... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Masjid Jogokariyan Diserang, Komisi III DPR: Bukti Kubu Jokowi Panik

Foto: Situasi di Masjid Jogokariyan sehari setelah diserang gerombolan orang bersenjata tajam

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii menegaskan bahwa serangan ke Masjid Jogokariyan menunjukkan kubu Jokowi semakin panik. Meski demikian, ia tetap menghimbau kepada umat Islam untuk tidak terpancing dengan tindakan anarkis tersebut.

“Ini bukti bahwa kepanikan sudah semakin terjadi di kubunya Jokowi. Jadi saya berharap agar umat islam tidak usah terpancing dengan tindakan itu,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (29/01/2019).

Ia juga beranggapan bahwa aktor intelektual dari penyerangan ini ingin supaya umat Islam terpancing emosinya. Setelah emosi terpancing, lanjutnya, mereka akan memberikan narasi baru bahwa jamaah masjid beringas.

“Mereka kan berharap mendapatkan perlawanan. Dan kalau mereka mendapat perlawanan, mereka sudah siapkan kesimpulan baru, betapa beringasnya remaja masjid, kan seperti itu,” paparnya.

Pria yang akrab dengan sapaan Romo Syafii ini juga beranggapan bahwa tindakan ini membuat mereka semakin blunder. Sebelumnya, kata dia, ada rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir tapi gagal, itu blunder.

“Kemudian penanganan hukum yang tidak adil terhadap Ahmad dhani, ini lagi-lagi blunder. Ahok dulu masuk Mako Brimob, Ahmad Dhani langsung Cipinang. Ini semua ada di hati masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Masjid Jogokariyan Diserang, Komisi III DPR: Bukti Kubu Jokowi Panik”

  1. Bukan hanya panik sebenarnya mrk lah pelaku TERORIS sesungguhnya !!!

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Brigade Al-Qassam Galang Dana, Donasi Disalurkan Via Uang Elektronik

Abu Ubaida mengatakan bahwa musuh Zionis memerangi perlawanan dengan mencoba memotong dukungan dengan segala cara.

Rabu, 30/01/2019 09:50 0

Malaysia

PM Malaysia: Israel Negara Kriminal

Ia melanjutkan, ketika dunia mengutuk kami karena alasan ini, kami memiliki hak untuk mengatakan bahwa dunia ini munafik. Pembicaraan dunia tentang hak asasi manusia dan aturan hukum kosong.

Rabu, 30/01/2019 08:23 0

Suriah

Bom Bunuh Diri Sasar Gedung Pemerintah Darurat Idlib

Pelaku diidentifiasi seorang wanita.

Rabu, 30/01/2019 07:43 0

Opini

Ahmad Dhani Ditahan, Apa Kabar Nathan?

Nama Ahmad Dhani menjadi perbicangan masyarakat baik di dunia nyata maupun dunia maya. Kali ini bukan karena logo Laskar Cinta tapi cuitan Ahmad Dhani di sosial media.

Selasa, 29/01/2019 22:17 0

Philipina

Rincian Wilayah Muslim Mindanao Pendukung RUU Otonomi Bangsamoro

Sulu adalah satu-satunya provinsi ARMM yang menolak BOL. Suara "tidak" mengalahkan pilihan "ya" dengan selisih 25.896 suara.

Selasa, 29/01/2019 19:30 0

Info Event

PP Lidmi Santuni Guru Korban Tsunami Selat Sunda

PP Lidmi Santuni Guru Korban Tsunami Selat Sunda

Selasa, 29/01/2019 19:10 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir Sampaikan 3 Sikap MIUMI dalam Pilpres 2019

KIBLAT.NET- Pada Selasa, 29 Januari 2019, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menggelar konferensi...

Selasa, 29/01/2019 18:58 0

Profil

Asad bin Furat, Ulama Pembebas Kepulauan Sisilia

Menurut beberapa informasi yang ada pasukan ini terdiri dari 10.000 mujahid, 700 tentara berkuda dan 100 kapal. Armada Islam bergerak pada hari Sabtu, 15 Rabiul Awal 212 H ke arah selatan Sisilia.

Selasa, 29/01/2019 17:34 0

Opini

Prostitusi, Perzinaan Sistemik dan Feminisme

Prostitusi bukan barang aneh di negara ini. Bukan pula perkara tabu. Ibarat swalayan, beroperasinya terbuka, hanya saja memang yang tahu mereka para pelanggannya saja.

Selasa, 29/01/2019 11:56 0

Amerika

AS Godok RUU Anti Gerakan Boikot Israel

Israel melihat BDS sebagai ancaman strategis dan menuduhnya sebagai gerakan anti-Semit. Namun, para aktivis menyatakan bahwa upaya Israel bertujuan mendiskreditkan mereka.

Selasa, 29/01/2019 11:14 0

Close