... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jenderal Votel Gelisah Senjata AS Jatuh ke Tangan Al-Qaidah Yaman

Foto: Jenderal Joseph Votel, Komandan AS untuk Operasi di Timur Tengah

KIBLAT.NET, Washington – Komandan Pasukan AS untuk Operasi Timur Tengah, Jenderal Joseph Votel, mengungkapkan keprihatiannya atas laporan media tentang jatuhnya senjata AS ke tangan kelompok bersenjata yang terkait dengan Al-Qaidah atau pemberontak Syiah Hutsi di Yaman. Keprihatinan itu disampaikan di hadapan Anggota Dewan Senat, seperti dilansir AFP pada Senin (05/02).

“Amerika Serikat harus menyelidiki apakah peralatan militer buatan AS di Yaman telah jatuh ke tangan kelompok bersenjata yang terkait dengan Al Qaidah atau pemberontak yang didukung Iran,” kata Votel Komite Layanan Bersenjata Senat.

Ia menekankan bahwa laporan media itu harus ditanggapi serius. Kita harus melakukan penyelidikan lebih baik.

Beberapa waktu sebelumnya, CNN menurunkan laporan investigasi yang menyebut koalisi pimpinan Saudi di Yaman, yang didukung oleh Washington, mentransfer senjata dan kendaraan militer buatan AS kepada pejuang yang terkait dengan Al-Qaidah, kelompok-kelompok bersenjata “Salafi ekstremis”, dan kelompok-kelompok lain.

Tak hanya Fotel, juru bicara Pentagon juga menganggap serius laporan tersebut. Jika laporan itu benar adanya, ini merupakan pelanggaran.

“Kami menganggap serius dugaan penyalahgunaan peralatan pertahanan buatan AS, dan kami akan segera memulai penyelidikan segera setelah kami memiliki bukti yang kredibel,” kata juru bicara Departemen Pertahanan AS, John Michael.

Departemen Luar Negeri AS segera mengeluarkan intruksi kepada Negara-negara yang memberi senjata dari negaranya untuk tidak menyerahkan senjata itu pihak lain sebelum ada persetujuan. Hal itu sebenarnya sudah tertuang dalam setiap kesepakatan pembelian senjata dengan AS.

BACA JUGA  Pasca Insiden Penembakan Massal, AS Kumpulkan Perusahaan Media Sosial

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dua Negara yang paling berperan dalam koalisi Arab untuk mendukung legitimasi di Yaman, merupakan konsumen senjata AS terbesar. Senjata-senjata itu digunakan dalam perang di Yaman untuk menghadapi pemberontak Syiah Hutsi dan Organisasi Al-Qaidah.

Bantuan senjata yang diberikan kepada milisi pro pemerintah tak jarang sampai ke tangan Al-Qaidah. Para pejuang Al-Qaidah membaur dengan rakyat sehingga terkadang sulit dideteksi. Sementara pemberontak Hutsi mendapat senjata AS dari rampasan perang.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Polisikan Immanuel Ebenezer, Ini Kata Pelapor

KIBLAT.NET- Imanuel Ebenezer dilaporkan oleh Eka Gumilar terkait perkara Penghinaan Kelompok atau Golongan pasal 157...

Selasa, 05/02/2019 14:17 0

Opini

Immanuel Ebenezer Bukan Pertama, Ini Daftar Pendukung Jokowi yang Dipolisikan

Immanuel yang menyebut massa 212 penghamba uang bukan orang pertama yang dilaporkan oleh pihak yang berseberangan dengan pemerintah

Selasa, 05/02/2019 13:52 1

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Tempaan di Bumi Jihad Afghanistan

KIBLAT.NET – Kajian ini secara utuh membahas tema jihad dan kekuasaan, lanjutan dari edisi berikut:...

Selasa, 05/02/2019 12:42 0

Indonesia

Pelapor: Immanuel Seharusnya Tidak Menebar Kebencian

Pelapor Immanuel Ebenezer, Eka Gumilar mengatakan bahwa Imanuel Ebenezer tidak seharusnya mengatakan bahwa massa 212 adalah penghamba uang.

Senin, 04/02/2019 21:53 1

Indonesia

Sebut Massa 212 Penghamba Uang, Immanuel Ebenezer Dipolisikan

Immanuel Ebenezer akhirnya dipolisikan karena menyebut peserta aksi 212 penghamba uang.

Senin, 04/02/2019 18:23 1

Suara Pembaca

Mewaspadai Predikat Negara Paling Santai

Indonesia menempati urutan pertama Most Chilled Out Countries in The World alias negara paling santai di dunia.

Senin, 04/02/2019 17:28 0

Suara Pembaca

Mewaspadai Tiga Golongan Manusia

Tiga golongan manusia yang punya potensi besar merusak Islam.

Senin, 04/02/2019 12:57 0

Analisis

Referendum Bangsamoro, Antara Peluang dan Pengulangan Kesalahan Masa Lalu

Apakah referendum Bangsamoro akan berjalan seperti yang dicita-citakan para pendiri dan pemimpin MILF sebelumnya, ataukah hanya pengulangan sejarah kesalahan yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya oleh MNLF?

Senin, 04/02/2019 11:43 0

Manhaj

Zaman Jahiliyah, Ketika Wahyu Tidak Mengatur Kehidupan Manusia

Sebelum diutusnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, kehidupan manusia sangat hancur. Itulah zaman Jahiliyah, di mana manusia sangat jauh dari kemajuan peradaban. Bukan materi dan intelektual yang tidak mengalami kemajuan, namun jauhnya manusia dari akhlak mulia.

Senin, 04/02/2019 11:31 0

Artikel

Lika-liku Politik Nahdlatul Ulama

Sebagian orang menuduh Nahdlatul Ulama bersahabat dengan PKI. Bahkan menjuluki Rais ‘Am NU, K.H. Wahab Hasbullah sebagai ‘Ulama Nasakom.’

Senin, 04/02/2019 00:24 0

Close