2019 16:21 0

Indonesia

Soroti Hoaks, Moeldoko: Bukan Revolusi Mental tapi Revolusi Jari

Pasalnya melalui jari, bangsa Indonesia mudah menyebarkan informasi tanpa mengetahui kebenarannya.

Senin, 11/02/2019 15:57 0

Indonesia

Dua Bulan Menjelang Pemilu, Pertamina Turunkan Harga BBM Non Subsidi

Kebijakan penyesuaian harga dilakukan karena menguatnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika.

Senin, 11/02/2019 15:37 0

Indonesia

Siapa di Belakang Saracen? Ini Kata Pengamat Intelijen

Jaka menilai kasus saracen belum level intelijen, masih buzzer kelas bawah.

Senin, 11/02/2019 13:21 0

Close