... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mantan Menkumham: Kasus Novel Potensi Turunkan Elektabilitas Jokowi

Foto: Politisi Partai Demokrat Amir Syamsuddin.

KIBLAT.NET, Jakarta – Mantan Menteri Hukum dan HAM RI, Amir Syamsuddin mengatakan bahwa kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan akan menjadi faktor turunnya elektabilitas Jokowi.

Amir mengkritisi sikap Jokowi yang enggan turut andil dalam penyelesaian kasus yang menimpa Novel dengan alasan tak mau mencampuri proses hukum. Ia menilai, penyelesaian kasus Novel hanyalah soal kemauan.

“Sebenarnya Novel Baswedan itu persoalannya hanya adakah kemauan. Tidak boleh kemudian beralasan tidak mau mencampuri proses hukum,” kata Amir kepada media usai mengisi acara di Seknas Prabowo-Sandi, Rabu (06/02/2019).

Politisi Partai Demokrat tersebut pun menekankan bahwa pihak kepolisian harusnya sangat mampu dalam menyelesaikan kasus tersebut. Hal itu menurut Amir terbukti dari reputasi Polri yang dikenal bagus dalam dunia Internasional.

“Permasalahannya bukan tidak mencampuri, polisi itu punya kemampuan yang luar biasa. Mereka punya reputasi di dunia internasional terutama dalam hal terorisme dan narkotika. Disini persoalannya, apakah ada political will (kemauan politik) untuk menuntaskan,” ujar Amir.

Amir pun menyebut, bila Jokowi mau dan dapat menyelesaikan kasus Novel Baswedan sebelum 17 April, maka hal itu akan sangat berpengaruh pada elektabilitas Paslon 01 tersebut.

“Kalo gak bisa diatasi, ya itu, pasti menjadi negatif,” tandasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Timur Tengah

Otoritas UEA Tangkap Pria Inggris Karena Pakai Jersey Timnas Qatar

Di Uni Emirat Arab, menunjukkan simpati untuk Qatar dianggap melanggar hukum, dengan hukuman penjara hingga 15 tahun.

Rabu, 06/02/2019 16:20 0

Rusia

Ratusan Teror Ancaman Bom Landa Moskow, 50 Ribu Orang Dievakuasi

Gelombang ancaman palsu bom Rusia telah melanda beberapa hari terakhir, mendorong evakuasi pusat perbelanjaan, sekolah dan gedung pemerinta di seluruh negeri.

Rabu, 06/02/2019 15:45 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Mencari Titik Tengah dari Kekurangan Pasangan

KIBLATNET- Terkadang apa yang diharapkan dari sebuah pernikahan tidak terdapat pada pasangan. Sehingga mungkin kekecewaan...

Rabu, 06/02/2019 13:39 0

China

Meliput di Xinjiang, Para Jurnalis Mengaku Alami Tekanan

Penerbitan visa yang ditunda, pengawasan, penahanan dan dugaan penyadapan telepon menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh jurnalis asing di Cina.

Rabu, 06/02/2019 11:33 0

Afghanistan

Taliban: Negosiasi yang Efektif dengan AS Menumbuhkan Harapan Bangsa Afghan

"Fokus harus kita arahkan supaya hasil yang sangat vital bisa tercapai, sebaliknya bukan hasil yang remeh-temeh dan bersifat taktis," kata Taliban.

Rabu, 06/02/2019 10:28 0

Amerika

Jenderal Votel Gelisah Senjata AS Jatuh ke Tangan Al-Qaidah Yaman

“Amerika Serikat harus menyelidiki apakah peralatan militer buatan AS di Yaman telah jatuh ke tangan kelompok bersenjata yang terkait dengan Al Qaidah atau pemberontak yang didukung Iran,” kata Fotel Komite Layanan Bersenjata Senat.

Rabu, 06/02/2019 09:53 0

Afghanistan

Taliban Serbu Kamp Militer di Kunduz, 26 Tentara Tewas

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Taliban-AS mencapai sejumlah kesepakatan negosiasi

Rabu, 06/02/2019 08:23 0

Suriah

Berdampak Negatif, Faksi Oposisi Suriah Larang Anggota Bermain Game PUBG

Syaikh Abdullah Al-Muhaisini memfatwakan haram bermain PUBG karena menyebabkan "kecanduan" dan "ikhtilat (bercampur antara laki-laki dan perempuan non mahram)".

Rabu, 06/02/2019 07:39 0

Suriah

Pemerintah Darurat Idlib Dirikan Lembaga Pendidikan Khatib dan Imam

Lembaga ini dinamakan Mahad Tsabit bin Qais. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas imam dan khatib

Rabu, 06/02/2019 06:59 0

Philipina

Kedubes RI Manila Sebut Kabar WNI Pelaku Serangan Bom di Pulau Jolo Belum Valid

Belum ada penjelasan terkait alasan Mendagri Filipina Eduardo Ano menyeret WNI dalam aksi ini

Selasa, 05/02/2019 19:23 0

Close