Empat Polisi Iran Terluka Saat Buka Paket Bom Kiriman Jaisyul Adl

KIBLAT.NET, Baluchistan – Gerakan perlawanan Sunni bersenjata Jaisyul Adl, Selasa malam (20/01), bertanggung jawab atas dua ledakan di markas polisi Iran di kota Zahedan, provinsi Sistan-Baluchistan. Empat polisi terluka akibat serangan tersebut.

Menurut laporan Al-Sarq Al-Ausath, dua ledakan terdengar dari sebuah markas polisi di Zahedan. Sejumlah media Iran menyebut, ledakan itu bersumber dari serangan bom bunuh diri.

Kepala polisi provinsi Baluchistan, Muhammad Qanbari, mengonfirmasi bahwa dua ledakan itu bukan bersumber dari bom bunuh diri. Ledakan pertama dari granat lempar sementara ledakan kedua dari bom paket.

Setelah terjadi ledakan granat, jelas Qanbari, sejumlah anggota polisi berupaya membuka paket mencurigakan. Namun nahas, paket itu meledak dan melukai empat anggota.

Jaisyul Adl dalam pernyataan resmi mengaku di balik ledakan tersebut. Gerakan ini berideologi Sunni yang bertolak belakang dengan ideologi Negara Iran, Syiah. Anggotanya warga sunni yang terdiskriminasi di pinggiran Iran. Mereka mengangkat senjata untuk melawan ketidakadilan. Pemerintah Iran menganggap mereka kelompok “teroris”.

Jaisyul Adl kerap meluncurkan serangan menargetkan polisi dan tentara Iran. Akhir tahun lalu, gerakan ini berhasil menculik 14 tentara Iran, beberapa di antaranya anggota Garda Revolusi Iran. Tawanan itu digunakan untuk menuntut imbalan dari pemerintah Teheran.

Sumber: Al-Sarq Al-Ausath, Al-Araby Al-jadid
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat