... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Faktor Cina, Pemerintah Indonesia Dinilai Berbeda Sikapi Rohingya dan Uighur

Foto: Heru Susetyo

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Dewan Pembina Pusat Hak Asasi Manusia (PAHAM), Heru Susetyo menilai terjadi perbedaan dalam upaya pembelaan terhadap Uighur dengan Rohingya. Menurutnya, faktor negara Cina yang berideologi komunis mempengaruhi hal itu.

“Pembelaan terhadap Rohingya cukup besar karena Myanmar bukan negara komunis,” kata Heru dalam diskusi “Bersatu Bela Uighur” di AQL Islamic Center, Tebet, Jumat (01/02/2019) malam.

Heru menyebut bahwa Pemerintah Indonesia melakukan pembelaan yang berbeda terhadap Uighur daripada Rohingya. Untuk Uighur, belum ada pembelaan yang tegas.

“Terhadap Rohingya, kita bikin sekolah, rumah sakit, NGO kita banyak ke Arakan. Kita tidak mengatakan itu masalah dalam negeri Myanmar, giliran Cina (dikatakan) masalah dalam negeri. (Ini) membuat kita bingung,” katanya.

Diakui, banyak negara yang cenderung tidak mau mengkritisi Cina, berbeda dengan Myanmar. Hal itu menurut Heru karena Cina mempunyai posisi yang berbeda di dunia internasional.

“Myanmar adalah negara kecil dan miskin. Negaranya juga bergantung pada sumber daya alam negara lain, militernya tidak mandiri. Sedangkan Cina tidak, ia begitu berkuasa, bukan hanya di negara lain, tapi juga berkuasa di Indonesia,” tutur Heru.

“Itulah kenapa Indonesia tidak vokal mengkritisi masalah Uighur, karena ada keterikatan secara ekonomi, politik, dan hubungan internasional,” ungkapnya.

Cina merupakan salah satu dari lima negara tetap Dewan Keamanan PBB. Kendati demikian, sebut Heru, Indonesia juga merupakan anggota Dewan Keamanan tidak tetap PBB hingga tahun 2020.

BACA JUGA  Terkait New Normal, PKS Kritik Keras Rencana Pembukaan Sekolah

“Seharusnya kita bisa lebih proaktif, nyatanya tidak, atau belum,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Masyarakat Dunia Gelar Aksi Mengutuk Tindakan Cina terhadap Uighur

Demonstran membawa spanduk bertuliskan: "Kebebasan untuk Uighur", "Hentikan kekejaman terhadap Uighur", "Akhiri pembantaian di Uighur!".

Ahad, 03/02/2019 11:53 0

Palestina

Perusahaan Spanyol Tolak Bangun Jalur Kereta Israel di Tanah Palestina

Pekerja perusahaan juga menolak keikutsertaannya dalam proyek dengan alasan yang sama.

Ahad, 03/02/2019 10:16 0

Arab Saudi

Arab Saudi Akan Lebih Banyak Bangun Bioskop

Perjanjian tersebut adalah bagian dari strategi SEVEN untuk mengembangkan dan mengoperasikan 50 bioskop di seluruh Kerajaan selama beberapa tahun mendatang.

Ahad, 03/02/2019 10:00 0

Profil

Muhammad bin Wasi’, Teladan dalam Kezuhudan dan Jihad

Pukulan tentara Allah itu mengenai kepala musuh hingga terbelah menjadi dua bagian. Sedangkan pukulan pedang musuh hanya mengenai topi baja yang dia kenakan di kepalanya, hingga dia tidak bisa melepaskannya.

Sabtu, 02/02/2019 20:58 0

Video News

Kiblat Review: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU P-KS

KIBLAT.NET- RUU Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU P-KS, menjadi sorotan berbagai pihak. Terutama mereka yang...

Sabtu, 02/02/2019 14:36 0

Suriah

800 Anggota ISIS dari 40 Negara Berada di Penjara Milisi SDF

Juru bicara Pentagon, Sean Robertson, mengatakan kepada CNN bahwa ratusan militan asing itu berasal dari 40 negara. Tidak dijelaskan asal Negara mereka.

Sabtu, 02/02/2019 09:05 0

Irak

Berdalih Halau ISIS, Milisi Syiah Gempur Wilayah Suriah

Pekan lalu, milisi yang didanai Iran ini mengumumkan "siap masuk Suriah" dengan dalih melindungi perbatasan dari ancaman terorisme.

Sabtu, 02/02/2019 08:00 0

Amerika

Prancis Susun Rancangan Resolusi PBB untuk Putus Pendanaan “Teroris”

Nantinya, semua negara anggota PBB harus mentaati resolusi ini jika sudah disahkan

Sabtu, 02/02/2019 07:00 0

Wilayah Lain

Setahun Berlalu, Australia Akui Jet Tempurnya Bunuh Sipil di Mosul

Antara enam dan 18 warga sipil mungkin terbunuh dalam serangan Australia itu.

Jum'at, 01/02/2019 19:00 0

Amerika

AS Hentikan Seluruh Program Bantuan di Palestina

“Semua bantuan USAID di Tepi Barat dan Jalur Gaza telah berhenti,” kata pernyataan tersebut.

Jum'at, 01/02/2019 17:26 0

Close