... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Mewaspadai Tiga Golongan Manusia

Foto: Munafik (Ilustrasi)

Penulis: Aisyah Salsabila (Mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang)

Ziyad bin Hudair menuturkan: Umar bin Khathab radhiyallahuanhu pernah berkata kepadaku, “Apakah engkau tahu apa yang menghancurkan Islam?” Aku jawab, “Tidak”. Umar bin Khathab radhiyallahuanhu menjawab, “Yang menghancurkan Islam adalah ulama yang tergelincir (dalam kesalahan), kaum munafik yang biasa berdebat dan para pemimpin sesat yang memerintah.”

Pernyataan Umar ini memang harus kita camkan. Apalagi di zaman seperti saat ini. Misalnya, betapa bahayanya seorang ulama yang tergelencir dalam kesalahan. Ulama adalah para tokoh yang dipercaya ummat dalam berpendapat terkait dengan Islam. Ulama dianggap sebagai orang yang lebih memahami agama dibanding dengan orang-orang awam. Oleh karenanya orang-orang awam menjadikannya panutan. Bila ulama tergelincir, maka umat juga akan mengalami hal yang sama. Sebab mereka mengikuti pendapat ulamanya.

Bahaya kedua yang harus diwaspadai ialah bahaya orang-orang munafik yang pandai berdebat. Dengan berbagai argumennya mereka berkilah. Bila argumen mereka diterima maka ikut sesatlah yang menerima. Banyak sekali orang yang menggunakan logika dan retorika dalam berargumen. Pendapat mereka membuat manggut-manggut kepala tapi hakikatnya khayal. Parahnya, orang-orang semacam ini pada saat ini seringkali didengar karena gelar gelar akademis yang tersemat pada nama mereka. Sayangnya, bila pola pikir mereka tidak dibimbing oleh wahyu, niscaya yang terjadi ialah manusia yang hidup seenak perut.

Dan yang terakhir ialah pemimpin sesat, seorang pemimpin adalah yang ditaati oleh yang dipimpin. Bila ia salah maka akan berdampak besar. Dalam konteks hari ini ialah pemimpin bisa dalam bentuk apapun, termasuk penguasa. Seorang penguasa apabila menerapkan aturan yang salah maka aturan yang telah menjadi regulator itu akan merusak tatanan mayarakat. Sebut saja dalam hal miras, ketika pemangku jabatan penguasa melegalkannya, dampaknya akan merusak masyarakat. Sebagaimana yang kita ketahui, khamr yang Allah haramkan adalah induk dari perbuatan keji.

Selain kebijakan yang salah, setiap pernyataan yang mereka lontarkan juga bisa berpotensi membahayakan. Sekadar contoh, pertanyaan semisal “Yang gaji kamu siapa?” orang awam bisa saja menjawab: pemerintah atau penguasa. Benarkah demikian? Pasalnya rezeki berasal dari Allah.

Pertanyaan semacam ini senada dengan pernyataan, “Kalau mau menerapkan syariat Islam, silakan
keluar dari Indonesia”. Padahal syariat Islam adalah hukum yang berlandaskan firman Allah dan sunnah Rasulullah.

Kepada pernyataan semacam ini, kita balas saja dengan “Kalau tidak mau menerapkan syariat Islam, silakan keluar dari bumi Allah”. Pertanyaan, mau kemana lagikah kita sementara semesta dan isinya adalah milik Allah? Sudah sepatutnya taat kepada Allah dalam segala aspek.

Wallahu a’lam bish showab

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Presiden Afghan Minta Trump Batalkan Penarikan Pasukan, Taliban: Dia Budak AS

Menurut Taliban, Ghani memiliki citra yang buruk di kalangan rakyat Afghanistan karena bersedia menjadi boneka asing.

Senin, 04/02/2019 12:12 0

Analisis

Referendum Bangsamoro, Antara Peluang dan Pengulangan Kesalahan Masa Lalu

Apakah referendum Bangsamoro akan berjalan seperti yang dicita-citakan para pendiri dan pemimpin MILF sebelumnya, ataukah hanya pengulangan sejarah kesalahan yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya oleh MNLF?

Senin, 04/02/2019 11:43 0

Manhaj

Zaman Jahiliyah, Ketika Wahyu Tidak Mengatur Kehidupan Manusia

Sebelum diutusnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, kehidupan manusia sangat hancur. Itulah zaman Jahiliyah, di mana manusia sangat jauh dari kemajuan peradaban. Bukan materi dan intelektual yang tidak mengalami kemajuan, namun jauhnya manusia dari akhlak mulia.

Senin, 04/02/2019 11:31 0

Philipina

Referendum Bangsamoro 2019, Akankah Jadi yang Terakhir?

Dalam jangka waktu sekitar 40 tahun, Mindanao telah melakukan empat plebisit terkait Bangsamoro.

Senin, 04/02/2019 11:25 0

Turki

AS-Turki Dikabarkan Sepakati Poin-poin Zona Penyangga di Suriah

Poin-poin yang disepakati tersebut sebagai berikut:

Senin, 04/02/2019 10:23 0

Afghanistan

Taliban Akan Temui Para Pemimpin Oposisi Afghanistan di Moskow

"Pertemuan itu adalah cara untuk memperkuat upaya perdamaian yang dipimpin AS," kata Mohammad Nur seraya menggambarkan bahwa langkah itu sangat penting untuk perdamaian Afghanistan.

Senin, 04/02/2019 08:47 0

Qatar

Qatar Donasi $2 Juta Kepada White Helmets

Langkah Doha ini bersamaan dengan upaya Negara-negara Arab untuk menormalisasi hubungan dengan Bashar Assad. Uni Emirat Arab (UEA) dan Yordania Negara Arab paling awal melakukan upaya tersebut.

Senin, 04/02/2019 07:26 0

Mesir

Mesir Undang Dua Faksi Besar Pejuang Palestina, Ada Apa?

Hubungan antara Hamas dan Otoritas Nasional Palestina memburuk bulan lalu ketika Abbas memerintahkan bawahannya untuk meninggalkan posisi mereka di perbatasan Rafah dengan Mesir.

Senin, 04/02/2019 06:35 0

Artikel

Lika-liku Politik Nahdlatul Ulama

Sebagian orang menuduh Nahdlatul Ulama bersahabat dengan PKI. Bahkan menjuluki Rais ‘Am NU, K.H. Wahab Hasbullah sebagai ‘Ulama Nasakom.’

Senin, 04/02/2019 00:24 0

Artikel

Antara Feminisme, Ibu, dan Wanita Indonesia

Feminisme di Indonesia hingga hari ini masih terkesan ahistoris dan akultural.

Ahad, 03/02/2019 20:16 0

Close