... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Tahrir Syam Bentuk Pasukan Khusus “Brigade Merah” untuk Lindungi Idlib

Foto: Pasukan Haiah Tahrir Syam

KIBLAT.NET, Idlib – Haiah Tahrir Syam (HTS) mengatakan telah membentuk pasukan khusus dengan nama “Brigade Merah”. Hal ini disiarkan langsung melalui channel Telegram HTS, sebagaimana dikutip situs El-Dorar, Senin (04/02/2019).

Media Abaa, yang dekat dengan HTS, mengatakan bahwa pemilihan nama brigade didasari dengan sosok sahabat Abu Dujana, yang dikenal dengan keberaniannya. Ketika berperang, Abu Dujana mengenakan ikat kepala berwarna merah.

Ikat kepala merah ditandai dengan pelatihan militer yang berat dan pelatihan fisik yang keras, selain bimbingan pemahaman syariat yang serius. Brigade mendapat dukungan langsung dari pemerintah darurat Idlib yang dikelola oleh HTS.

Wilayah operasi “Brigade Merah” yang paling terkenal di antaranya di Taraiba, pedesaan utara Hama. Di sana 18 tentara rezim Bashar Assad tewas, termasuk empat perwira dan tujuh tentara Rusia.

HTS terus mempersiapkan pasukan perang utama dan mendirikan kamp pelatihan secara permanen. Menurut kelompok itu, persiapan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesiapan pasukan untuk memasuki medan perang dan untuk mengusir setiap tindakan militer rezim terhadap daerah yang dibebaskan.

Sumber: El-Dorar
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Sebut Massa 212 Penghamba Uang, Immanuel Ebenezer Dipolisikan

Immanuel Ebenezer akhirnya dipolisikan karena menyebut peserta aksi 212 penghamba uang.

Senin, 04/02/2019 18:23 1

Suara Pembaca

Mewaspadai Predikat Negara Paling Santai

Indonesia menempati urutan pertama Most Chilled Out Countries in The World alias negara paling santai di dunia.

Senin, 04/02/2019 17:28 0

Suara Pembaca

Mewaspadai Tiga Golongan Manusia

Tiga golongan manusia yang punya potensi besar merusak Islam.

Senin, 04/02/2019 12:57 0

Analisis

Referendum Bangsamoro, Antara Peluang dan Pengulangan Kesalahan Masa Lalu

Apakah referendum Bangsamoro akan berjalan seperti yang dicita-citakan para pendiri dan pemimpin MILF sebelumnya, ataukah hanya pengulangan sejarah kesalahan yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya oleh MNLF?

Senin, 04/02/2019 11:43 0

Manhaj

Zaman Jahiliyah, Ketika Wahyu Tidak Mengatur Kehidupan Manusia

Sebelum diutusnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, kehidupan manusia sangat hancur. Itulah zaman Jahiliyah, di mana manusia sangat jauh dari kemajuan peradaban. Bukan materi dan intelektual yang tidak mengalami kemajuan, namun jauhnya manusia dari akhlak mulia.

Senin, 04/02/2019 11:31 0

Artikel

Lika-liku Politik Nahdlatul Ulama

Sebagian orang menuduh Nahdlatul Ulama bersahabat dengan PKI. Bahkan menjuluki Rais ‘Am NU, K.H. Wahab Hasbullah sebagai ‘Ulama Nasakom.’

Senin, 04/02/2019 00:24 0

Info Event

Pengen Lulus Kuliah Tapi Juga Hafal Al-Quran? Kuy Gabung di MTM Zaid bin Tsabit

PENGEN LULUS SARJANA? TAPI JUGA PENGEN HAFAL AL-QURAN? Gabung aja bareng kita di Markaz Tahfidz...

Ahad, 03/02/2019 22:29 0

Artikel

Antara Feminisme, Ibu, dan Wanita Indonesia

Feminisme di Indonesia hingga hari ini masih terkesan ahistoris dan akultural.

Ahad, 03/02/2019 20:16 0

Indonesia

Dua Pegawainya Dianiaya Saat Bertugas, KPK Lapor ke Polda Metro Jaya

Pegawai KPK dianiaya saat bertugas hingga mengalami retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah

Ahad, 03/02/2019 18:33 0

Indonesia

Faktor Cina, Pemerintah Indonesia Dinilai Berbeda Sikapi Rohingya dan Uighur

Diakui, banyak negara yang cenderung tidak mau mengkritisi Cina, berbeda dengan Myanmar. Hal itu menurut Heru karena Cina mempunyai posisi yang berbeda di dunia internasional.

Ahad, 03/02/2019 12:46 0

Close