Putaran Kedua Referendum Bangsamoro Selesai Meski Terjadi Pemboman

KIBLAT.NET, Manila – Putaran kedua plebisit untuk UU Otonomi Bangsamoro (BOL) telah berlangsung pada Rabu (06/02/2019), meskipun terjadi sejumlah ledakan sebelumnya.

Menurut Direktur Jenderal Polisi Nasional Oscar Albayalde, tiga ledakan terjadi di Lanao del Norte pada malam plebisit. Tidak ada yang dilaporkan terluka dalam insiden itu.

Fase kedua plebisit diadakan di enam kota -Tagoloan, Balo-i, Pantar, Munai, Nunungan dan Tangcal- di barat laut Lanao del Norte dan di 67 barangay di Cotabato Utara.

Para pemilih akan menentukan kesediaan untuk bergabung dengan Daerah Otonomi Bangsamoro (BARMM) yang baru dibentuk di Muslim Mindanao, ataukah tidak.

Bangsamoro adalah istilah kolektif untuk Muslim Filipina yang tinggal di sebuah kepulauan di bagian selatan Filipina. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan Muslim Moro dan tanah air mereka.

Hasil putaran pertama pemungutan suara pada 21 Januari menunjukkan lebih dari 1,54 juta orang (setara dengan lebih dari 85 persen pemilih) mendukung BOL. Sementara sekitar 190.000 memilih menentan.

Pemungutan suara pertama di provinsi Maguindanao, Lanao Del Sur, dan provinsi pulau Basilan, Tawi-tawi dan Sulu serta kota-kota Cotabato dan Isabela.

Komisi Pemilihan Umum Filipina (COMELEC) mengumumkan bahwa hasil resmi akan diumumkan dalam waktu empat hari.

Sebelum pemungutan suara, COMELEC mengumumkan bahwa sekitar 640.000 pemilih termasuk Muslim, Lumad, Kristen, dan penduduk lokal mengikuti tahap kedua plebisit bersejarah.

Sumber: Anadolu
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat