... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Petinggi Pentagon Tiba-tiba Temui Presiden Afghanistan

Foto: Deputi Sekretaris Pentagon Patrick Shanahan

KIBLAT.NET, Kabul – Deputi Sekretaris Pentagon Patrick Shanahan tiba-tiba melakukan perjalanan ke Afghanistan untuk bertemu Presiden Ashraf Ghani.

Kunjungan Shanahan bukan dalam rangka melanjutkan perundingan besar antara pejabat AS dan Taliban bulan lalu.

“Adalah penting bahwa pemerintah Afghanistan terlibat dalam diskusi mengenai Afghanistan,” kata Shanahan kepada sekelompok kecil wartawan yang bepergian bersamanya dalam perjalanan mendadak pada Senin (11/01/2019).

Dia mengatakan Washington memiliki kepentingan keamanan di Afghanistan dan ingin mendengar laporan dari para komandan di lapangan.

Shanahan menggantikan Jim Mattis, yang berhenti pada Desember karena perbedaan kebijakan dengan Presiden AS Donald Trump.

Taliban telah menolak untuk bernegosiasi langsung dengan pemerintah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Tetapi Washington bersikeras bahwa Pemerintah Afghanistan harus memimpin proses perdamaian.

Sejak ditunjuk September lalu, perwakilan khusus AS untuk rekonsiliasi Afghanistan, Zalmay Khalilzad telah melakukan sejumlah pembicaraan dengan Taliban dan perwakilan regional lainnya di Afghanistan, Pakistan, Uni Emirat Arab, India, Rusia, Uzbekistan, Turkmenistan, Arab Saudi, dan Qatar.

Perundingan terbaru utusan AS adalah di Doha akhir bulan lalu di mana kedua pihak bertemu selama enam hari.

“Pertemuan di sini lebih produktif daripada di masa lalu. Kami membuat kemajuan yang signifikan pada masalah-masalah vital,” tulis Khalilzad di Twitter.

Washington menginginkan jaminan bahwa Afghanistan tidak akan melindungi kelompok-kelompok yang akan menggunakan negara itu sebagai pangkalan untuk melancarkan serangan terhadap AS. Taliban ingin semua pasukan Amerika menarik diri.

BACA JUGA  Pengamat: AS Memberikan Janji-janji Palsu di Afghanistan

Pada bulan Desember, ada banyak laporan bahwa Presiden AS Donald Trump berencana untuk membagi dua sekitar 14.000 pasukan AS di Afghanistan.

Dalam pidato kenegaraannya minggu lalu, Trump mengatakan penarikan pasukan tergantung pada perkembengan negosiasi.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Ratusan Muda-Mudi Ramaikan Gerakan Menutup Aurat di Jakarta

"Karena kita intinya ingin menularkan hijab syar'i, membumikan hijab syar'i. Kenapa digelar di CFD, karena memang sasarannya masyarakat umum," kata Hanasa kepada Kiblat.net pada Ahad pagi (10/02/2019).

Ahad, 10/02/2019 14:52 0

Artikel

Antara Akal Sehat, Rocky Gerung, dan 212

Perlukah umat Islam mengapresiasi setiap manuver Rocky Gerung?

Sabtu, 09/02/2019 23:09 1

Indonesia

Ini Alasan Facebook Blokir Akun Abu Janda

akun-akun yang dihapus itu berkoordinasi satu sama lain menggunakan akun palsu untuk merepresentasikan diri.

Sabtu, 09/02/2019 19:23 3

Indonesia

Ahli Pidana: Temuan Facebook Soal Abu Janda Seharusnya Ditindaklanjuti Polisi

Ahli Pidana: Temuan Facebook Soal Abu Janda Seharusnya Ditindaklanjuti Polisi

Sabtu, 09/02/2019 18:01 1

Indonesia

Facebook Diminta Bongkar Kelakuan Abu Janda Lewat Akunnya

Nasrullah menyarankan agar pihak Facebook membeberkan kembali apa yang dilakukan Oleh Permadi Arya

Sabtu, 09/02/2019 17:46 0

Indonesia

Tagar #PermadiAryaBosSaracen Jadi Trending Topic, Netizen Minta Polisi Periksa Abu Janda

Akun @CepJohan menegaskan bahwa Polri seharusnya memeriksa Abu Janda karena temuan Facebook bisa menjadi bukti baru.

Sabtu, 09/02/2019 11:00 0

Indonesia

JKP3 Tuding Petisi Penolakan RUU P-KS Tidak Sesuai Fakta

JKP3 juga menilai petisi yang dibuat oleh Ibu Maimon Herawati menggunakan judul yang provokatif.

Jum'at, 08/02/2019 19:39 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Membangun Peradaban Islam- Ust. Dr. M. Faqihuddin, M.M.

KIBLAT.NET- Pendidikan untuk mewujudkan identitas kemusliman sudah sepatutnya dipertajam. Karena saat ini bayak sekolah, banyak...

Jum'at, 08/02/2019 19:31 0

Indonesia

Politik Uang di Pemilu 2019 Berpotensi Meningkat

Salah satunya lantaran orientasi kompetisi Pemilihan Legislatif 2019 tetap berbasis pada sisi popularitas dan personalitas calon legislatif (caleg).

Jum'at, 08/02/2019 18:32 0

Video News

Terkait RUU P-KS, Abdul Chair: Itu Tidak Perlu

KIBLAT.NET- Rancangan Undang-undang Pernghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) masih menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat kita....

Jum'at, 08/02/2019 15:59 0

Close