... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal RUU P-KS, Nasyiatul Aisyiyah Minta Pemerintah Tidak Grusa-grusu

Foto: Logo Nasyiatul Aisyiah.

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Umum Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini meminta kepada DPR-RI untuk tidak tergesa-gesa dalam menghadapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Ia menilai, banyak masyarakat yang masih awam terkait RUU tersebut sehingga perlu adanya sosialisasi.

“Setiap RUU itu, mestinya DPR melakukan public hearing dulu. Tidak langsung diketok palu. Nah, ini yang hilang akhir-akhir ini. Setiap RUU itu langsung diketok palu, sehingga tidak ada masukan dari masyarakat,” kata Diyah kepada Kiblat.net melalui sambungan telepon pada Selasa (05/02/2019).

Diyah mengaku, dirinya juga seringkali mendapat keluhan terkait RUU tersebut. Ia pun mengajak masyarakat untuk benar-benar menyimak pasal demi pasal yang ada.

“Cuman kan tidak semua masyarakat memahami itu, dan itu kan sangat tidak jelas. Nah, makanya saran saya DPR jangan gegabah untuk segera mengesahkan, kami di Muhammadiyah itu sedang membahas tentang kajian ini dan bahkan kami mendukung untuk dilakukan public hearing terlebih dahulu,” imbuhnya.

Sebelumnya, banyak beredar kabar bahwa dalam RUU P-KS tercantum bahwa pemaksaan busana termasuk dalam kekerasan seksual. Diyah mengatakan, hal itu tidak benar. Ia menyebut pihaknya telah menelaah RUU tersebut per pasal dan tidak menemukan pengkategorian pemaksaan busana sebagai kekerasan seksual.

“Itu yang revisi tahun 2017 sudah nggak ada, saya sudah menerima banyak sekali masukan itu, terus kami telaah, saya telaah per pasal. Nggak ada itu ,” ujar Diyah.

BACA JUGA  PKS: Kebakaran Hutan Setiap Tahun Terjadi, Seharusnya Pemerintah Bisa Antisipasi

Terakhir Diyah kembali menegaskan perlunya sosialisasi dari pihak pemerintah kepada masyarakat sebelum mengesahkan sebuah kebijakan.

“Pemerintah jangan gegabah untuk segera mengetok palu, jadi ini harus ada public hearing terus juga harus dilakukan sosialisasi dulu,” tandasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Rusydan
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Mencari Titik Tengah dari Kekurangan Pasangan

KIBLATNET- Terkadang apa yang diharapkan dari sebuah pernikahan tidak terdapat pada pasangan. Sehingga mungkin kekecewaan...

Rabu, 06/02/2019 13:39 0

China

Meliput di Xinjiang, Para Jurnalis Mengaku Alami Tekanan

Penerbitan visa yang ditunda, pengawasan, penahanan dan dugaan penyadapan telepon menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh jurnalis asing di Cina.

Rabu, 06/02/2019 11:33 0

Afghanistan

Taliban: Negosiasi yang Efektif dengan AS Menumbuhkan Harapan Bangsa Afghan

"Fokus harus kita arahkan supaya hasil yang sangat vital bisa tercapai, sebaliknya bukan hasil yang remeh-temeh dan bersifat taktis," kata Taliban.

Rabu, 06/02/2019 10:28 0

Amerika

Jenderal Votel Gelisah Senjata AS Jatuh ke Tangan Al-Qaidah Yaman

“Amerika Serikat harus menyelidiki apakah peralatan militer buatan AS di Yaman telah jatuh ke tangan kelompok bersenjata yang terkait dengan Al Qaidah atau pemberontak yang didukung Iran,” kata Fotel Komite Layanan Bersenjata Senat.

Rabu, 06/02/2019 09:53 0

Afghanistan

Taliban Serbu Kamp Militer di Kunduz, 26 Tentara Tewas

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Taliban-AS mencapai sejumlah kesepakatan negosiasi

Rabu, 06/02/2019 08:23 0

Suriah

Berdampak Negatif, Faksi Oposisi Suriah Larang Anggota Bermain Game PUBG

Syaikh Abdullah Al-Muhaisini memfatwakan haram bermain PUBG karena menyebabkan "kecanduan" dan "ikhtilat (bercampur antara laki-laki dan perempuan non mahram)".

Rabu, 06/02/2019 07:39 0

Suriah

Pemerintah Darurat Idlib Dirikan Lembaga Pendidikan Khatib dan Imam

Lembaga ini dinamakan Mahad Tsabit bin Qais. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas imam dan khatib

Rabu, 06/02/2019 06:59 0

Philipina

Kedubes RI Manila Sebut Kabar WNI Pelaku Serangan Bom di Pulau Jolo Belum Valid

Belum ada penjelasan terkait alasan Mendagri Filipina Eduardo Ano menyeret WNI dalam aksi ini

Selasa, 05/02/2019 19:23 0

Turki

Erdogan Akui Turki Jalin Kontak “Bawah Tanah” dengan Rezim Suriah

"Bahkan jika itu adalah musuhmu, kamu tidak akan sepenuhnya memutuskan ikatan kalau-kalau kamu membutuhkannya," kata Erdogan pada Ahad (03/02/2019).

Selasa, 05/02/2019 14:35 0

Video News

Polisikan Immanuel Ebenezer, Ini Kata Pelapor

KIBLAT.NET- Imanuel Ebenezer dilaporkan oleh Eka Gumilar terkait perkara Penghinaan Kelompok atau Golongan pasal 157...

Selasa, 05/02/2019 14:17 0

Close