... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PAHAM: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Kental HAM Barat

Foto: Pakar kontra terorisme, Heru Susetyo saat seminar bertema 'Kriminalisasi Dana Kemanusiaan Di Indonesia' di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (1603).

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Dewan Pembina Pusat Hak Asasi Manusia (PAHAM), Heru Susetyo menjelaskan bahwa Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual kental budaya HAM Barat. Maka, ia menegaskan RUU tersebut perlu dikaji kembali.

“Karena sudut pandang HAM (di dalam RUU PKS) itu sudut pandang HAM barat banget. Kita beda. Karena kita kan ada nilai sosial budaya, khas orang Timur, harus diakomodir juga. Kalau Barat kan berangkatnya dari ideolog tentang natural love, tentang hukum alam, jadi membebaskan hubungan manusia dengan tuhan,” ujar Heru saat dihubungi Kiblat.net, Rabu (30/01/2019) malam.

“Sebenarnya kita kan Indonesia adalah hamba Allah, hamba tuhan. Jadi mungkin karena perbedaan ideologi, berbeda cara pandangnya,” lanjutnya.

Heru menjelaskan bahwa RUU PKS ini perlu dikaji kembali, karena perlu mengakomodir nilai keIndonesiaan, Pancasila dan juga nilai agama. Ia menjelaskan bahwa tubuh manusia bukan sepenuhnya milik manusia, tapi milik Tuhan.

Sehingga secara tegas ia mengungkapkan di dalam RUU ini jangan hanya mempertimbangkan hak asasi Barat, namun perlu mempertimbangan unsur religi juga.

“Ada kekhawatiran UU ini akan melegalisasi prostitusi, aborsi, atau orientasi seksual yang tidak umum. Ini yang dikhawatirkan teman-teman. Ini saya kira harus dikaji kembali,” jelasnya.

Heru juga menyebutkan bahwa di draft awal RUU PKS ini bermasalah. Karena di dalamnya terkandung frasa dimana pemaksaan terhadap kontrol tubuh, pemaksaan dalam berbusana, pemaksaan dalam hubungan seksual antara suami terhadap istri, memaksa mengenakan busana tertentu, dianggap kekerasan seksual juga.

BACA JUGA  Gandeng PPMI, KBRI Islamabad Salurkan Daging Qurban Kepada Masyarakat Pakistan

Namun, setelah direvisi, menurutnya pasal-pasal di dalamnya sedikit melunak. Hanya saja, memang permasalahan di dalam RUU ini adalah masalah cara pandang dan perbedaan perspektif. Menurut Heru, mungkin saja tujuan pembuatan draft RUU ini baik, namun ternyata pasal di dalamnya terlalu bebas, karena berangkat dari perlindungan yang sangat sakral terhadap diri, seolah lepas dari nilai agama dan sosial budaya.

“Tujuannya mungkin baik melindungi, di draft awal yang dipandang bermasalah karena seolah kontrol tubuh itu berada sepenuhnya di tangan manusia bukan di tangan tuhan. Ini yang jadi keberatan teman-teman aktivis,” ujarnya.

Reporter: Muhammad Jundi
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Proporsional Memandang Polemik Pembebasan Ustadz ABB

Jokowi justru terlihat sebagai kepala negara yang tidak matang mengkaji dan tidak matang dalam mengambil keputusan

Rabu, 30/01/2019 21:14 0

Palestina

Amnesty International: 4 Perusahaan Pariwisata Dukung Penjajahan Zionis di Palestina

bahkan ada perusahaan yang memberi keterangan dengan tujuan “Wilayah Palestina Terjajah”

Rabu, 30/01/2019 19:39 0

Video News

Ini 8 Sikap MUI untuk Pilpres 2019

KIBLAT.NET- Dewan Pertimbangan MUI Majelis Ulama Indonesia menggelar rapat pleno ke-34 dengan dengan tajuk ”Umat...

Rabu, 30/01/2019 19:36 0

Philipina

Pemerintah Filipina Janji Akan Tangkap Pelaku Bom Masjid

Sementara itu, Presiden Rodrigo Duterte sendiri belum berbicara tentang ledakan di Zamboanga City.

Rabu, 30/01/2019 17:44 0

Iran

Empat Polisi Iran Terluka Saat Buka Paket Bom Kiriman Jaisyul Adl

Sejumlah media Iran menyebut, ledakan itu bersumber dari serangan bom bunuh diri.

Rabu, 30/01/2019 16:54 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Pernikahan Adalah Kerja Tim

KIBLAT.NET – Pada dasarnya karena laki-laki dan perempuan itu berbeda. Maka ketika mereka bertemu untuk...

Rabu, 30/01/2019 16:50 0

Palestina

Tekan Populasi Palestina, Israel Akan Bangun ‘Disneyland’ di Yerusalem

Ini sebagai upaya Israel untuk mengubah pemandangan kota dan mengembangkan permukiman Yahudi di wilayah Palestina.

Rabu, 30/01/2019 16:34 0

Video Kajian

Lima Sifat Penguasa Pengundang Azab

KIBLAT.NET – Setiap manusia memiliki potensi buruk dan baik. Keadaan dapat mengubah dirinya. Ketika seseorang...

Rabu, 30/01/2019 13:48 0

Video News

Kiblat Review: Ideologi Negara Belum Final?

Menurut beberapa informasi yang ada pasukan ini terdiri dari 10.000 mujahid, 700 tentara berkuda dan 100 kapal. Armada Islam bergerak pada hari Sabtu, 15 Rabiul Awal 212 H ke arah selatan Sisilia.

Rabu, 30/01/2019 13:00 0

Video News

Curhat Bocah Uyghur yang Ibunya Diculik Oleh Pemerintah Cina

KIBLAT.NET – Inilah curhatan dari seorang anak kecil Uyghur diaspora di Turki. Ayah, Ibu, dan...

Rabu, 30/01/2019 12:53 0

Close