... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Taliban Ungkap Kesepakatan yang Dicapai dalam Negosiasi dengan AS

Foto: Delegasi Taliban saat menghadiri konferensi di Moskow beberapa bulan lalu [foto: Reuters]

KIBLAT.NET, Kabul – Kepala Tim Negosiator Taliban, Muhammad Abbas Stankzai, mengungkap dua poin yang disepakati dalam negosiasi dengan AS di Doha beberapa hari lalu. Hal itu disampaikannya dalam wawancara dengan sebuah harian berbahasa Pustun yang dilansir Al-Araby Al-Jadid pada Rabu (30/01).

Menurut Stankzai, ada dua poin penting yang selesai dibahas dengan para pejabat AS dalam negosiasi di ibukota Qatar itu. Pertama, persoalan wilayah Afghanistan tidak boleh digunakan untuk tempat menyusun serangan kepada Negara lain, ini yang menjadi tuntutan AS. Kedua, tuntutan Taliban yaitu keluarnya pasukan AS dan asing dari Afghanistan.

“Kedua hal ini telah disepakati,” ungkap Stankzai.

Ia menambahkan bahwa di awal negosiasi banyak hal yang dibicarakan. Akan tetapi, kami menolak seluruh persoalan itu karena berkaitan dengan urusan sesama warga Afghansitan. Kami sampaikan kepada mereka, hal-hal tersebut akan kami negosiasikan sendiri. Kami akan membahas itu setelah tercapai kesepakatan dengan pihak AS dalam sejumlah hal penting, di antaranya keluarnya pasukan asing, penghapusan para komandan Taliban dari daftar hitam, persoalan tawanan dan kekhawatiran Negara tetangga dijadikannya wilayah Afghanistan untuk menyerang mereka.

“Kami jelaskan kepada pihak AS dan kami katakan dengan jelas bahwa Taliban tidak akan menerima keberadaan tentara asing satu pun, baik dari AS atau Negara lain. Kami akan terus mengangkat senjata melawan mereka sampai seluruh pasukan asing keluar dari Afghanistan,” tegas mantan kepala biro politik Taliban ini.

BACA JUGA  Kabul Barter Dua Warga Asing dengan Tiga Pemimpin Senior Taliban

Stankzai mengatakan bahwa pihak AS telah menjelaskan sikapnya selama pembicaraan dan menyampaikan kesungguhannya menarik seluruh pasukan AS dan asing dari Afghansitan. Pihak AS menegaskan tidak ingin menetap di Afghanistan dengan syarat wilayah Afghanistan tidak dijadikan tempat untuk menyusun serangan terhadap kepentingannya.

Untuk merealisasikan dua poin itu, jelasnya, disepakati pembentukan dua komite. Komite untuk memantau hal-hal yang telah disepakati dan komite untuk merealisasikan dua poin kesepakatan negosiasi Doha. Salah satu komite itu akan membentuk mekanisme penarikan pasukan asing dan komite satunya menyiapkan mekanisme untuk memastikan wilayah Afghanistan tidak digunakan untuk menyusun serangan terhadap Negara lain. Setelah seluruh mekanisme dibuat, PBB dan Negara lain akan ikut campur untuk memberi jaminan kepada kedua pihak.

Mengenai jadwal penarikan pasukan AS, pejabat Taliban ini mengatakan bahwa hal itu membutuhkan waktu lama. Tidak mungkin selesai dalam satu hari. Kemudian mengenai tanggal penarikan akan dibahas oleh dua komite itu.

Tentang negosiasi dengan sesama warga Afghansitan, ia mengatakan bahwa pihak AS juga mengangkat dua hal. Pertama, mengenai gencatan senjata dalam masa penarikan pasukan AS. Hal ini kami menolaknya. Sementara kedua, tentang negosiasi dengan pemerintah Kabul. Hal ini juga kami menolaknya, karena pemerintahan itu tidak sah.

“Namun kami akan bernegosiasi dengan pihak-pihak politik, ulama dan pemimpin suku setelah seluruh pasukan asing dan AS hengkang,” pungkasnya.

BACA JUGA  Jalan Buntu Pemilu Afghanistan: Golput Tertinggi, Indikasi Kecurangan Mengemuka

Sumber: Al-Araby Al-Jadid
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Din Syamsuddin Akui Debat Perdana Capres-Cawapres Tidak Berkualitas

Din lalu memberikan catatan terkait debat perdana kedua paslon. Menurutnya itu bukan debat yang berkualitas, karena tidak ada argumen adu visi dan gagasan.

Kamis, 31/01/2019 12:30 0

Indonesia

Tuntutan Takmir Dipenuhi, Kasus Penyerangan Masjid Jogokariyan Dinyatakan Selesai

"Kasus kejadian di depan Masjid Jogokariyan dan sekitarnya pada hari Ahad tanggal 27 Januari 2019 telah selesai," kata ketua takmir

Kamis, 31/01/2019 11:52 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: 3 Alasan Kita Harus Menegakkan Syariat Islam

Khutbah Jumat: 3 Alasan Kita Harus Menegakkan Syariat Islam

Kamis, 31/01/2019 11:06 0

Indonesia

Komentari Batal Bebasnya Ustadz ABB, Din Syamsuddin Singgung Terorisme Ekonomi

"Itu lho yang melakukan terorisme ekonomi lewat bank Century"

Kamis, 31/01/2019 10:39 0

Indonesia

Vonis Bos PT Indaco Terlalu Ringan, LBH Mega Bintang Akan Laporkan Hakim ke KY

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Mega Bintang, Sigit Subdiyanto menyatakan akan melaporkan Ketua Majelis Hakim Krosbin Lumban Gaol ke Komisi Yudisial

Rabu, 30/01/2019 23:57 0

Indonesia

PAHAM: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Kental HAM Barat

Heru Susetyo menjelaskan bahwa Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual kental budaya HAM Barat.

Rabu, 30/01/2019 23:42 0

Indonesia

Din Syamsuddin: MUI Tak Akan Segan Mengkritik Bila Hasil Pemilu Tidak Baik

MUI dan umat tidak akan segan-segan untuk menjadi kekuatan pengritik pemerintah atau legislatif

Rabu, 30/01/2019 21:49 0

Artikel

Proporsional Memandang Polemik Pembebasan Ustadz ABB

Jokowi justru terlihat sebagai kepala negara yang tidak matang mengkaji dan tidak matang dalam mengambil keputusan

Rabu, 30/01/2019 21:14 0

Indonesia

Dewan Pertimbangan MUI Keluarkan Imbauan dalam Sikapi Pilpres 2019

Wantim MUI prihatin terhadap kondisi kebangsaan dan keumatan yang cenderung mengalami gejala perpecahan karena beda pilihan politik

Rabu, 30/01/2019 20:50 0

Indonesia

Pengungsi Rohingya di Makassar Demo Tuntut Kejelasan Nasib

Pengungsi Rohingya di Makassar Demo Tuntut Kejelasan Nasib

Rabu, 30/01/2019 20:13 0

Close