... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Setahun Berlalu, Australia Akui Jet Tempurnya Bunuh Sipil di Mosul

Foto: Mosul porak poranda akibat pertempuran antara ISIS dan tentara Iraq yang didukung koalisi AS

KIBLAT.NET, Sydney – Pemerintah Australia mengakui pada Kamis (01/02) bahwa serangan udaranya di Iraq setahun yang lalu “mungkin” menyebabkan kematian warga sipil. Australia bergabung dalam koalisi internasional anti-ISIS pimpinan AS.

Kementerian Pertahanan mengatakan bahwa dua jetnya jenis Super Hornets menjatuhkan bom ke sebuah gedung dan lapangan di Mosul Barat. Saat itu, pasukan keamanan yang terlibat pertempuran sengit dengan ISIS meminta dukungan udara.

Dephan Australia mengatakan bahwa dari informasi intelijen saat itu menunjukkan “tidak ada” warga sipil di lokasi target. Lembaga pemerintah itu pun beralasan, “tidak mungkin untuk memastikan adanya sipil dalam keadaan mendesak yang dihadapi pasukan Iraq pada saat itu.”

Setelah setahun menginvestigasi yang selesai pada Desember lalu, Angkatan Pertahanan Australia menyimpulkan bahwa tuduhan jatuhnya korban sipil itu kredibel.

“Kami akhirnya memutuskan bahwa koalisi kami mungkin secara tidak sengaja telah membunuh warga sipil selama serangan itu,” kata Marsekal Angkatan Udara Australia, Mel Hubfield.

Ia mengaku bahwa pembunuhan warga sipil sangat disesalkan dan kami menangani semua tuduhan dengan sangat serius.

Hubfield memperkirakan bahwa antara enam dan 18 warga sipil mungkin terbunuh dalam serangan Australia itu.

Pasukan gabungan anti-ISIS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis bahwa koalisi melakukan sebanyak 32.397 serangan di Iraq dan Suriah antara Agustus 2014 dan akhir 2018. Diperkirakan bahwa setidaknya 1.190 warga sipil “secara tidak sengaja terbunuh” pada periode itu.

Australia mengakhiri serangan udara di Iraq dan Suriah pada Januari tahun ini.

Sumber: Sky News Arabia
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Pernyataan Rudiantara, Kemenkominfo Salahkan ASN

Humas Kemenkominfo, Ferdinadus Setu menanggapi video Menkominfo Rudiantara yang menanyakan gaji kepada salah satu Aparat Sipil Negara (ASN).

Jum'at, 01/02/2019 18:44 0

Indonesia

Tagar #YangGajiKamuSiapa Menjadi Trending Topic, Kalahkan #JumatBerkah

KIBLAT.NET – Tagar #YangGajiKamuSiapa menjadi trending topic pertama di forum online Twitter. Kemunculan tagar ini berkaitan...

Jum'at, 01/02/2019 18:07 0

Indonesia

Fraksi PKS Tegas Tolak RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Fraksi PKS DPR memutuskan menolak draf RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Jum'at, 01/02/2019 16:19 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Beban Ulama Penjaga Akidah – Ust. Jayyad Al-Faza, S.Pd.I.

KIBLAT.NET- Demi membela akidah yang lurus, Imam Ahmad bin Hambal memilih dipenjara daripada harus mengakui...

Jum'at, 01/02/2019 16:12 0

Manhaj

Karakter Jahiliyah Modern: Menyelewengkan Hakikat Ibadah

Dalam bukunya, Jahiliyah al-Qarni al-isyriin, Muhammad Qutb menjelaskan jahiliyah bukanlah hanya keadaan di jazirah Arab pada masa awal Nabi Muhammad SAW diutus. Jahiliyah merupakan sifat yang mungkin berlaku bagi masyarakat manapun dan di zaman kapanpun.

Jum'at, 01/02/2019 16:10 0

Opini

Bersantai Selfie Dahulu, Terlena Kemudian

Singkat cerita, Indonesia mendapatkan predikat negara tersantai di dunia versi Lastminute, salah satu penyedia jasa perjalanan Eropa. (beritagar.id, 23/1/2019)

Jum'at, 01/02/2019 11:00 0

Indonesia

INSIST: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Bertentangan dengan Islam

nilai yang terkandung di dalam Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual sangat bertentangan dengan pancasila dan agama.

Kamis, 31/01/2019 22:49 2

Indonesia

KH Arifin Ilham Kembali ke Indonesia Usai Jalani Perawatan Medis di Malaysia

KH Arifin Ilham Kembali ke Indonesia Usai Jalani Perawatan Medis di Malaysia

Kamis, 31/01/2019 19:33 0

Suara Pembaca

Pendewasaan Usia Perkawinan, Perzinaan, dan Aborsi

Data perceraian, kematian ibu dan bayi atau KDRT tidak relevan dengan usia pasangan saat menikah.

Kamis, 31/01/2019 19:18 0

Indonesia

Din Syamsuddin Akui Debat Perdana Capres-Cawapres Tidak Berkualitas

Din lalu memberikan catatan terkait debat perdana kedua paslon. Menurutnya itu bukan debat yang berkualitas, karena tidak ada argumen adu visi dan gagasan.

Kamis, 31/01/2019 12:30 0

Close