... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Perundingan Moskow Sepakati 9 Poin Penting tentang Afghanistan

Foto: Perundingan tentang Afghanistan di Moskow.

KIBLAT.NET, Moskow – Para delegasi dalam perundingan damai di Moskow pada Rabu (06/02/2019), menyepakati sembilan poin terkait konflik di Afghanistan. Perwakilan Taliban hadir dalam pembicaraan, selain pihak oposisi dari Pemerintah Ashraf Ghani.

Setelah pertemuan di Moskow, perundingan berikutnya akan digelar di ibukota Qatar, Doha sesegera mungkin. Adapun sembilan poin deklarasi adalah sebagai berikut:

  1. Semua pihak dalam konferensi telah sepakat bahwa perdamaian yang bermartabat dan abadi adalah aspirasi seluruh rakyat Afghanistan, dan prinsip ini telah dicapai di Moskow.
  2. Mengingat situasi sensitif saat ini, semua pihak sepakat bahwa dialog intra-Afghanistan harus dilanjutkan secara teratur.
  3. Semua pihak sepakat untuk mendukung pembicaraan yang sedang berlangsung di Qatar dan menganggap pembicaraan ini sebagai langkah positif untuk mengakhiri perang di Afghanistan.
  4. Semua pihak telah sepakat bahwa reformasi sistematis dilakukan di semua lembaga nasional termasuk sektor keamanan setelah kesepakatan damai ditandatangani
  5. Semua pihak sepakat bahwa kerja sama negara-negara regional dan negara-negara besar sangat penting untuk menentukan perdamaian abadi dan nasional di Afghanistan
  6. Semua pihak sepakat untuk menghormati prinsip-prinsip Islam di semua bagian sistem, prinsip bahwa Afghanistan adalah rumah bersama bagi semua warga Afghanistan, dukungan kepada pemerintah terpusat yang kuat dengan semua etnis Afghanistan yang berperan di dalamnya, melindungi kedaulatan nasional dan mempromosikan keadilan sosial untuk menjaga Afghanistan netral dalam semua konflik regional dan internasional, melindungi nilai-nilai nasional dan agama Afghanistan dan melakukan kebijakan tunggal dan bersatu.
  7. Semua pihak sepakat bahwa untuk menentukan perdamaian abadi di Afghanistan, poin-poin berikut ini penting: penarikan lengkap pasukan asing dari negara itu, meminta semua negara untuk menghindari campur tangan dalam urusan internal Afghanistan, memberikan jaminan kepada masyarakat internasional bahwa Afghanistan tidak akan digunakan untuk melawan negara lain, perlindungan hak sosial, ekonomi, politik dan pendidikan wanita Afghanistan sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, perlindungan hak-hak politik dan sosial seluruh rakyat Afghanistan dan perlindungan kebebasan berbicara sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, melakukan upaya untuk menarik bantuan internasional untuk rekonstruksi infrastruktur Afghanistan.
  8. Semua pihak sepakat bahwa untuk menciptakan suasana kepercayaan dan mempromosikan perdamaian, langkah pertama yang pentin dipertimbangkan yakni, menangani masalah semua tahanan yang sudah tua, atau menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan atau memiliki menyelesaikan hukuman penjara mereka dan pemindahan para pemimpin Taliban dari daftar hitam PBB, pembukaan kantor politik resmi di Qatar untuk percepatan pembicaraan damai.
  9. Semua pihak sepakat bahwa pertemuan intra-Afghanistan berikutnya akan diadakan di Doha, Qatar sesegera mungkin. Perjanjian juga dibuat untuk bekerja lebih jauh pada beberapa masalah penting lainnya yang terkait dengan proses perdamaian di Afghanistan.
BACA JUGA  Kabul Umumkan Kematian Pemimpin AQIS, Taliban Anggap Berita Propaganda

Deklarasi ini muncul dua hari setelah pembicaraan damai tentang Afghanistan yang diikuti Taliban di Qatar. Keterlibatan pemerintah Afghanistan terus mendapat penolakan dari Taliban.

Sumber: Tolo News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jazuli Juwaini Jelaskan Kesalahan Definisi Kekerasan Seksual dalam RUU P-KS

Ketua Fraksi Partai Keadlian Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini mengkritisi definisi kekerasan sekual dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Kamis, 07/02/2019 11:44 0

Artikel

Laporan Syamina: Perang Kesabaran di Afghanistan

Triliunan dollar pajak rakyat Amerika dihabiskan untuk mengebom, merampas, dan menyiksa rakyat Afghanistan. Triliunan dollar lainnya harus dikeluarkan untuk merawat para vetaran yang terluka.

Kamis, 07/02/2019 10:08 0

Suara Pembaca

Hari Pers Nasional; Meneguhkan Integritas Insan Pers Indonesia

Pers yang didaulat sebagai pilar keempat demokrasi harus mampu menyuguhkan setiap kebenaran kepada khalayak ramai.

Kamis, 07/02/2019 07:17 0

Indonesia

Mantan Menkumham: Kasus Novel Potensi Turunkan Elektabilitas Jokowi

Amir mengkritisi sikap Jokowi yang enggan turut andil dalam penyelesaian kasus yang menimpa Novel dengan alasan tak mau mencampuri proses hukum.

Kamis, 07/02/2019 05:25 0

Indonesia

HRS Center: RUU P-KS Tak Sesuai dengan Ajaran Islam

Merujuk isi pada RUU P-KS, bisa saja nantinya ada suami yang mengajak istrinya berhubungan, lalu istrinya merasa terpaksa kemudian melaporkan suaminya karena dianggap telah melakukan kekerasan seksual.

Rabu, 06/02/2019 16:50 0

Indonesia

Dikenal Sebagai Oposan, Rocky Gerung Malah Dukung Caleg PDIP

Warganet pun terkejut dengan hal tersebut.

Rabu, 06/02/2019 15:37 0

Indonesia

Romo Syafii Tegaskan Polisi Sudah Tidak Promoter

Romo Syafii juga menyinggung soal perilaku polisi yang terkadang malah menjadi juru kampanye.

Rabu, 06/02/2019 15:21 0

Indonesia

Pengakuan Warga Indonesia di Xinjiang: Pemeriksaan Ketat, Saya Dikuntit Polisi

"Ini bukan hanya pelaporan. Hanya untuk mengunjungi dan melihat lokasi sangat sulit," katanya di Twitter pada 29 Januari 2019.

Rabu, 06/02/2019 15:18 0

Indonesia

Komisi III DPR: Banyaknya OTT Bukan Indikator Keberhasilan KPK

Menurut pria yang biasa dipanggil Romo ini, banyaknya OTT justru menunjukan kegagalan KPK dalam menurunkan keinginan orang untuk korupsi.

Rabu, 06/02/2019 14:52 0

Indonesia

Soal RUU P-KS, Nasyiatul Aisyiyah Minta Pemerintah Tidak Grusa-grusu

Perlu sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat sebelum sebuah kebijakan disahkan.

Rabu, 06/02/2019 14:26 0

Close