Tekan Populasi Palestina, Israel Akan Bangun ‘Disneyland’ di Yerusalem

KIBLAT.NET, Yerusalem – Israel menyetujui rencana untuk membangun instalasi kereta gantung di Yerusalem atau Al-Quds. Menurut pengamat, ini sebagai upaya Israel untuk mengubah pemandangan kota dan mengembangkan permukiman Yahudi di wilayah Palestina.

Menurut Haaretz, Selasa (29/01/2019), komite infrastruktur nasional Israel, otoritas pembangunan Yerusalem dan kementerian pariwisata telah mengalokasikan 200 juta shekel ($ 54,4 juta) untuk proyek tersebut, yang akan menghubungkan sisi barat dan timur kota. Proyek ini akan mencakup 15 pilar beton setinggi 26 meter.

Menurut Haaretz, kereta gantung itu akan memiliki 73 gerbong, masing-masing mampu mengangkut puluhan penumpang. Dari awal hingga selesai, sistem akan sepanjang 1,4 km, dan gerbong akan melakukan perjalanan secara terpisah sejauh 15-20 menit. Perjalanan diproyeksikan berlangsung selama empat setengah menit total.

Israel menyebut kereta gantung itu akan membantu meringankan lalu lintas di kota dan dapat mengangkut 3.000 penumpang per jam pada waktu-waktu padat.

Dua stasiun diusulkan untuk dibangun di Yerusalem Barat dan Gunung Sion. Yang ketiga direncanakan di kawasan Silwan Yerusalem Timur yang diduduki, berdekatan dengan tembok selatan Kota Tua dan dekat dengan Masjid al-Aqsa.

Wilayah Yerusalem Timur diambil alih Israel pada tahun 1967. Kelompok pemukim ELAD telah menduduki wilayah itu dan mengelola taman arkeologi Kota Daud serta membangun permukiman Yahudi.

Beberapa keluarga Palestina yang telah tinggal di lingkungan itu selama beberapa generasi telah diusir oleh Israel guna menciptakan taman arkeologi dan mengakomodasi pemukim Yahudi.

BACA JUGA  Netanyahu Perintahkan Pembangunan Rumah di Tepi Barat Dilanjutkan

“Tujuan mereka adalah mengurangi populasi Palestina di Yerusalem. Selama 20 tahun ke depan mereka berniat mengurangi jumlah penduduk di Silwan dan menjadikan penduduknya 40 persen Yahudi,” kata seorang penduduk Silwan, Sahar Abbasi.

Emek Shaveh, sebuah LSM arkeologi Israel, memperingatkan pusat bersejarah Yerusalem, yang dipadati dengan bangunan berusia berabad-abad, akan dirusak oleh kereta gantung modern.

“Para kritikus telah menyatakan bahwa kereta gantung itu akan mengkomersialkan Yerusalem, mengubahnya menjadi semacam Disneyland, dan akan merusak cakrawala indahnya yang terkenal,” katanya pada 2017.

Sumber: Haaretz
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat