... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Turki Kecam Perlakuan Cina Terhadap Muslim Uighur

Foto: Para demonstran memprotes tindakan Cina terhadap Uighur di luar markas besar PBB di New York. Foto: Timothy A Clary / AFP / Getty Images

KIBLAT.NET, Ankara – Turki mengecam perlakuan Cina terhadap Uighur dan menyebutnya telah menodai rasa kemanusiaan. Pernyataan ini menambah kecaman kelompok hak asasi manusia baru-baru ini terkait penahanan massal terhadap etnis Muslim di Xinjiang.

“Kebijakan asimilasi sistematis otoritas Tiongkok terhadap warga Turki Uighur adalah hal yang memalukan bagi kemanusiaan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan.

Aksoy juga mengatakan bahwa Turki mengetahui sejumlah orang Uighur meninggal dalam tahanan. Di antaranya seorang penyair dan musisi Uighur Abdurehim Heyit.

“Kami telah belajar dengan sangat sedih bahwa penyair yang terhormat, Abdurehim Heyit, yang dijatuhi hukuman delapan tahun penjara karena komposisinya, meninggal pada tahun kedua penahanannya,” katanya.

“Insiden tragis ini semakin memperkuat reaksi publik Turki terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang serius di wilayah Xinjiang,” katanya seperti dikutip The Guardian, Ahad (10/02/2019).

Wilayah Xinjiang barat laut Cina menjadi tempat tinggal mayoritas Uighur. Wilayah itu mendapat pengawasan ketat oleh polisi dalam beberapa tahun terakhir, setelah ketegangan antar etnis yang hebat.

Menurut panel ahli PBB, hampir satu juta warga Uighur dan minoritas penutur bahasa Turki lainnya di Cina dilaporkan telah ditahan di kamp-kamp pendidikan ulang.

Beijing mengklaim kamp itu sebagai pusat pendidikan kejuruan yang bertujuan menjauhkan orang dari paham terorisme dan mendorongnya kembali ke masyarakat.

BACA JUGA  22 Negara Desak Cina Hentikan Kejahatan di Xinjiang, Serukan Pengawasan Internasional

Namun, banyak laporan mengatakan bahwa Cina berusaha untuk mengasimilasi populasi minoritas Xinjiang dan menekan praktik agama dan budaya yang bertentangan dengan ideologi komunis dan budaya Han yang dominan.

“Bukan lagi rahasia bahwa lebih dari satu juta orang Turki Uighur -yang terkena penangkapan sewenang-wenang- menjadi sasaran penyiksaan dan pencucian otak politik di pusat-pusat konsentrasi dan penjara,” kata Aksoy dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

“Uighur yang tidak ditahan di kamp juga di bawah tekanan besar,” tambahnya.

Turki meminta komunitas internasional dan sekretaris jenderal PBB, António Guterres, untuk mengambil langkah-langkah efektif guna mengakhiri tragedi kemanusiaan di wilayah Xinjiang.

Sebagian besar negara-negara Muslim terutama belum vokal tentang masalah ini dan tidak mengkritik pemerintah di Cina. Hal ini ditengarai karena hubungan ekonomi yang mengikat.

Sumber: The Guardian
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Antara Akal Sehat, Rocky Gerung, dan 212

Perlukah umat Islam mengapresiasi setiap manuver Rocky Gerung?

Sabtu, 09/02/2019 23:09 1

Indonesia

Ini Alasan Facebook Blokir Akun Abu Janda

akun-akun yang dihapus itu berkoordinasi satu sama lain menggunakan akun palsu untuk merepresentasikan diri.

Sabtu, 09/02/2019 19:23 3

Indonesia

Ahli Pidana: Temuan Facebook Soal Abu Janda Seharusnya Ditindaklanjuti Polisi

Ahli Pidana: Temuan Facebook Soal Abu Janda Seharusnya Ditindaklanjuti Polisi

Sabtu, 09/02/2019 18:01 1

Indonesia

Facebook Diminta Bongkar Kelakuan Abu Janda Lewat Akunnya

Nasrullah menyarankan agar pihak Facebook membeberkan kembali apa yang dilakukan Oleh Permadi Arya

Sabtu, 09/02/2019 17:46 0

Indonesia

Tagar #PermadiAryaBosSaracen Jadi Trending Topic, Netizen Minta Polisi Periksa Abu Janda

Akun @CepJohan menegaskan bahwa Polri seharusnya memeriksa Abu Janda karena temuan Facebook bisa menjadi bukti baru.

Sabtu, 09/02/2019 11:00 0

Indonesia

JKP3 Tuding Petisi Penolakan RUU P-KS Tidak Sesuai Fakta

JKP3 juga menilai petisi yang dibuat oleh Ibu Maimon Herawati menggunakan judul yang provokatif.

Jum'at, 08/02/2019 19:39 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Membangun Peradaban Islam- Ust. Dr. M. Faqihuddin, M.M.

KIBLAT.NET- Pendidikan untuk mewujudkan identitas kemusliman sudah sepatutnya dipertajam. Karena saat ini bayak sekolah, banyak...

Jum'at, 08/02/2019 19:31 0

Indonesia

Politik Uang di Pemilu 2019 Berpotensi Meningkat

Salah satunya lantaran orientasi kompetisi Pemilihan Legislatif 2019 tetap berbasis pada sisi popularitas dan personalitas calon legislatif (caleg).

Jum'at, 08/02/2019 18:32 0

Video News

Terkait RUU P-KS, Abdul Chair: Itu Tidak Perlu

KIBLAT.NET- Rancangan Undang-undang Pernghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) masih menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat kita....

Jum'at, 08/02/2019 15:59 0

Video News

Immanuel Ebenezer Dipolisikan, Romo Syafii: Saya Pesimis

KIBLAT.NET- Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii mengaku pesimis Immanuel Ebenezer diperiksa polisi atas...

Jum'at, 08/02/2019 15:55 0

Close