... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jutaan Uighur Dikurung di Kamp Konsentrasi Cina, Kelompok HAM Serukan Penyelidikan

Foto: Jutaan orang Uighur ditahan di kamp konsentrasi Cina. (Ilustrasi)

KIBLAT.NET, Xinjiang – Kelompok-kelompok HAM mendesak PBB untuk mengirim penyelidik ke provinsi Xinjiang di barat laut Cina untuk menyelidiki penahanan massal etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya.

Human Rights Watch dan lebih dari selusin organisasi hak asasi manusia dan masyarakat sipil lainnya termasuk Amnesty International dan Kongres Uighur Dunia, telah mempublikasikan pengajuan kepada komisi HAM PBB untuk mengirim misi pencarian fakta internasional ke wilayah tersebut.

“Pelecehan di Xinjiang hari ini begitu parah sehingga perlu menyerukan aksi internasional,” kata ketua Human Rights Watch, Kenneth Roth kepada wartawan di Jenewa.

Hingga satu juta warga Uighur dan anggota kelompok minoritas Muslim lain berada dalam penahanan di luar hukum di kamp-kamp di Xinjiang.

Dolkun Isa dari Kongres Uighur Dunia mengatakan kepada wartawan melalui tautan video dari Oslo meyakini jumlah yang ditahan di Xinjiang telah mencapai sekitar tiga juta.

Cina mengklaim kamp konsentrasi sebagai pusat pendidikan kejuruan untuk mencegah orang berpaham terorisme dan mendorong mereka untuk berbaur kembali dengan masyarakat.

Namun, yang terlihat adalah Cina berusaha untuk mengasimilasi populasi minoritas Xinjiang dan menekan praktik agama dan budaya yang bertentangan dengan ideologi Komunis dan budaya Han yang dominan.

Dalam pernyataan mereka, organisasi-organisasi itu bersikeras bahwa kamp-kamp tersebut sebenarnya adalah kamp “pendidikan politik”. Mereka yang ditahan di dalamnya dianggap tidak loyal kepada pemerintah dan Partai Komunis Cina.

BACA JUGA  Sistem Politik Jahiliyah, Sumber Kerusakan dan Penindasan

“Di kamp-kamp ini, mereka menjadi sasaran indoktrinasi politik yang dipaksakan, penyangkalan keyakinan mereka, penganiayaan, dan dalam beberapa kasus penyiksaan,” kata pernyataan itu.

“Ada laporan tentang kematian di dalam fasilitas termasuk bunuh diri karena tidak kuat menanggung penganiayaan,” kata kepala Amnesty International Kumi Naidoo dalam sebuah pernyataan video.

Roth, dari HRW menyesalkan belum adanya protes global yang signifikan. “Cina lolos dari pelecehan luar biasa ini karena pertama, hanya sedikit orang yang tahu siapa Uighur itu,” katanya.

Dia menambahkan bahwa kurangnya protes juga dikaitkan dengan fakta bahwa Cina menggunakan pengaruh ekonominya untuk menekan kritik.

Roth mendesak Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk berbuat sesuatu kepada Cina. “Dia (Guterres) diam pada salah satu hal yang paling penting, pelanggaran hak asasi manusia paling berani, karena dia khawatir akan membuat marah orang Cina,” katanya.

Ketua hak asasi PBB Michelle Bachelet mengaku telah membahas hal tersebut dan menyuarakan keprihatinan September lalu di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia mengenai kamp-kamp konsentrasi di Xinjiang.

Dia mengatakan pihaknya sedang mencari akses ke Xinjiang untuk memeriksa laporan tentang kamp-kamp itu. Namun, Cina menegaskan kepada para pejabat PBB bahwa mereka boleh masuk jika tidak mencampuri urusan dalam negeri negara itu.

Dalam pernyataan mereka, LSM menekankan bahwa “misi pencarian fakta internasional yang dimandatkan oleh Dewan Hak Asasi Manusia diperlukan untuk mengungkap kebenaran.”

BACA JUGA  Berebut Wilayah, Milisi Rusia dan Iran Saling Serang di Hama

Mereka mengatakan bahwa keanggotaan Cina dalam Dewan Hak Asasi Manusia tidak mengecualikan negara itu dari pengawasan terhadap tuduhan serius.

“Laporan pelanggaran menyeluruh membutuhkan perhatian segera dan mendesak,” tegasnya.

Sumber: SBS News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Tempaan di Bumi Jihad Afghanistan

KIBLAT.NET – Kajian ini secara utuh membahas tema jihad dan kekuasaan, lanjutan dari edisi berikut:...

Selasa, 05/02/2019 12:42 0

Indonesia

Pelapor: Immanuel Seharusnya Tidak Menebar Kebencian

Pelapor Immanuel Ebenezer, Eka Gumilar mengatakan bahwa Imanuel Ebenezer tidak seharusnya mengatakan bahwa massa 212 adalah penghamba uang.

Senin, 04/02/2019 21:53 1

Indonesia

Sebut Massa 212 Penghamba Uang, Immanuel Ebenezer Dipolisikan

Immanuel Ebenezer akhirnya dipolisikan karena menyebut peserta aksi 212 penghamba uang.

Senin, 04/02/2019 18:23 1

Suara Pembaca

Mewaspadai Predikat Negara Paling Santai

Indonesia menempati urutan pertama Most Chilled Out Countries in The World alias negara paling santai di dunia.

Senin, 04/02/2019 17:28 0

Suara Pembaca

Mewaspadai Tiga Golongan Manusia

Tiga golongan manusia yang punya potensi besar merusak Islam.

Senin, 04/02/2019 12:57 0

Analisis

Referendum Bangsamoro, Antara Peluang dan Pengulangan Kesalahan Masa Lalu

Apakah referendum Bangsamoro akan berjalan seperti yang dicita-citakan para pendiri dan pemimpin MILF sebelumnya, ataukah hanya pengulangan sejarah kesalahan yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya oleh MNLF?

Senin, 04/02/2019 11:43 0

Artikel

Lika-liku Politik Nahdlatul Ulama

Sebagian orang menuduh Nahdlatul Ulama bersahabat dengan PKI. Bahkan menjuluki Rais ‘Am NU, K.H. Wahab Hasbullah sebagai ‘Ulama Nasakom.’

Senin, 04/02/2019 00:24 0

Info Event

Pengen Lulus Kuliah Tapi Juga Hafal Al-Quran? Kuy Gabung di MTM Zaid bin Tsabit

PENGEN LULUS SARJANA? TAPI JUGA PENGEN HAFAL AL-QURAN? Gabung aja bareng kita di Markaz Tahfidz...

Ahad, 03/02/2019 22:29 0

Artikel

Antara Feminisme, Ibu, dan Wanita Indonesia

Feminisme di Indonesia hingga hari ini masih terkesan ahistoris dan akultural.

Ahad, 03/02/2019 20:16 0

Indonesia

Dua Pegawainya Dianiaya Saat Bertugas, KPK Lapor ke Polda Metro Jaya

Pegawai KPK dianiaya saat bertugas hingga mengalami retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah

Ahad, 03/02/2019 18:33 0

Close