... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengakuan Warga Indonesia di Xinjiang: Pemeriksaan Ketat, Saya Dikuntit Polisi

Foto: Azzam Mujahid Izzulhaq saat berada di Xinjiang.

KIBLAT.NET, Jakarta – Menurut laporan Klub Koresponden Asing Cina (FCCC), para jurnalis dipersulit untuk meliput di wilayah Xinjiang, Cina barat laut yang dihuni mayoritas Uighur. Beberapa gangguan derasakan, mulai penerbitan visa yang ditunda, pengawasan ketat, penyadapan telepon, bahkan penahahan.

Seoran entrepeneur asal Indonesia, Azzam Mujahid Izzulhaq membenarkan laporan tersebut. Dia, yang pernah mengunjungi Xinjiang merasakan tekanan pemerintah Cina terhadap pendatang di wilayah tersebut.

“Ini bukan hanya pelaporan. Hanya untuk mengunjungi dan melihat lokasi sangat sulit,” katanya di Twitter pada 29 Januari 2019.

“Saya telah mengunjungi Dabancheng, Xinjiang, setelah pemeriksaan ketat saya dikuntit oleh polisi. Teman saya tidak bisa memasuki masjid karena dia mengenakan jilbab.”

Kendati demikian, Azzam, yang menjadi CEO AMI Group dan AMI Foundation, mengatakan berhasil memasuki wilayah Xinjiang pada pertengahan Januari, meskipun dengan pengawasan ketat.

Menurut Azzam, pemeriksaan dan penagawasan super ketat dilakukan karena ada hal yang ingin ditutupi oleh otoritas setempat. Menurut laporan HRW, sekitar satu juta Uighur berada ditahan tanpa pengadilan dalam kamp-kamp konsentrasi yang tersebut di wilayah Xinjiang.

“Jika memang tidak ada apa-apa, maka tidak perlu ada pemeriksaan super ketat, tidak perlu ada pelarangan masuk, tidak perlu menggeledah, tidak perlu menguntit,” ujarnya.

Reporter: Ibas Fuadi
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Mencari Titik Tengah dari Kekurangan Pasangan

KIBLATNET- Terkadang apa yang diharapkan dari sebuah pernikahan tidak terdapat pada pasangan. Sehingga mungkin kekecewaan...

Rabu, 06/02/2019 13:39 0

China

Meliput di Xinjiang, Para Jurnalis Mengaku Alami Tekanan

Penerbitan visa yang ditunda, pengawasan, penahanan dan dugaan penyadapan telepon menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh jurnalis asing di Cina.

Rabu, 06/02/2019 11:33 0

Afghanistan

Taliban: Negosiasi yang Efektif dengan AS Menumbuhkan Harapan Bangsa Afghan

"Fokus harus kita arahkan supaya hasil yang sangat vital bisa tercapai, sebaliknya bukan hasil yang remeh-temeh dan bersifat taktis," kata Taliban.

Rabu, 06/02/2019 10:28 0

Amerika

Jenderal Votel Gelisah Senjata AS Jatuh ke Tangan Al-Qaidah Yaman

“Amerika Serikat harus menyelidiki apakah peralatan militer buatan AS di Yaman telah jatuh ke tangan kelompok bersenjata yang terkait dengan Al Qaidah atau pemberontak yang didukung Iran,” kata Fotel Komite Layanan Bersenjata Senat.

Rabu, 06/02/2019 09:53 0

Afghanistan

Taliban Serbu Kamp Militer di Kunduz, 26 Tentara Tewas

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah Taliban-AS mencapai sejumlah kesepakatan negosiasi

Rabu, 06/02/2019 08:23 0

Suriah

Berdampak Negatif, Faksi Oposisi Suriah Larang Anggota Bermain Game PUBG

Syaikh Abdullah Al-Muhaisini memfatwakan haram bermain PUBG karena menyebabkan "kecanduan" dan "ikhtilat (bercampur antara laki-laki dan perempuan non mahram)".

Rabu, 06/02/2019 07:39 0

Suriah

Pemerintah Darurat Idlib Dirikan Lembaga Pendidikan Khatib dan Imam

Lembaga ini dinamakan Mahad Tsabit bin Qais. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas imam dan khatib

Rabu, 06/02/2019 06:59 0

Philipina

Kedubes RI Manila Sebut Kabar WNI Pelaku Serangan Bom di Pulau Jolo Belum Valid

Belum ada penjelasan terkait alasan Mendagri Filipina Eduardo Ano menyeret WNI dalam aksi ini

Selasa, 05/02/2019 19:23 0

Turki

Erdogan Akui Turki Jalin Kontak “Bawah Tanah” dengan Rezim Suriah

"Bahkan jika itu adalah musuhmu, kamu tidak akan sepenuhnya memutuskan ikatan kalau-kalau kamu membutuhkannya," kata Erdogan pada Ahad (03/02/2019).

Selasa, 05/02/2019 14:35 0

Video News

Polisikan Immanuel Ebenezer, Ini Kata Pelapor

KIBLAT.NET- Imanuel Ebenezer dilaporkan oleh Eka Gumilar terkait perkara Penghinaan Kelompok atau Golongan pasal 157...

Selasa, 05/02/2019 14:17 0

Close