... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ucapan Immanuel Ebenezer Soal Alumni 212 Masuk Delik Ujaran Kebencian

Foto: Pakar hukum Dr. Abdul Chair Ramadhan

KIBLAT.NET, Jakarta – Ahli Hukum Pidana, Dr. Abdul Chair Ramadhan menyatakan bahwa ucapan Immanuel Ebenezer bermasalah, karena mengandung unsur menebar kebencian dan permusuhan terhadap salah satu golongan tertentu.

Immanuel, yang menjadi Ketua Umum BTP Mania sebelumnya mengatakan bahwa alumni 212 sebagai kelompok penghamba uang.

“Dia itu menimbulkan permasalahan dalam hukum. Itu masuk ke delik pernyataan kebencian atau permusuhan terhadap salah satu golongan tertentu,” kata Abdul Chair pada Selasa (05/01/2019).

Lebih jauh, saksi ahli dalam sidang penistaan agama mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok itu menyebut bahwa ucapan Immanuel mengandung unsur SARA.

“Dan juga bisa pernyataan terhadap permusuhan, kebencian terhadap salah satu agama di Indonesia, yaitu Islam,” ujarnya, seraya menjelaskan bahwa alumni 212 notabene-nya adalah kaum muslimin.

Immanuel, kata Abdul Chair, dapat dikenakan pasal 156. “Ujaran kebencian serta permusuhan yang berdasarkan ras suku agama atau satu golongan. Jadi itu masuk pada agama atau golongan,” tambahnya.

Dari sini, anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu meminta kepada kepolisian untuk segera memproses kasus Immanuel.

“Ya, harus diproses!” tutupnya.

Reporter: Syuja Asadullah
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Meliput di Xinjiang, Para Jurnalis Mengaku Alami Tekanan

Penerbitan visa yang ditunda, pengawasan, penahanan dan dugaan penyadapan telepon menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh jurnalis asing di Cina.

Rabu, 06/02/2019 11:33 0

Afghanistan

Taliban: Negosiasi yang Efektif dengan AS Menumbuhkan Harapan Bangsa Afghan

"Fokus harus kita arahkan supaya hasil yang sangat vital bisa tercapai, sebaliknya bukan hasil yang remeh-temeh dan bersifat taktis," kata Taliban.

Rabu, 06/02/2019 10:28 0

Amerika

Jenderal Votel Gelisah Senjata AS Jatuh ke Tangan Al-Qaidah Yaman

“Amerika Serikat harus menyelidiki apakah peralatan militer buatan AS di Yaman telah jatuh ke tangan kelompok bersenjata yang terkait dengan Al Qaidah atau pemberontak yang didukung Iran,” kata Fotel Komite Layanan Bersenjata Senat.

Rabu, 06/02/2019 09:53 0

Afghanistan

Taliban Serbu Kamp Militer di Kunduz, 26 Tentara Tewas

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Taliban-AS mencapai sejumlah kesepakatan negosiasi

Rabu, 06/02/2019 08:23 0

Suriah

Berdampak Negatif, Faksi Oposisi Suriah Larang Anggota Bermain Game PUBG

Syaikh Abdullah Al-Muhaisini memfatwakan haram bermain PUBG karena menyebabkan "kecanduan" dan "ikhtilat (bercampur antara laki-laki dan perempuan non mahram)".

Rabu, 06/02/2019 07:39 0

Suriah

Pemerintah Darurat Idlib Dirikan Lembaga Pendidikan Khatib dan Imam

Lembaga ini dinamakan Mahad Tsabit bin Qais. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas imam dan khatib

Rabu, 06/02/2019 06:59 0

Philipina

Kedubes RI Manila Sebut Kabar WNI Pelaku Serangan Bom di Pulau Jolo Belum Valid

Belum ada penjelasan terkait alasan Mendagri Filipina Eduardo Ano menyeret WNI dalam aksi ini

Selasa, 05/02/2019 19:23 0

Turki

Erdogan Akui Turki Jalin Kontak “Bawah Tanah” dengan Rezim Suriah

"Bahkan jika itu adalah musuhmu, kamu tidak akan sepenuhnya memutuskan ikatan kalau-kalau kamu membutuhkannya," kata Erdogan pada Ahad (03/02/2019).

Selasa, 05/02/2019 14:35 0

Video News

Polisikan Immanuel Ebenezer, Ini Kata Pelapor

KIBLAT.NET- Imanuel Ebenezer dilaporkan oleh Eka Gumilar terkait perkara Penghinaan Kelompok atau Golongan pasal 157...

Selasa, 05/02/2019 14:17 0

Opini

Immanuel Ebenezer Bukan Pertama, Ini Daftar Pendukung Jokowi yang Dipolisikan

Immanuel yang menyebut massa 212 penghamba uang bukan orang pertama yang dilaporkan oleh pihak yang berseberangan dengan pemerintah

Selasa, 05/02/2019 13:52 1

Close