... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Erdogan Akui Turki Jalin Kontak “Bawah Tanah” dengan Rezim Suriah

Foto: Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara pada Selasa (19/09) di hadapan Majelis Umum di New York.

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki mempertahankan kontak dengan rezim Suriah melalui agen intelijen.

“Kebijakan luar negeri sedang dilakukan dengan Suriah pada tingkat rendah,” katanya kepada televisi TRT yang dikelola pemerintah dalam sebuah wawancara.

Dia menambahkan bahwa agen intelijen dapat mempertahankan hubungan sekalipun para pemimpin mereka memutuskannya.

“Bahkan jika itu adalah musuhmu, kamu tidak akan sepenuhnya memutuskan ikatan kalau-kalau kamu membutuhkannya,” kata Erdogan pada Ahad (03/02/2019).

Turki, rumah bagi hampir empat juta pengungsi Suriah, mendukung faksi oposisi moderat yang memerangi Presiden Bashar Assad atas tindakan kejamnya terhadap pemrotes damai pada 2011 silam.

Erdogan menolak pembicaraan langsung dengan Assad. Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Ankara hanya berhubungan dengan Damaskus melalui pihak ketiga, yaitu Rusia dan Iran.

Erdogan Mendukung Penarikan Pasukan AS dari Suriah

Ditanya tentang rencana penarikan pasukan AS, Erdogan mengatakan dia berharap Washington akan segera menarik 2.000 tentaranya dari Suriah.

“Jika tidak, Ankara akan mengambil tindakan untuk mencegah kemungkinan ancaman “teror” yang ditimbulkan oleh milisi Suriah Kurdi yang didukung AS yang dikenal sebagai YPG,” katanya.

Pemerintah Erdogan menyambut pengumuman mengejutkan Presiden AS Donald Trump pada Desember lalu terkait penarikan pasukan. Hal itu mendorong Turki untuk menunda rencananya meluncurkan operasi militer di Suriah untuk mengusir YPG.

BACA JUGA  KTT Turki, Rusia dan Iran Sepakat Jaga Kedaulatan Suriah

Turki mendorong “zona keamanan” sepanjang 32 km di Suriah utara, setelah menerima dukungan AS, di sepanjang perbatasan selatannya.

Zona keamanan membentang dari Jarabulus di Suriah utara ke perbatasan Irak. Erdogan mendesak AS untuk menyerahkan keamanan zona itu kepada pasukan Turki.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Polisikan Immanuel Ebenezer, Ini Kata Pelapor

KIBLAT.NET- Imanuel Ebenezer dilaporkan oleh Eka Gumilar terkait perkara Penghinaan Kelompok atau Golongan pasal 157...

Selasa, 05/02/2019 14:17 0

Opini

Immanuel Ebenezer Bukan Pertama, Ini Daftar Pendukung Jokowi yang Dipolisikan

Immanuel yang menyebut massa 212 penghamba uang bukan orang pertama yang dilaporkan oleh pihak yang berseberangan dengan pemerintah

Selasa, 05/02/2019 13:52 1

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Tempaan di Bumi Jihad Afghanistan

KIBLAT.NET – Kajian ini secara utuh membahas tema jihad dan kekuasaan, lanjutan dari edisi berikut:...

Selasa, 05/02/2019 12:42 0

Indonesia

Pelapor: Immanuel Seharusnya Tidak Menebar Kebencian

Pelapor Immanuel Ebenezer, Eka Gumilar mengatakan bahwa Imanuel Ebenezer tidak seharusnya mengatakan bahwa massa 212 adalah penghamba uang.

Senin, 04/02/2019 21:53 1

Indonesia

Sebut Massa 212 Penghamba Uang, Immanuel Ebenezer Dipolisikan

Immanuel Ebenezer akhirnya dipolisikan karena menyebut peserta aksi 212 penghamba uang.

Senin, 04/02/2019 18:23 1

Suara Pembaca

Mewaspadai Predikat Negara Paling Santai

Indonesia menempati urutan pertama Most Chilled Out Countries in The World alias negara paling santai di dunia.

Senin, 04/02/2019 17:28 0

Suara Pembaca

Mewaspadai Tiga Golongan Manusia

Tiga golongan manusia yang punya potensi besar merusak Islam.

Senin, 04/02/2019 12:57 0

Analisis

Referendum Bangsamoro, Antara Peluang dan Pengulangan Kesalahan Masa Lalu

Apakah referendum Bangsamoro akan berjalan seperti yang dicita-citakan para pendiri dan pemimpin MILF sebelumnya, ataukah hanya pengulangan sejarah kesalahan yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya oleh MNLF?

Senin, 04/02/2019 11:43 0

Manhaj

Zaman Jahiliyah, Ketika Wahyu Tidak Mengatur Kehidupan Manusia

Sebelum diutusnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, kehidupan manusia sangat hancur. Itulah zaman Jahiliyah, di mana manusia sangat jauh dari kemajuan peradaban. Bukan materi dan intelektual yang tidak mengalami kemajuan, namun jauhnya manusia dari akhlak mulia.

Senin, 04/02/2019 11:31 0

Artikel

Lika-liku Politik Nahdlatul Ulama

Sebagian orang menuduh Nahdlatul Ulama bersahabat dengan PKI. Bahkan menjuluki Rais ‘Am NU, K.H. Wahab Hasbullah sebagai ‘Ulama Nasakom.’

Senin, 04/02/2019 00:24 0

Close