... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Sampaikan Pandangan Politik kepada Para Politikus Afghanistan

Foto: Imarah Islam Taliban menggelar konvoi atau parade militer besar-besaran di pusat distrik Sangin, propinsi Helmand, beberapa tahun lalu/ilustrasi

KIBLAT.NET, Moskow – Gerakan Taliban menyampaikan pandangannya bagi masa depan Afghanistan kepada para pemimpin oposisi politik dalam konferensi di Moskow yang berlangsung pada Selasa dan Rabu kemarin. Pandangan itu disampaikan langsung oleh ketua tim negosiator Taliban, Sher Muhammad Abbas Stankazi.

Seperti disampaikan dalam pernyataan yang dirilis Channel Telegram resmi Imarah Islam Afghanistan pada Selasa (05/02), Stankazi menyampaikan lima poin penting pandangan politik Taliban. Berikut isinya:

Pertama: Ada dua hambatan utama untuk perdamaian di Afghanistan: pendudukan asing di mana semua warga Afghanistan harus bekerja untuk mengusir penjajah dan tidak adanya pemerintahan Islam di Afghanistan.

Kedua: Penting untuk menyetujui pembentukan pemerintahan Islam independen yang komprehensif di Afghanistan sebagai ganti sistem agen asing saat ini.

Ketiga: Kami tidak menerima Konstitusi Afghanistan saat ini karena disalin dari Barat, dan dibuat oleh penjajah dan dipaksakan pada rakyat Muslim Afghanistan.

Keempat: Kami melindungi semua hak perempuan yang diberikan oleh Syriat Islam dengan hak penuh dalam bekerja, belajar, memiliki properti, berdagang, dan memilih suami dan hak-hak lainnya berdasarkan hukum Islam.

Kelima: Imarah Islam Afghanistan dan penegakan sistem Islam setelah pembebasan negara akan berperang terhadap narkoba dan pengurangan penanaman opium di Afghanistan menjadi nol, insya Allah. Saat ini di bawah pendudukan AS yang brutal dan pengelolaan pemerintahan boneka Kabul, tanaman opium tumbuh di lebih dari 328 ribu hektar wilayah Afghanistan. Produksi opium tahun lalu lebih dari 9.000 ton, dan jumlah pengguna narkoba di Afghanistan adalah 4 juta.

BACA JUGA  Kabul Bebaskan Anggota Taliban, Termasuk Komandan

Konferensi tidak resmi ini mengundang tokoh-tokoh politik rival presiden yang berkuasa, Ashraf Ghani. Di antara yang hadir, mantan presiden Hamid Karzai, mantan kepala keamanan nasional Muhammad Hanif Atmar yang juga akan mencalonkan diri sebagai presiden saingan Ghani, mantan Dubes Afghanistan untuk Pakistan Muhammad Umar Rakhilul.

Para pemimpin politik itu menyambut baik konferensi ini dan menilai sebagai angin segar solusi damai bagi masa depan Afghanistan. Konferensi-konferensi tersebut rencana digelar kembali untuk menyamakan persepsi bagi pergerakan politik di Negara itu.

Sumber: Alemarah
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Hari Pers Nasional; Meneguhkan Integritas Insan Pers Indonesia

Pers yang didaulat sebagai pilar keempat demokrasi harus mampu menyuguhkan setiap kebenaran kepada khalayak ramai.

Kamis, 07/02/2019 07:17 0

Indonesia

Mantan Menkumham: Kasus Novel Potensi Turunkan Elektabilitas Jokowi

Amir mengkritisi sikap Jokowi yang enggan turut andil dalam penyelesaian kasus yang menimpa Novel dengan alasan tak mau mencampuri proses hukum.

Kamis, 07/02/2019 05:25 0

Indonesia

HRS Center: RUU P-KS Tak Sesuai dengan Ajaran Islam

Merujuk isi pada RUU P-KS, bisa saja nantinya ada suami yang mengajak istrinya berhubungan, lalu istrinya merasa terpaksa kemudian melaporkan suaminya karena dianggap telah melakukan kekerasan seksual.

Rabu, 06/02/2019 16:50 0

Indonesia

Dikenal Sebagai Oposan, Rocky Gerung Malah Dukung Caleg PDIP

Warganet pun terkejut dengan hal tersebut.

Rabu, 06/02/2019 15:37 0

Indonesia

Romo Syafii Tegaskan Polisi Sudah Tidak Promoter

Romo Syafii juga menyinggung soal perilaku polisi yang terkadang malah menjadi juru kampanye.

Rabu, 06/02/2019 15:21 0

Indonesia

Pengakuan Warga Indonesia di Xinjiang: Pemeriksaan Ketat, Saya Dikuntit Polisi

"Ini bukan hanya pelaporan. Hanya untuk mengunjungi dan melihat lokasi sangat sulit," katanya di Twitter pada 29 Januari 2019.

Rabu, 06/02/2019 15:18 0

Indonesia

Komisi III DPR: Banyaknya OTT Bukan Indikator Keberhasilan KPK

Menurut pria yang biasa dipanggil Romo ini, banyaknya OTT justru menunjukan kegagalan KPK dalam menurunkan keinginan orang untuk korupsi.

Rabu, 06/02/2019 14:52 0

Indonesia

Soal RUU P-KS, Nasyiatul Aisyiyah Minta Pemerintah Tidak Grusa-grusu

Perlu sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat sebelum sebuah kebijakan disahkan.

Rabu, 06/02/2019 14:26 0

Indonesia

Lawyer Guru Honorer: Presiden Baru Tahu Gaji Guru Honorer 300 Ribu, Apa Dia Hanya Nge-Vlog?

Ketidaktahuan Jokowi akan kondisi guru honorer dinilai tidak masuk akal.

Rabu, 06/02/2019 14:05 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Mencari Titik Tengah dari Kekurangan Pasangan

KIBLATNET- Terkadang apa yang diharapkan dari sebuah pernikahan tidak terdapat pada pasangan. Sehingga mungkin kekecewaan...

Rabu, 06/02/2019 13:39 0

Close