... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Terkait Dengan RUU P-KS, Direktur INSISTS: Ada Akar Ideologi Feminis Radikal!

Foto: Direktur Eksekutif INSISTS, Henri Salahudin

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS) Dr. Henri Shalahuddin, MA mengkritisi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Menurut Henri,  meskipun RUU ini dimunculkan untuk melindungi perempuan dari kekerasan seksual, akan tetapi perlindungan negara bukan hanya terhadap perempuan saja.

“Tetapi laki-laki, perempuan, tua-muda harus mendapatkan perlindungan maksimal dari negara,” ungkap Henri dalam diskusi “Kiblat Review: RUU P-KS” di Studio Kiblat News, Jum’at (01/02/2019).

Henri juga menyayangkan penggunaan kata-kata yang manipulatif, seperti kalimat “kekerasan dalam perlindungan terkait seksualitas”.

“Kenapa tidak kejahatan? Kalau dalam KBBI tentu ada perbedaan yang sangat mendasar. Kekerasan dan kejahatan, kalau kekerasan dalam KBBI adalah pemaksaan, dan ini yang dimaksud pengusung RUU P-KS ini,” jelasnya.

Jadi, Henri memandang bahwa perlindungan kekerasan seksual itu perlindungan hanya untuk kaum rentan, dalam artian kaum rentan versi para pengusung RUU.

“Ini yang perlu dipertanyakan lagi, jadi kaum rentan itu ujung-ujungnya kaum minoritas dalam perilaku seksualitas, seperti gay, lesbi, dan seterusnya itu,” ungkap Henri.

Ia juga menyinggung nilai-nilai paham ideologi asing yang dimasukkan ke dalam RUU P-KS ini.

“Ini kelanjutan dari RUU KKG ( Kesetaraan dan keadilan gender) yang sudah di tolak dan mati suri itu, itu dari redaksi bahasa yang mereka susun itupun ini sudah terjemahan dari undang-undang negara lain yang mau diaplikasikan disini,” jelas Henri.

BACA JUGA  66 Tersangka Kerusuhan 21-22 Mei Dapat Penangguhan Penahanan

Henri menambahkan bahwa RUU P-KS hanya melindungi sebagian kecil kelompok tertentu dari sekian ratus juta bangsa Indonesia.

“Kalau begini caranya, RUU P-KS ini adalah bentuk kekerasan terhadap mayoritas bangsa Indonesia, jadi dia main paksa dan itu memang ciri khas feminis,” tegasnya.

Dalam pandangan Henri, kelompok feminis itu berjuang di ranah konstitusi, dan mereka selalu mengklaim dirinya bebas tetapi memaksa orang lain tidak bebas, sehingga melepaskan kebebasan yang mereka anut sendiri.

“Terkait dengan RUU P-KS ini ada akar ideologi dari feminis radikal. Jadi feminisme itu banyak alirannya, ada feminis liberal, sosialis, marxis, ada feminis global dan banyak lagi,” pungkasnya.

Reporter: Fanny Alif
Editor: Rusydan

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Meliput di Xinjiang, Para Jurnalis Mengaku Alami Tekanan

Penerbitan visa yang ditunda, pengawasan, penahanan dan dugaan penyadapan telepon menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh jurnalis asing di Cina.

Rabu, 06/02/2019 11:33 0

Afghanistan

Taliban: Negosiasi yang Efektif dengan AS Menumbuhkan Harapan Bangsa Afghan

"Fokus harus kita arahkan supaya hasil yang sangat vital bisa tercapai, sebaliknya bukan hasil yang remeh-temeh dan bersifat taktis," kata Taliban.

Rabu, 06/02/2019 10:28 0

Amerika

Jenderal Votel Gelisah Senjata AS Jatuh ke Tangan Al-Qaidah Yaman

“Amerika Serikat harus menyelidiki apakah peralatan militer buatan AS di Yaman telah jatuh ke tangan kelompok bersenjata yang terkait dengan Al Qaidah atau pemberontak yang didukung Iran,” kata Fotel Komite Layanan Bersenjata Senat.

Rabu, 06/02/2019 09:53 0

Afghanistan

Taliban Serbu Kamp Militer di Kunduz, 26 Tentara Tewas

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Taliban-AS mencapai sejumlah kesepakatan negosiasi

Rabu, 06/02/2019 08:23 0

Suriah

Berdampak Negatif, Faksi Oposisi Suriah Larang Anggota Bermain Game PUBG

Syaikh Abdullah Al-Muhaisini memfatwakan haram bermain PUBG karena menyebabkan "kecanduan" dan "ikhtilat (bercampur antara laki-laki dan perempuan non mahram)".

Rabu, 06/02/2019 07:39 0

Suriah

Pemerintah Darurat Idlib Dirikan Lembaga Pendidikan Khatib dan Imam

Lembaga ini dinamakan Mahad Tsabit bin Qais. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas imam dan khatib

Rabu, 06/02/2019 06:59 0

Philipina

Kedubes RI Manila Sebut Kabar WNI Pelaku Serangan Bom di Pulau Jolo Belum Valid

Belum ada penjelasan terkait alasan Mendagri Filipina Eduardo Ano menyeret WNI dalam aksi ini

Selasa, 05/02/2019 19:23 0

Turki

Erdogan Akui Turki Jalin Kontak “Bawah Tanah” dengan Rezim Suriah

"Bahkan jika itu adalah musuhmu, kamu tidak akan sepenuhnya memutuskan ikatan kalau-kalau kamu membutuhkannya," kata Erdogan pada Ahad (03/02/2019).

Selasa, 05/02/2019 14:35 0

Video News

Polisikan Immanuel Ebenezer, Ini Kata Pelapor

KIBLAT.NET- Imanuel Ebenezer dilaporkan oleh Eka Gumilar terkait perkara Penghinaan Kelompok atau Golongan pasal 157...

Selasa, 05/02/2019 14:17 0

Opini

Immanuel Ebenezer Bukan Pertama, Ini Daftar Pendukung Jokowi yang Dipolisikan

Immanuel yang menyebut massa 212 penghamba uang bukan orang pertama yang dilaporkan oleh pihak yang berseberangan dengan pemerintah

Selasa, 05/02/2019 13:52 1

Close