... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Duterte Instruksikan Perang Habis-habisan, Ratusan Warga Mengungsi

Foto: Presiden Filipina Rodrigo Duterte

KIBLAT.NET, Jolo – Ratusan keluarga meninggalkan rumah mereka di pulau Jolo, Filipina selatan, ketika militer meningkatkan serangan roket dan mortir terhadap posisi gerilyawan Abu Sayyaf yang dituduh melakukan pemboman kembar di sebuah katedral Katolik.

Sekitar 5.000 tentara elit telah dimobilisasi untuk operasi melawan Abu Sayyaf. Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan serangan, dan menuding kelompok itu terlibat serangan 27 Januari yang menewaskan 21 orang dan melukai 111 orang.

“Serangan udara dilakukan, sembilan roket dan tembakan senapan mesin diluncurkan terhadap posisi Abu Sayyaf,” kata juru bicara militer setempat Kolonel Gerry Besana, Kamis (31/01/2019).

Tidak ada laporan langsung tentang korban. Namun, pasukan terus mengejar target mereka ke hutan-hutan di sekitarnya.

Letjen Arnel dela Vega, kepala militer di Jolo, mengatakan operasi mereka akan berlanjut sampai semua militan tewas atau dinetralkan.

“Dengan pernyataan panglima tertinggi, kami akan mengintensifkan operasi militer terfokus kami untuk menggempur teroris yang tersisa dan menembus benteng Abu Sayyaf di Sulu,” kata Dela Vega.

Jerome Aladdin Succor Aba, kepala kelompok hak-hak Muslim Suara Bangsamoro, mengatakan serangan udara dan darat yang terus-menerus menggusur lebih dari 400 keluarga.

“Perintah perang habis-habisan harus didekati dengan hati-hati karena serangan militer penuh dapat mengakibatkan korban sipil, perusakan properti, dan pemindahan besar-besaran penduduk,” kata Aba.

“Deklarasi perang habis-habisan tidak berakhir dengan penghapusan Abu Sayyaf,” tambahnya, sembari mengingatkan bahwa pasukan Filipina berpotensi melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan pelanggaran hak asasi manusia.

BACA JUGA  Pasca Referendum Bangsamoro, Mahathir Temui Pemimpin MILF

Sumber: Benar News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Bersantai Selfie Dahulu, Terlena Kemudian

Singkat cerita, Indonesia mendapatkan predikat negara tersantai di dunia versi Lastminute, salah satu penyedia jasa perjalanan Eropa. (beritagar.id, 23/1/2019)

Jum'at, 01/02/2019 11:00 0

Indonesia

INSIST: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Bertentangan dengan Islam

nilai yang terkandung di dalam Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual sangat bertentangan dengan pancasila dan agama.

Kamis, 31/01/2019 22:49 2

Indonesia

KH Arifin Ilham Kembali ke Indonesia Usai Jalani Perawatan Medis di Malaysia

KH Arifin Ilham Kembali ke Indonesia Usai Jalani Perawatan Medis di Malaysia

Kamis, 31/01/2019 19:33 0

Suara Pembaca

Pendewasaan Usia Perkawinan, Perzinaan, dan Aborsi

Data perceraian, kematian ibu dan bayi atau KDRT tidak relevan dengan usia pasangan saat menikah.

Kamis, 31/01/2019 19:18 0

Indonesia

Din Syamsuddin Akui Debat Perdana Capres-Cawapres Tidak Berkualitas

Din lalu memberikan catatan terkait debat perdana kedua paslon. Menurutnya itu bukan debat yang berkualitas, karena tidak ada argumen adu visi dan gagasan.

Kamis, 31/01/2019 12:30 0

Indonesia

Tuntutan Takmir Dipenuhi, Kasus Penyerangan Masjid Jogokariyan Dinyatakan Selesai

"Kasus kejadian di depan Masjid Jogokariyan dan sekitarnya pada hari Ahad tanggal 27 Januari 2019 telah selesai," kata ketua takmir

Kamis, 31/01/2019 11:52 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: 3 Alasan Kita Harus Menegakkan Syariat Islam

Khutbah Jumat: 3 Alasan Kita Harus Menegakkan Syariat Islam

Kamis, 31/01/2019 11:06 0

Indonesia

Komentari Batal Bebasnya Ustadz ABB, Din Syamsuddin Singgung Terorisme Ekonomi

"Itu lho yang melakukan terorisme ekonomi lewat bank Century"

Kamis, 31/01/2019 10:39 0

Indonesia

Vonis Bos PT Indaco Terlalu Ringan, LBH Mega Bintang Akan Laporkan Hakim ke KY

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Mega Bintang, Sigit Subdiyanto menyatakan akan melaporkan Ketua Majelis Hakim Krosbin Lumban Gaol ke Komisi Yudisial

Rabu, 30/01/2019 23:57 0

Indonesia

PAHAM: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Kental HAM Barat

Heru Susetyo menjelaskan bahwa Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual kental budaya HAM Barat.

Rabu, 30/01/2019 23:42 0

Close