... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Konferensi Moskow Tekankan Pentingya Penghapusan Para Komandan Taliban dari Daftar Hitam

Foto: Delegasi Taliban

KIBLAT.NET, Moskow – Para politikus Afghanistan dan perwakilan Taliban menyeru penghapusan nama-nama komandan gerakan tersebut dari daftar hitam internasional. Seruan itu disampaikan setelah berakhirnya konferensi di Moskow Rabu (06/02), yang mempertemukan Taliban dengan para pemimpin politik oposisi Afghanistan.

Konferensi itu menyeru seluruh pihak untuk bekerja mewujudkan perdamaian permanen di Afghanistan. Sejumlah persoalan yang mengarah pada hal tersebut pun disepakati.

Berdasarkan pernyataan akhir konferensi, kedua pihak sepakat kelanjutan pembicaraan sesama orang Afghanistan, mendukung negosiasi antara Amerika Serikat dan Taliban dan tidak boleh ada campur tangan Negara lain dalam urusan dalam negeri Afghanistan.

Pernyataan itu juga menekankan pentingnya dukungan dunia internasional untuk perdamaian Afghanistan. Untuk itu, menghapus nama para pemimpin Taliban dari daftar hitam internasional merupakan hal yang sangat mendesak.

Kemudian, pernyataan itu sepakat mendukung Taliban diberi hak membuka kantor biro politik resmi di Qatar. Ini semua sangat penting untuk mencapai kemajuan dalam perdamaian di Afghanistan.

Pada bagiannya, mantan penasihat keamanan nasional Afghanistan sekaligus calon presiden saingan petahana, Hanif Atmar, mengatakan perlunya negosiasi untuk rekonsiliasi di Afghanistan dengan partisipasi pemerintah.

“Taliban telah berbicara dengan minat mereka dalam pertarungan yang gigih,” katanya kepada media setelah konferensi.

Dalam konferensi Moskow yang berlangsung Selasa dan Rabu sendiri tidak melibatkan pemerintah Kabul. Konferensi itu difasilitasi oleh Rusia.

BACA JUGA  PBB Sangat Prihatin Tewasnya Belasan Sipil oleh Pasukan Afghanistan

Taliban mengatakan bahwa pembicaraan itu sukses. Sejumlah keinginan Taliban disetujui oleh para politikus Afghanistan. Di antaranya, mengganti sistem pemerintahan yang ada saat ini dengan sistem Islam.

Sumber: Anadolu Agency
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Perdebatan Politik di Media Sosial, Kita Dapat Apa Sih?

Proses memasyarakatkan politik seharusnya bergerak secara simultan dengan upaya mencerdaskan kehidupan rakyat. Dalam artian, rakyat dibangun rasionalitasnya menentukan untuk apa hak politiknya digunakan.

Kamis, 07/02/2019 14:57 0

Indonesia

Immanuel Ebenezer Dipolisikan, Romo Syafii: Saya Tidak Yakin Hukum Bekerja

Anggota Komisi III DPR RI, Romo Syafii mengaku pesimis Immanuel Ebenezer diperiksa polisi

Kamis, 07/02/2019 14:57 0

Indonesia

Sepanjang Januari 2019, Kementrian Kominfo Identifikasi 175 Konten Hoaks

KIBLAT.NET – Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengidentiifikasi sebanyak 175 konten hoaks yang menyebar di internet...

Kamis, 07/02/2019 14:31 0

Indonesia

Putri Gus Dur Klaim RUU P-KS Rekomendasi Ulama

Putri bungsu Gus Dur mengkritik keras petisi tolak RUU P-KS yang dibuat oleh Maimon Herawati.

Kamis, 07/02/2019 14:08 0

Indonesia

Definisi Pelecehan Seksual di RUU P-KS Dapat Mengkriminalisasi Pengkritik LGBT

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini menilai ada potensi multitafsir soal definisi pelecehan seksual dalam RUU Penghapusan kekerasan seksual.

Kamis, 07/02/2019 12:20 0

Indonesia

Jazuli Juwaini Jelaskan Kesalahan Definisi Kekerasan Seksual dalam RUU P-KS

Ketua Fraksi Partai Keadlian Sejahtera (PKS), Jazuli Juwaini mengkritisi definisi kekerasan sekual dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.

Kamis, 07/02/2019 11:44 0

Artikel

Laporan Syamina: Perang Kesabaran di Afghanistan

Triliunan dollar pajak rakyat Amerika dihabiskan untuk mengebom, merampas, dan menyiksa rakyat Afghanistan. Triliunan dollar lainnya harus dikeluarkan untuk merawat para vetaran yang terluka.

Kamis, 07/02/2019 10:08 0

Suara Pembaca

Hari Pers Nasional; Meneguhkan Integritas Insan Pers Indonesia

Pers yang didaulat sebagai pilar keempat demokrasi harus mampu menyuguhkan setiap kebenaran kepada khalayak ramai.

Kamis, 07/02/2019 07:17 0

Indonesia

Mantan Menkumham: Kasus Novel Potensi Turunkan Elektabilitas Jokowi

Amir mengkritisi sikap Jokowi yang enggan turut andil dalam penyelesaian kasus yang menimpa Novel dengan alasan tak mau mencampuri proses hukum.

Kamis, 07/02/2019 05:25 0

Indonesia

HRS Center: RUU P-KS Tak Sesuai dengan Ajaran Islam

Merujuk isi pada RUU P-KS, bisa saja nantinya ada suami yang mengajak istrinya berhubungan, lalu istrinya merasa terpaksa kemudian melaporkan suaminya karena dianggap telah melakukan kekerasan seksual.

Rabu, 06/02/2019 16:50 0

Close