... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

JKP3 Tuding Petisi Penolakan RUU P-KS Tidak Sesuai Fakta

Foto: Koordinator JKP3 Ratna Batara Munti (dua dari kiri).

KIBLAT.NET, Jakarta – Jaringan Kerja Program Legislasi Pro Perempuan (JKP3) mengecam keras penyebaran hoax, berita bohong, dan disinformasi yang berkaitan dengan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) yang beredar di masyarakat.

Koordinator JKP3 Ratna Batara Munti mengatakan, petisi penolakan RUU P-KS dengan judul “Tolak RUU Pro Zina” ini menggunakan judul yang provokatif, selain itu ia menuding petisi yang dibuat oleh Ibu Maimon Herawati sama sekali tidak berdasarkan fakta.

“Penggagas petisi ini menuduh RUU P-KS melanggengkan free sex, juga membahas tentang pemakaian jilbab, petisi penolakan RUU P-KS ini sama sekali tidak berdasar fakta, tidak ada satu pasalpun dalam RUU P-KS membahas mengenai  hal tersebut,” ungkap Ratna dalam diskusi “Melawan Hoax RUU Penghapusan Kekerasan Seksual” di LBH Jakarta Rabu (06/02/2019).

Petisi penolakan RUU P-KS ini, lanjut Ratna mencerminkan tindakan tidak bertanggung jawab serta melukai perjuangan korban, menciderai para penyintas dan menihilkan kerja pendamping korban kekerasan seksual untuk mendapatkan keadilan dan pemulihan melalui RUU P-KS.

Ratna mengklaim bahwa RUU P-KS ini lahir dari pengalaman korban yang mengalami penderitaan berkepanjangan tanpa mendapatkan keadilan dan pemulihan.

“Karena belum ada payung hukum bagi kasusnya,” pungkasnya.

Meskipun Komisi VIII DPR-RI melalui Rahayu Saraswati telah menyampaikan bahwa pembahasan mengenai RUU P-KS akan dilanjutkan setelah Pilpres 2019, namun kemunculan RUU tersebut di ruang publik sudah terlanjur menimbulkan polemik di masyarakat.

BACA JUGA  Pasca Debat Capres, Tagar #JokowiBohongLagi Jadi Trending Topic Twitter

Banyak pihak khususnya dari kalangan umat Islam yang kontra dengan RUU tersebut, karena adanya kekhawatiran akan terganggunya keharmonisan dalam kehidupan beragama umat Islam di Indonesia. Beberapa tokoh juga ikut berkomentar, seperti Ibu Maimon Herawati yang memandang RUU P-KS pro terhadap hubungan seksual pra-nikah, begitu juga Ustadz Bachtiar Nasir yang menilai RUU P-KS sebagai pintu masuk tindakan semena-mena dalam perilaku seksual.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Khutbah Jumat: Membangun Peradaban Islam- Ust. Dr. M. Faqihuddin, M.M.

KIBLAT.NET- Pendidikan untuk mewujudkan identitas kemusliman sudah sepatutnya dipertajam. Karena saat ini bayak sekolah, banyak...

Jum'at, 08/02/2019 19:31 0

Maroko

Maroko Dikabarkan Mundur dari Koalisi Arab Pimpinan Saudi

Pengunduran diri itu berdasarkan keterangan sejumlah sumber pejabat Maroko yang tidak disebutkan namanya, seperti dilansir Anadolu Agency.

Jum'at, 08/02/2019 17:22 1

Palestina

Israel Bangun Kedutaan Virtual untuk Normalisasi Hubungan dengan Teluk

Juru bicara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Ofir Gendelman, baru-baru ini mendesak warga negara Teluk untuk mengikuti halaman itu untuk mempromosikan dialog antara kedua pihak.

Jum'at, 08/02/2019 16:10 0

Video News

Terkait RUU P-KS, Abdul Chair: Itu Tidak Perlu

KIBLAT.NET- Rancangan Undang-undang Pernghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) masih menjadi polemik di tengah-tengah masyarakat kita....

Jum'at, 08/02/2019 15:59 0

Video News

Immanuel Ebenezer Dipolisikan, Romo Syafii: Saya Pesimis

KIBLAT.NET- Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii mengaku pesimis Immanuel Ebenezer diperiksa polisi atas...

Jum'at, 08/02/2019 15:55 0

Philipina

Museum Bangsamoro Telah Dibuka, Apa Saja Isinya?

Perpustakaan pribadi pendiri Front Pembebasan Islam Moro (MILF) Hashim Salamat; dan artefak arkeologis berusia 2.000 tahun di dataran tinggi Kulaman dipamerkan di dalam museum.

Jum'at, 08/02/2019 14:25 0

Iran

Iran Disebut Penjarakan 1,7 Juta Orang Pasca Revolusi 1979

"Informasi itu didasarkan pada sebuah file rahasia mengenai proses pengadilan yang diperoleh oleh pelapor," tambah kelompok itu.

Jum'at, 08/02/2019 13:53 0

Afghanistan

Tegas, Taliban Tolak Misi Kontra-Terorisme AS Diperpanjang

Taliban kembali menegaskan tuntutan mereka bahwa seluruh pasukan asing harus keluar dari Afghanistan.

Jum'at, 08/02/2019 11:28 0

Amerika

Jenderal AS: Serangan Udara Tak Lemahkan Al-Shabaab Somalia

“Pada akhirnya, serangan-serangan (udara) seperti ini tidak mengalahkan Al-Shabaab,” kata Waldhauser dalam laporannya kepada Komite Layanan Bersenjata di Senat AS pada Kamis (07/02).

Jum'at, 08/02/2019 09:54 0

Rusia

Kontrol HTS Atas Idlib Kian Luas, Rusia Salahkan Turki

Zakharova memperingatkan bahwa “para teroris” di Suriah sedang mempersiapkan serangan untuk mengambil kendali atas zona de-eskalasi.

Jum'at, 08/02/2019 09:04 0

Close