... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

FUUI Minta Aparat Usut Tabloid Indonesia Barokah

Foto: KH. Athian Ali M. Dai

KIBLAT.NET, Bandung – Ketua Forum Ulama Umat Islam (FUUI) KH Athian Ali turut memberikan tanggapan mengenai kemunculan tabloid Indonesia Barokah baru-baru ini. Ia berpesan agar siapapun itu jangan sampai mengusik umat Islam.

Apalagi, kata dia, tabloid yang berisi fitnah ini menggunakan kata-kata Islam.

“Saya hanya berpesan, jangan mengusik umat Islam, jika mengusik maka umat Islam tidak akan tinggal diam. Semut saja ketika diinjak dia akan berusaha menggigit,” katanya kepada Kiblat.net pada Sabtu (02/02/2019)

Dirinya juga berpesan agar aparat dan pemerintah cepat tanggap dalam menyikapi hal ini. Menurutnya, jangan sampai terkesan tidak adil dalam memanyikapi sebuah persoalan dalam pemilu ini.

“Pemerintah dan aparat harus cepat tanggap jika ada isu yang seperti ini. Jangan terkesan jika pasangan nomor satu yang diusik cepat diusut sedangkan pasangan lain lambat bahkan terkesan pembiaran,” ujarnya.

Sebelumnya Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat melalui Koordinator Divisi Pengawasan, merilis temuan media yang serupa dengan tabloid Indonesia Barokah yang menuai polemik. Sebab, di dalam temuan itu disebut pula Media Ummat.

Namun Ketua Bawaslu Jabar Abdullah Dahlan menegaskan bahawa pihaknya saat ini masih fokus pada tabloid Indonesia Barokah saja.

“Sementara kemaren kami masih fokus pada di tabloid Indonesia Barokah Saja,” Kata Abdullah Dahlan, dihubungi dalam waktu berbeda melalui pesan singkat.

Reporter: Saifal

BACA JUGA  Sejumlah Ormas Islam Bawa Kasus Terbunuhnya Peserta Aksi Bawaslu ke Komnas HAM

Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Kiblat Review: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU P-KS

KIBLAT.NET- RUU Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU P-KS, menjadi sorotan berbagai pihak. Terutama mereka yang...

Sabtu, 02/02/2019 14:36 0

Suriah

800 Anggota ISIS dari 40 Negara Berada di Penjara Milisi SDF

Juru bicara Pentagon, Sean Robertson, mengatakan kepada CNN bahwa ratusan militan asing itu berasal dari 40 negara. Tidak dijelaskan asal Negara mereka.

Sabtu, 02/02/2019 09:05 0

Irak

Berdalih Halau ISIS, Milisi Syiah Gempur Wilayah Suriah

Pekan lalu, milisi yang didanai Iran ini mengumumkan "siap masuk Suriah" dengan dalih melindungi perbatasan dari ancaman terorisme.

Sabtu, 02/02/2019 08:00 0

Amerika

Prancis Susun Rancangan Resolusi PBB untuk Putus Pendanaan “Teroris”

Nantinya, semua negara anggota PBB harus mentaati resolusi ini jika sudah disahkan

Sabtu, 02/02/2019 07:00 0

Wilayah Lain

Setahun Berlalu, Australia Akui Jet Tempurnya Bunuh Sipil di Mosul

Antara enam dan 18 warga sipil mungkin terbunuh dalam serangan Australia itu.

Jum'at, 01/02/2019 19:00 0

Amerika

AS Hentikan Seluruh Program Bantuan di Palestina

“Semua bantuan USAID di Tepi Barat dan Jalur Gaza telah berhenti,” kata pernyataan tersebut.

Jum'at, 01/02/2019 17:26 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Beban Ulama Penjaga Akidah – Ust. Jayyad Al-Faza, S.Pd.I.

KIBLAT.NET- Demi membela akidah yang lurus, Imam Ahmad bin Hambal memilih dipenjara daripada harus mengakui...

Jum'at, 01/02/2019 16:12 0

Manhaj

Karakter Jahiliyah Modern: Menyelewengkan Hakikat Ibadah

Dalam bukunya, Jahiliyah al-Qarni al-isyriin, Muhammad Qutb menjelaskan jahiliyah bukanlah hanya keadaan di jazirah Arab pada masa awal Nabi Muhammad SAW diutus. Jahiliyah merupakan sifat yang mungkin berlaku bagi masyarakat manapun dan di zaman kapanpun.

Jum'at, 01/02/2019 16:10 0

Philipina

Duterte Instruksikan Perang Habis-habisan, Ratusan Warga Mengungsi

Letjen Arnel dela Vega, kepala militer di Jolo, mengatakan operasi mereka akan berlanjut sampai semua militan tewas atau dinetralkan.

Jum'at, 01/02/2019 16:05 0

Amerika

Jumlah Tentara AS Tewas Bunuh Diri di 2018 Capai Rekor Tertinggi

Jumlah tentara AS yang bunuh diri pada sembilan bulan pertama sudah melampaui jumlah pada korban sepanjang 2017. Hal ini menegaskan bahwa tentara mati dengan cara mengenaskan itu di 2018 melonjak tajam.

Jum'at, 01/02/2019 12:59 0

Close