... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban: Negosiasi yang Efektif dengan AS Menumbuhkan Harapan Bangsa Afghan

Foto: Delegasi Taliban dalam sebuah perundingan.

KIBLAT.NET, Kabul – Berawal ketika pejabat-pejabat Amerika Serikat mulai menerima realita lapangan di Afghanistan dan memulai pembicaraan langsung dengan perwakilan politik Imarah Islam (Taliban), sejumlah negosiasi yang efektif telah diinisiasi oleh kedua pihak dalam rangka mengakhiri pendudukan/ penjajahan Amerika. Maka dengan demikian, aspirasi bangsa Afghan pun mulai tumbuh kembali, demikian juga harapan mereka akan kemerdekaan dan perdamaian di Afghanistan yang berdasarkan Islam kembali hidup.

Alasan optimisme bangsa Afghan akan sebuah negara Afghanistan yang damai dan sejahtera adalah adanya laporan rencana penarikan mundur pasukan penjajah asing selama proses negosiasi sedang berlangsung, demikian juga pernyataan Menteri Luar Negeri AS terkait keseriusan pemerintah Amerika untuk menarik pulang seluruh pasukan ke negeri mereka. Kehadiran dan operasi militer pasukan asing itulah yang menjadi sebab utama terjadinya perang di Afghanistan selama ini. Rakyat Afghan dan seluruh kalangan terpelajar sepakat bahwa dengan penarikan pasukan asing, berarti faktor yang menyebabkan perang telah dihapus, dan masyarakat akan memiliki kesempatan untuk hidup secara damai setelah 40 tahun hidup di bawah ancaman konflik.

Ketika tiba waktunya untuk memetik buah jihad, Imarah Islam telah mengambil langkah-langkah di ranah politik dan diplomasi dalam rangka mengakhiri penjajahan asing, termasuk di bidang tata kelola pemerintahan, perdamaian, dan kesejahteraan material dan spiritual bagi bangsa Afghan. Langkah-langkah politik ini dilakukan beriringan dengan perjuangan Jihad bersenjata dengan segala keberanian, keikhlasan, dan kemandirian dalam rangka mempertahankan kedaulatan nasional, termasuk mengorbankan apa saja demi melindungi warisan agama dan budaya bangsa Afghan. Dan Imarah Islam berkomitmen untuk mengikuti proses (negosiasi) tersebut dengan penuh waspada, cerdas, dan berpegang pada prinsip.

BACA JUGA  Taliban Beberkan Proses Negosiasi dengan Amerika Serikat

Supaya harapan bangsa Afghan yang terjajah dan bangsa Afghan yang beriman dan bertaqwa kepada Allah tersebut tidak pupus dan menjadi bumerang, maka semua pihak diminta untuk menyikapi peluang ini dengan cara yang bertanggung jawab. Dan karena bagian tanggung jawab yang besar berada di pundak Amerika, maka pejabat-pejabat Amerika harus memahami bahwa mereka tidak sedang berurusan dengan sebuah kelompok ataupun gerakan politik, namun mereka sedang berurusan dengan sebuah proses yang menyangkut kehidupan dan masa depan seluruh bangsa dan negara Afghanistan. Perang yang terjadi saat ini telah menghancurkan kehidupan dan harta benda rakyat yang tak berdosa dan itu berlangsung setiap hari. Berbagai kerusakan dan kerugian ini bukan hanya dirasakan efeknya oleh rakyat Afghan, namun juga oleh pemerintah Amerika sendiri, dan rakyat lah pihak yang paling berat merasakan efek perang tersebut selama tujuh belas tahun terakhir.

Maka menjadi tanggung jawab moral untuk mendorong negosiasi yang sedang dalam proses saat ini ke arah yang positif. Fokus harus kita arahkan supaya hasil yang sangat vital bisa tercapai, sebaliknya bukan hasil yang remeh-temeh dan bersifat taktis. Hal itu bertujuan agar harapan jutaan orang terhadap proses negosiasi ini tidak kandas begitu saja. Mereka hanya ingin hidup damai di tanah air mereka sendiri sesuai dengan nilai-nilai yang mereka anut. Kita berdoa dan berharap semoga Allah SWT mengabulkan aspirasi bangsa Afghan yang terjajah, yaitu mereka ingin hidup secara terhormat dan penuh ikhlas.

BACA JUGA  Semasa Hidup, Mullah Umar Ternyata Sembunyi Tak Jauh dari Pangkalan AS

Sumber: Alemarah
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Polisikan Immanuel Ebenezer, Ini Kata Pelapor

KIBLAT.NET- Imanuel Ebenezer dilaporkan oleh Eka Gumilar terkait perkara Penghinaan Kelompok atau Golongan pasal 157...

Selasa, 05/02/2019 14:17 0

Opini

Immanuel Ebenezer Bukan Pertama, Ini Daftar Pendukung Jokowi yang Dipolisikan

Immanuel yang menyebut massa 212 penghamba uang bukan orang pertama yang dilaporkan oleh pihak yang berseberangan dengan pemerintah

Selasa, 05/02/2019 13:52 1

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Tempaan di Bumi Jihad Afghanistan

KIBLAT.NET – Kajian ini secara utuh membahas tema jihad dan kekuasaan, lanjutan dari edisi berikut:...

Selasa, 05/02/2019 12:42 0

Indonesia

Pelapor: Immanuel Seharusnya Tidak Menebar Kebencian

Pelapor Immanuel Ebenezer, Eka Gumilar mengatakan bahwa Imanuel Ebenezer tidak seharusnya mengatakan bahwa massa 212 adalah penghamba uang.

Senin, 04/02/2019 21:53 1

Indonesia

Sebut Massa 212 Penghamba Uang, Immanuel Ebenezer Dipolisikan

Immanuel Ebenezer akhirnya dipolisikan karena menyebut peserta aksi 212 penghamba uang.

Senin, 04/02/2019 18:23 1

Suara Pembaca

Mewaspadai Predikat Negara Paling Santai

Indonesia menempati urutan pertama Most Chilled Out Countries in The World alias negara paling santai di dunia.

Senin, 04/02/2019 17:28 0

Suara Pembaca

Mewaspadai Tiga Golongan Manusia

Tiga golongan manusia yang punya potensi besar merusak Islam.

Senin, 04/02/2019 12:57 0

Analisis

Referendum Bangsamoro, Antara Peluang dan Pengulangan Kesalahan Masa Lalu

Apakah referendum Bangsamoro akan berjalan seperti yang dicita-citakan para pendiri dan pemimpin MILF sebelumnya, ataukah hanya pengulangan sejarah kesalahan yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya oleh MNLF?

Senin, 04/02/2019 11:43 0

Manhaj

Zaman Jahiliyah, Ketika Wahyu Tidak Mengatur Kehidupan Manusia

Sebelum diutusnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, kehidupan manusia sangat hancur. Itulah zaman Jahiliyah, di mana manusia sangat jauh dari kemajuan peradaban. Bukan materi dan intelektual yang tidak mengalami kemajuan, namun jauhnya manusia dari akhlak mulia.

Senin, 04/02/2019 11:31 0

Artikel

Lika-liku Politik Nahdlatul Ulama

Sebagian orang menuduh Nahdlatul Ulama bersahabat dengan PKI. Bahkan menjuluki Rais ‘Am NU, K.H. Wahab Hasbullah sebagai ‘Ulama Nasakom.’

Senin, 04/02/2019 00:24 0

Close