Maroko Dikabarkan Mundur dari Koalisi Arab Pimpinan Saudi

KIBLAT.NET, Rabat – Media Maroko mengatakan pada Kamis (07/02) bahwa pemerintah mundur aliansi militer Arab yang dipimpin Arab Saudi di Yaman.

Pengunduran diri itu berdasarkan keterangan sejumlah sumber pejabat Maroko yang tidak disebutkan namanya kepada sejumlah media lokal, seperti dilansir Anadolu Agency.

Pada 23 Januari, Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bureita mengatakan negaranya “mengubah” keterlibatan dalam koalisi Arab yang dipimpin Saudi di Yaman.

Dalam sebuah wawancara dengan Al-Jazeera, Bourrita menambahkan bahwa Maroko berpartisipasi dalam kegiatan koalisi dan mengubah keanggotaan setelah pengkajian terhadap perkembangan di lapangan. Terlebih mengenai kondisi kemanusiaan di Yaman yang terus memburuk.

Itu merupakan pernyataan pertama dari Maroko mengenai keikutsertaannya dalam koalisi Arab. Pernyataan itu kemudian disusul dengan kabar penarikan diri Maroko dari koalisi.

Boureita menekankan bahwa negaranya tidak berpartisipasi dalam latihan militer gabungan koalisibaru-baru ini. Ia menambahkan bahwa Rabat juga tidak berpartisipasi dalam sejumlah pertemuan menteri dari negara-negara koalisi.

Perlu diketahui, Maroko tidak ikut serta sebanyak dua kali berturut-turut dalam latihan militer gabungan “Gelombang Merah” di Arab Saudi.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat