... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Siapa di Belakang Saracen? Ini Kata Pengamat Intelijen

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Intelijen, Jaka Setiawan memberikan tanggapan soal temuan Facebook bahwa Permadi Arya terkait dengan Saracen, kelompok yang selama ini dianggap sebagai penyebar kabar bohong atau hoaks. Jaka beranggapan aktor intelektual dari Saracen belum muncul, namun masih berkeliaran.

“Ini ada master mind yang belum kelihatan atau terungkap dibelakang Saracen. Buzzer yang muncul dan terkenal publiknya mungkin salah satunya seperti Abu Janda,” tuturnya saat dihubungi Kiblat.net pada Senin (11/02/2019).

Menurutnya, pembuat hoaks seperti Saracen ini anatominya tidak rumit. Bahkan, ia menilai kasus Saracen belum level intelijen, masih buzzer kelas bawah. Mereka, kata dia, hanya kepanjangan tangan dari perang narasi.

“Dan  narasi war ini ada satgasnya. Kalau dari struktur nomenklatur kekuasaan di Indonesia bisa lembaga yang mengurusi urusan-urusan informasi dan keamanan,” paparnya.

Ia juga memaparkan bahwa akun Abu Janda tidak akan dihapus secara permanen oleh Facebook dan hanya dikarantina saja. Karena itu database history yang biasa disimpan. Jadi, lanjutnya, kalau katanya sudah dihapus saya yakin datanya tetap masih ada.

“Upaya hapus-menghapus ini tidak akan mulus dan tidak akan terjadi karena yang dihapus buzzer kekuasaan, akun-akun itu hanya dikarantina saja. Nah kalau dikarantina artinya bisa dibuat apa saja, untuk kepentingan apa saja di masa yang akan datang,” tuturnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Petinggi Pentagon Tiba-tiba Temui Presiden Afghanistan

Kunjungan Shanahan bukan dalam rangka melanjutkan perundingan besar antara pejabat AS dan Taliban bulan lalu.

Senin, 11/02/2019 13:15 0

Palestina

Israel Tangkap Warga Gaza yang Seberangi Perbatasan

Menurut statistik resmi, jumlah tahanan Palestina yang mendekam di balik jeruji mencapai 6.000, termasuk 270 anak-anak dan 52 wanita.

Senin, 11/02/2019 12:42 0

Philipina

Referendum II: Lanao del Norte Menolak Bergabung dengan Otonomi Bangsamoro

Merujuk pasal-pasal dalam BOL (Undang-Undang Organik Bangsamoro) bahwa unit induk di provinsi Lanao del Norte memiliki hak suara yang menentukan.

Senin, 11/02/2019 11:06 0

Suriah

Persatukan Pemerintahan Sipil di Idlib, Konferensi Umum Revolusi Suriah Digelar

Seluruh pelaku revolusi, tokoh dan pemimpin masyarakat diundang. Mereka diajak duduk membahas pembentukan pemerintahan bersatu melalui Dewan Syura di wilayah utara.

Senin, 11/02/2019 11:04 0

Turki

Turki Desak Cina Tutup Kamp-kamp Konsentrasi Cuci Otak Muslim Uighur

"Bukan lagi rahasia bahwa lebih dari satu juta warga Uighur yang menjadi sasaran penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, dan pencucian otak secara politik di kamp-kamp dan penjara konsentrasi,” kata Aksawi.

Senin, 11/02/2019 08:40 0

Afghanistan

Presiden Ghani Tawari Taliban Kantor di Afghanistan

Taliban menolak dengan tegas. Bahkan, hal itu dianggap upaya merusak perdamaian

Senin, 11/02/2019 08:07 0

China

Cina Paksa Muslim Uighur Makan Babi dan Minum Khomer di Tahun Baru Imlek

Pihak berwenang mengancam menangkap warga muslim dan memindahkannya ke kamp konsentrasi jika menolak menghadiri perayaan Imlek.

Senin, 11/02/2019 07:13 0

Afghanistan

Dalam 1 Bulan, 793 Pegawai ASN Afghan Bergabung dengan Taliban

"Mereka juga membawa berbagai jenis persenjataan, radio komunikasi, dan peralatan militer lainnya bersama mereka," kata Komisi di situs resmi Taliban, Alemarah pada Jumat (08/02/2019).

Ahad, 10/02/2019 12:17 0

Palestina

Israel Akan Ubah Gaza Jadi Kamp Konsentrasi Raksasa

“Jalur Gaza ditutup, seperti kamp yang terkurung dan terpisah, tinggal sekitar dua juta orang di salah satu tempat paling padat penduduknya di dunia," tulis Hass pada Jumat (08/02/2019).

Ahad, 10/02/2019 11:35 0

Turki

Turki Kecam Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur

Aksoy juga mengatakan bahwa Turki mengetahui sejumlah orang Uighur meninggal dalam tahanan. Di antaranya seorang penyair dan musisi Uighur Abdurehim Heyit.

Ahad, 10/02/2019 11:08 0

Close