... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Meliput di Xinjiang, Para Jurnalis Mengaku Alami Tekanan

Foto: Salah satu kamp konsentrasi untuk Muslim Uighur di wilayah Xinjiang.

KIBLAT.NET, Jakarta – Penerbitan visa yang ditunda, pengawasan, penahanan dan dugaan penyadapan telepon menjadi salah satu tantangan yang dihadapi oleh jurnalis asing di Cina. Kondisi tersebut diungkapkan Klub Koresponden Asing China (FCCC) seperti dikutip AFP.

“Sebuah survei terhadap 109 jurnalis yang diterbitkan Selasa melukiskan gambaran paling gelap tentang kondisi pelaporan di China dalam ingatan baru-baru ini,” kata kelompok jurnalis itu.

“Pengawasan menjadi perhatian utama, dengan hampir setengah dari koresponden mengatakan mereka telah dikuntit pada tahun 2018, sementara 91 persen khawatir tentang keamanan ponsel mereka.”

Selain itu, ICCC melaporkan bahwa empat belas orang mengatakan bahwa mereka dilarang untuk mengakses area publik di wilayah Xinjiang yang jauh di barat.

Seperti diketahui, jutaan warga Uighur dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya ditahan dalam penahanan di luar hukum di kamp-kamp konsentrasi di kawasan itu.

Cina menuduh media asing membesar-besarkan kondisi itu. Tetapi 23 responden yang mengunjungi Xinjiang pada tahun 2018 mengatakan mereka mengalami semacam gangguan, seperti dipaksa untuk menghapus gambar atau data, gangguan dalam wawancara, bahkan penahanan.

“Saya diikuti dan dilacak sejauh hampir 1.600 kilometer, oleh setidaknya sembilan mobil dan 20 orang. Polisi bersenjata mendekati kendaraan saya dengan tameng diangkat dan menyuruh saya meletakkan tangan saya di luar mobil,” kata Nathan Vander Klippe dari Globe dan Mail dalam laporan itu.

BACA JUGA  Cina Blokir Semua Versi Bahasa Wikipedia

Klippe juga mengaku ditahan beberapa kali di Xinjiang.

Kementerian luar negeri Cina menolak laporan itu. Menurut Kementerian, laporan itu tidak mewakili pandangan semua koresponden asing di Cina.

“Kami bersedia melakukan yang terbaik untuk membantu menyelesaikan masalah, tetapi saya tidak yakin apakah menerbitkan laporan seperti itu konstruktif atau akan membantu menyelesaikan masalah.” kata juru bicara kementerian luar negeri Geng Shuang.

Patrick Poon, peneliti Cina di Amnesty International mengatakan bahwa ruang di Cina untuk jurnalis asing dengan cepat berkurang.

“Kecuali mereka tidak melaporkan apa pun tentang hak asasi manusia, mereka semua menghadapi risiko kehilangan visa yang semakin meningkat,” katanya kepada AFP.

Sumber: AFP
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Polisikan Immanuel Ebenezer, Ini Kata Pelapor

KIBLAT.NET- Imanuel Ebenezer dilaporkan oleh Eka Gumilar terkait perkara Penghinaan Kelompok atau Golongan pasal 157...

Selasa, 05/02/2019 14:17 0

Opini

Immanuel Ebenezer Bukan Pertama, Ini Daftar Pendukung Jokowi yang Dipolisikan

Immanuel yang menyebut massa 212 penghamba uang bukan orang pertama yang dilaporkan oleh pihak yang berseberangan dengan pemerintah

Selasa, 05/02/2019 13:52 1

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Tempaan di Bumi Jihad Afghanistan

KIBLAT.NET – Kajian ini secara utuh membahas tema jihad dan kekuasaan, lanjutan dari edisi berikut:...

Selasa, 05/02/2019 12:42 0

Indonesia

Pelapor: Immanuel Seharusnya Tidak Menebar Kebencian

Pelapor Immanuel Ebenezer, Eka Gumilar mengatakan bahwa Imanuel Ebenezer tidak seharusnya mengatakan bahwa massa 212 adalah penghamba uang.

Senin, 04/02/2019 21:53 1

Indonesia

Sebut Massa 212 Penghamba Uang, Immanuel Ebenezer Dipolisikan

Immanuel Ebenezer akhirnya dipolisikan karena menyebut peserta aksi 212 penghamba uang.

Senin, 04/02/2019 18:23 1

Suara Pembaca

Mewaspadai Predikat Negara Paling Santai

Indonesia menempati urutan pertama Most Chilled Out Countries in The World alias negara paling santai di dunia.

Senin, 04/02/2019 17:28 0

Suara Pembaca

Mewaspadai Tiga Golongan Manusia

Tiga golongan manusia yang punya potensi besar merusak Islam.

Senin, 04/02/2019 12:57 0

Analisis

Referendum Bangsamoro, Antara Peluang dan Pengulangan Kesalahan Masa Lalu

Apakah referendum Bangsamoro akan berjalan seperti yang dicita-citakan para pendiri dan pemimpin MILF sebelumnya, ataukah hanya pengulangan sejarah kesalahan yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya oleh MNLF?

Senin, 04/02/2019 11:43 0

Manhaj

Zaman Jahiliyah, Ketika Wahyu Tidak Mengatur Kehidupan Manusia

Sebelum diutusnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, kehidupan manusia sangat hancur. Itulah zaman Jahiliyah, di mana manusia sangat jauh dari kemajuan peradaban. Bukan materi dan intelektual yang tidak mengalami kemajuan, namun jauhnya manusia dari akhlak mulia.

Senin, 04/02/2019 11:31 0

Artikel

Lika-liku Politik Nahdlatul Ulama

Sebagian orang menuduh Nahdlatul Ulama bersahabat dengan PKI. Bahkan menjuluki Rais ‘Am NU, K.H. Wahab Hasbullah sebagai ‘Ulama Nasakom.’

Senin, 04/02/2019 00:24 0

Close