... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dipertanyakan, Kenapa Aksi Kekerasan di Papua Tak Disebut Terorisme

Foto: Kelompok bersenjata Papua yang beraktivitas di pegunungan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua. (Foto: Antara)

KIBLAT.NET, Jakarta – Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Heru Susetyo mempertanyakan kenapa penembakan TNI dan warga di Papua tidak disebut aksi terorisme. Menurutnya, unsur teror sudah terpenuhi, ada kekerasan, korban sipil, dan tujuannya politik.

“Penembakan TNI dan pekerja di Papua, kenapa gak disebut terorisme oleh pembuat kebijakan, malah disebut KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), itu gak bisa. Itu terorisme,” ujarnya di Jakarta pada Jumat (01/02/2019).

“Tujuannya politik, terorisme banget,” imbuhnya, seraya menilai bahwa alasan kelompok bersenjata tidak disebut teroris karena bukan muslim dan bukan dari Arab.

Penyebutan KKB di Papua, sebut Heru, juga karena pengambil kebijakan khawatir jika disebut teroris, maka akan benar-benar lepas dari Indonesia. Sehingga di Papua masih disebut sebagai KKB.

Menurutnya, penyebutan tersebut tidak adil bagi umat Islam. Di satu sisi, sekelompok orang di Poso, yaitu Kelompok Santoso langsung disebut sebagai teroris. Namun kelompok Egianus Kogoya di Papua tidak disebut teroris.

“Hukum itu dibuat oleh penguasa, mana kejahatan dan mana yang bukan kejahatan itu ditafsirkan penguasa,” ujarnya.

Heru yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Pusat Hak Asasi Manusia (PAHAM) menjelaskan bahwa, penyematan istilah teroris kepada suatu kelompok seringkali tidak adil. Ia menyebut bahwa orang yang membuat label teroris itu sebenarnya teroris juga, namun teroris negara.

“Beberapa lembaga seperti Hamas, disebut teroris. PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) pun disebut teroris, yang buat daftar dia sendiri, jadi terserah dia. Kita pun bisa bikin daftar sendiri. Misal daftar teroris ala AQL, CIA adalah teroris, bisa saja, kan kekuatan narasi, kekuatan frame saja, ini nggak ada istilah baku,” jelasnya.

BACA JUGA  Naikkan Iuran BPJS Kesehatan, Fahira Idris Anggap Pemerintah Lempar Tanggung Jawab

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Profil

Muhammad bin Wasi’, Teladan dalam Kezuhudan dan Jihad

Pukulan tentara Allah itu mengenai kepala musuh hingga terbelah menjadi dua bagian. Sedangkan pukulan pedang musuh hanya mengenai topi baja yang dia kenakan di kepalanya, hingga dia tidak bisa melepaskannya.

Sabtu, 02/02/2019 20:58 0

Video News

Kiblat Review: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU P-KS

KIBLAT.NET- RUU Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU P-KS, menjadi sorotan berbagai pihak. Terutama mereka yang...

Sabtu, 02/02/2019 14:36 0

Suriah

800 Anggota ISIS dari 40 Negara Berada di Penjara Milisi SDF

Juru bicara Pentagon, Sean Robertson, mengatakan kepada CNN bahwa ratusan militan asing itu berasal dari 40 negara. Tidak dijelaskan asal Negara mereka.

Sabtu, 02/02/2019 09:05 0

Irak

Berdalih Halau ISIS, Milisi Syiah Gempur Wilayah Suriah

Pekan lalu, milisi yang didanai Iran ini mengumumkan "siap masuk Suriah" dengan dalih melindungi perbatasan dari ancaman terorisme.

Sabtu, 02/02/2019 08:00 0

Amerika

Prancis Susun Rancangan Resolusi PBB untuk Putus Pendanaan “Teroris”

Nantinya, semua negara anggota PBB harus mentaati resolusi ini jika sudah disahkan

Sabtu, 02/02/2019 07:00 0

Wilayah Lain

Setahun Berlalu, Australia Akui Jet Tempurnya Bunuh Sipil di Mosul

Antara enam dan 18 warga sipil mungkin terbunuh dalam serangan Australia itu.

Jum'at, 01/02/2019 19:00 0

Amerika

AS Hentikan Seluruh Program Bantuan di Palestina

“Semua bantuan USAID di Tepi Barat dan Jalur Gaza telah berhenti,” kata pernyataan tersebut.

Jum'at, 01/02/2019 17:26 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Beban Ulama Penjaga Akidah – Ust. Jayyad Al-Faza, S.Pd.I.

KIBLAT.NET- Demi membela akidah yang lurus, Imam Ahmad bin Hambal memilih dipenjara daripada harus mengakui...

Jum'at, 01/02/2019 16:12 0

Manhaj

Karakter Jahiliyah Modern: Menyelewengkan Hakikat Ibadah

Dalam bukunya, Jahiliyah al-Qarni al-isyriin, Muhammad Qutb menjelaskan jahiliyah bukanlah hanya keadaan di jazirah Arab pada masa awal Nabi Muhammad SAW diutus. Jahiliyah merupakan sifat yang mungkin berlaku bagi masyarakat manapun dan di zaman kapanpun.

Jum'at, 01/02/2019 16:10 0

Philipina

Duterte Instruksikan Perang Habis-habisan, Ratusan Warga Mengungsi

Letjen Arnel dela Vega, kepala militer di Jolo, mengatakan operasi mereka akan berlanjut sampai semua militan tewas atau dinetralkan.

Jum'at, 01/02/2019 16:05 0

Close