... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HIV-AIDS dan Penyimpangan Seksual Akan Merajalela Lewat RUU P-KS

Foto: Stop HIV/AIDS

KIBLAT.NET, Jakarta – Aktifis HAM pada Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM), Helmi Al Djufri mengatakan bahwa HIV-AIDS dan seks bebas akan semakin marak melalui RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS). Sebab, dalam RUU tersebut tidak ada pasal yang mengatur tentang seks bebas.

“Masalah HIV-AIDS akan semakin terpelihara dan merajelela, karena tidak adanya pasal yang mengatur perilaku seks bebas. Pelaku seks bebas (suka sama suka/ sukarela, dan seks komersil) tidak dapat dihukum karena tidak ada ketentuan pidananya,” katanya kepada Kiblat.net melalui siaran persnya pada Jumat (08/02/2019).

Ia menegaskan bahwa ada masalah yang jauh lebih besar dari dampak seks bebas selain virus HIV-AIDS. Menurutnya, seks bebas dapat menggerogoti sendi-sendi kekokohan pilar dalam rumah tangga, pilar sosial dan pilar kehidupan dan berbangsa dalam negara.

“Rusaknya dan kacaunya sistem keluarga, sistem keturunan yang sah. Tentunya negara ini harus mencegah terjadinya kerusakan dalam sistem -terkecil hingga terbesar- tersebut,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa masalah penyimpangan seksual (homo seksual, biseksual, transgender) akan terpelihara dan pertumbuhan jumlah pelakunya dapat semakin meningkat. Karena dengan RUU ini belum menyentuh dan menjaring ancaman hukuman pidana kepada pelaku homoseksual, biseksesual dan transgender.

“Perilaku seks menyimpang tersebut berkontribusi pada penyebaran penyakit/virus HIV-AIDS dan kerusakan pilar keluarga, sosial dan berbangsa. Maka DPR RI harus memasukan pasal atau penambahan ayat dalam pasal mengenai jenis-jenis kejahatan seksual yang mengatur dengan tegas bahwa homoseksual, biseksual, transgender dilarang dalam RUU,” tuturnya.

BACA JUGA  KAMMI: Masyarakat Harus Kawal Pemilu 2019

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Iran Disebut Penjarakan 1,7 Juta Orang Pasca Revolusi 1979

"Informasi itu didasarkan pada sebuah file rahasia mengenai proses pengadilan yang diperoleh oleh pelapor," tambah kelompok itu.

Jum'at, 08/02/2019 13:53 0

Afghanistan

Tegas, Taliban Tolak Misi Kontra-Terorisme AS Diperpanjang

Taliban kembali menegaskan tuntutan mereka bahwa seluruh pasukan asing harus keluar dari Afghanistan.

Jum'at, 08/02/2019 11:28 0

Amerika

Jenderal AS: Serangan Udara Tak Lemahkan Al-Shabaab Somalia

“Pada akhirnya, serangan-serangan (udara) seperti ini tidak mengalahkan Al-Shabaab,” kata Waldhauser dalam laporannya kepada Komite Layanan Bersenjata di Senat AS pada Kamis (07/02).

Jum'at, 08/02/2019 09:54 0

Rusia

Kontrol HTS Atas Idlib Kian Luas, Rusia Salahkan Turki

Zakharova memperingatkan bahwa “para teroris” di Suriah sedang mempersiapkan serangan untuk mengambil kendali atas zona de-eskalasi.

Jum'at, 08/02/2019 09:04 0

Arab Saudi

Saudi Teken Kerjasama dengan Belasan Perusahan Hiburan Inggris

Pada kesempatan Ramadhan, perusahaan Design Lab Experience untuk menyiapkan tenda-tenda hiburan Ramadhan, Team Partner Three untuk mengoperasikan dua teater bergerak dan perusahaan Mellors Group untuk hiburan-hiburan keliling kota.

Jum'at, 08/02/2019 07:05 0

Video News

Wawancara Eksklusif: RUU P-KS, Perlukah?

KIBLAT.NET- Apakah Indonesia butuh RUU P-KS? Berikut adalah wawancara eksklusif kami bersama sekretaris komisi pengkajian...

Kamis, 07/02/2019 19:59 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Tiga Golongan yang Dimurkai Allah

Khutbah Jumat: Tiga Golongan yang Dimurkai Allah

Kamis, 07/02/2019 16:38 0

Afghanistan

Konferensi Moskow Tekankan Pentingya Penghapusan Para Komandan Taliban dari Daftar Hitam

Untuk itu, menghapus nama para pemimpin Taliban dari daftar hitam internasional merupakan hal yang sangat mendesak.

Kamis, 07/02/2019 15:30 0

Artikel

Perdebatan Politik di Media Sosial, Kita Dapat Apa Sih?

Proses memasyarakatkan politik seharusnya bergerak secara simultan dengan upaya mencerdaskan kehidupan rakyat. Dalam artian, rakyat dibangun rasionalitasnya menentukan untuk apa hak politiknya digunakan.

Kamis, 07/02/2019 14:57 0

Philipina

Putaran Kedua Referendum Bangsamoro Selesai Meski Terjadi Pemboman

Menurut Direktur Jenderal Polisi Nasional Oscar Albayalde, tiga ledakan terjadi di Lanao del Norte pada malam plebisit. Tidak ada yang dilaporkan terluka dalam insiden itu.

Kamis, 07/02/2019 13:59 0

Close