... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Saudi Akhiri Kampanye Anti-Korupsi, Nilai Sitaan USD 106 Miliar

Foto: Putera Mahkota Muhammad bin Salman saat mengenalkan Visi 2030 pemerintahan Arab Saudi.

KIBLAT.NET, Riyadh – Arab Saudi pada Rabu (30/01/2019) mengumumkan, berakhirnya kampanye penyelidikan anti-korupsi yang tersebar luas di bawah titah Putra Mahkota Muhammad bin Salman. Hampir 400 miliar riyal Saudi ($ 106 miliar) diperoleh kembali dari kampanye tersebut.

Kalangan pangeran-pangeran senior, pengusaha, dan pejabat termasuk yang dipanggil oleh pengadilan. Termasuk miliarder Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal, yang menjadi salah satu dari 381 orang diadili dalam kampanye anti-korupsi yang dimulai pada November 2017.

Dari mereka, 87 orang mengaku terlibat, termasuk dalam hal penyalahgunaan kekuasaan dan pencurian aset negara. Sementara yang lainnya tetap ditahan dalam penyelidikan selama berbulan-bulan.

“Selama penyelidikan lebih dari 400 miliar riyal Saudi ditemukan oleh negara dalam bentuk real estate, perusahaan, uang tunai, dan aset lainnya,” kata kantor berita pemerintah Saudi.

Penyelidikan ini sangat populer di kalangan pemuda Saudi, yang kehilangan haknya karena telah dijanjikan bahwa aset reklamasi akan digunakan untuk membangun proyek-proyek Saudi yang akan bermanfaat bagi keluarga berpenghasilan rendah dan menengah.

Tidak jelas apakah pengumuman itu akan memengaruhi departemen khusus di kantor kejaksaan umum, di mana Bin Salman ditugaskan untuk penyelidikan dan penuntutan kasus korupsi melalui pelanggaran tingkat bawah.

Kampanye anti-korupsi adalah salah satu dari serangkaian reformasi yang dipimpin oleh Bin Salman karena ia mengambil peran sebagai yang berikutnya dalam garis kekuasaan Saudi pada Juni 2017. Perubahan besar yang ia lakukan sebagai bagian dari Visi Saudi 2030, sebuah program reformasi mencari untuk merombak ekonomi berbasis minyak, termasuk penangkapan ulama, membuka bioskop di negara itu dan mengakhiri larangan mengemudi perempuan.

BACA JUGA  AS Gelar Negosiasi dengan Pemberontak Syiah Hutsi

Sumber: The National
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Din Syamsuddin Akui Debat Perdana Capres-Cawapres Tidak Berkualitas

Din lalu memberikan catatan terkait debat perdana kedua paslon. Menurutnya itu bukan debat yang berkualitas, karena tidak ada argumen adu visi dan gagasan.

Kamis, 31/01/2019 12:30 0

Indonesia

Tuntutan Takmir Dipenuhi, Kasus Penyerangan Masjid Jogokariyan Dinyatakan Selesai

"Kasus kejadian di depan Masjid Jogokariyan dan sekitarnya pada hari Ahad tanggal 27 Januari 2019 telah selesai," kata ketua takmir

Kamis, 31/01/2019 11:52 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: 3 Alasan Kita Harus Menegakkan Syariat Islam

Khutbah Jumat: 3 Alasan Kita Harus Menegakkan Syariat Islam

Kamis, 31/01/2019 11:06 0

Indonesia

Komentari Batal Bebasnya Ustadz ABB, Din Syamsuddin Singgung Terorisme Ekonomi

"Itu lho yang melakukan terorisme ekonomi lewat bank Century"

Kamis, 31/01/2019 10:39 0

Indonesia

Vonis Bos PT Indaco Terlalu Ringan, LBH Mega Bintang Akan Laporkan Hakim ke KY

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Mega Bintang, Sigit Subdiyanto menyatakan akan melaporkan Ketua Majelis Hakim Krosbin Lumban Gaol ke Komisi Yudisial

Rabu, 30/01/2019 23:57 0

Indonesia

PAHAM: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Kental HAM Barat

Heru Susetyo menjelaskan bahwa Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual kental budaya HAM Barat.

Rabu, 30/01/2019 23:42 0

Indonesia

Din Syamsuddin: MUI Tak Akan Segan Mengkritik Bila Hasil Pemilu Tidak Baik

MUI dan umat tidak akan segan-segan untuk menjadi kekuatan pengritik pemerintah atau legislatif

Rabu, 30/01/2019 21:49 0

Artikel

Proporsional Memandang Polemik Pembebasan Ustadz ABB

Jokowi justru terlihat sebagai kepala negara yang tidak matang mengkaji dan tidak matang dalam mengambil keputusan

Rabu, 30/01/2019 21:14 0

Indonesia

Dewan Pertimbangan MUI Keluarkan Imbauan dalam Sikapi Pilpres 2019

Wantim MUI prihatin terhadap kondisi kebangsaan dan keumatan yang cenderung mengalami gejala perpecahan karena beda pilihan politik

Rabu, 30/01/2019 20:50 0

Indonesia

Pengungsi Rohingya di Makassar Demo Tuntut Kejelasan Nasib

Pengungsi Rohingya di Makassar Demo Tuntut Kejelasan Nasib

Rabu, 30/01/2019 20:13 0

Close