... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Amnesty International: 4 Perusahaan Pariwisata Dukung Penjajahan Zionis di Palestina

Foto: Amnesty International

KIBLAT.NET, Jakarta – Amnesty International (AI) hari ini (30/01/2019) merilis laporan mengenai dukungan empat perusahaan raksasa penyedia jasa pariwisata terhadap penjajahan zionis di tanah Palestina.

Dalam laporan berjudul “Destination: Occupation” (Destinasi: Penjajahan) yang dirilis serentak secara global tersebut, AI secara eksplisit menyebut bahwa empat perusahaan tersebut adalah Booking.com, Airbnb, Trip Advisor, dan Expedia. Perusahaan Booking.com merupakan penyedia jasa layanan pariwisata dan pemesanan tiket dari Belanda. Sementara, tiga perusahaan lainnya berasal dari Amerika Serikat.

Menurut AI, keempatnya terbukti telah mendukung penjajahan zionis atas Palestina dengan mempromosikan ratusan penginapan dan kegiatan wisata di wilayah pendudukan ilegal seperti di Khan al-Ahmar dan Baitul Maqdis (Yerusalem).

“Amnesty International mendokumentasikan bagaimana sejumlah perusahaan itu mendorong pariwisata ke wilayah pendudukan ilegal ‘Israel’ dan berkontribusi atas keberlangsungan dan ekspansinya (pendudukan),” tulis AI dalam rilis yang diterima INA News Agency.

Lembaga internasional dunia seperti Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menyatakan bahwa pendudukan Zionis di tanah Palestina merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional dan bentuk kejahatan perang.

Meski demikian, perusahaan-perusahaan tersebut tetap mempromosikan wisata ke wilayah pendudukan tanpa memberi keterangan mengenai statusnya.

Meraup Keuntungan

Direktur Isu Global Tematik AI Seema Joshi menjelaskan, organisasinya telah menyusun temuan-temuan di lapangan yang menunjukkan saling keterkaitan antara perusahaan-perusahaan tersebut dengan ‘Israel’.

“Pemerintah ’Israel’ menggunakan industri pariwisata yang berkembang di wilayah pendudukan sebagai cara untuk melegitimasi keberadaan dan ekspansi mereka, dan sejumlah perusahaan jasa travel online itu berkontribusi memuluskan agenda tersebut,” jelas Joshi.

BACA JUGA  Aksi Mogok Makan di Penjara Israel Semakin Meluas

Sebagai contoh, Mahkamah Agung ‘Israel’ bahkan telah memberi lampu hijau untuk pemusnahan total sebuah desa penduduk Palestina bernama Kfar Adunim yang terletak tak jauh dari wilayah Khan al-Ahmar.

Wilayah ini masuk ke dalam area perluasan pendudukan ‘Israel’ dan diproyeksikan menjadi pusat pariwisata alam yang bisa menjadi nilai promosi tinggi bagi penyedia jasa pariwisata.

“Ini (perluasan pendudukan) telah menimbulkan penderitaan yang sangat besar, memaksa warga Palestina keluar dari rumah mereka sendiri, menghancurkan mata pencaharian mereka dan merampas hak-hak mereka atas kebutuhan dasar seperti air minum,” lanjut Joshi.

Menurut AI, para pemain besar dalam bisnis pariwisata tersebut tidak hanya melegitimasi penjajahan yang dilakukan Zionis, tetapi juga menyesatkan pelanggan mereka dengan tidak memberi keterangan bahwa lokasi-lokasi yang ditawarkan merupakan tanah Palestina yang terjajah.

Dari keempat perusahaan itu, hanya Trip Advisor yang memberi keterangan dengan tujuan “Wilayah Palestina Terjajah”.

Berdasarkan catatan AI, ada sekitar 324 tempat wisata yang dipromosikan keempat perusahaan tersebut. Ada yang menawarkan wisata alam, penginapan, kafe, yang semuanya berdiri di atas Wilayah Pendudukan Palestina (WPP).

Airbnb memiliki lebih dari 300 daftar properti di wilayah permukiman di WPP.
TripAdvisor mendaftarkan lebih dari 70 objek wisata, tur, restoran, kafe, hotel, dan apartemen sewaan di permukiman di WPP.
Booking.com mencantumkan 45 hotel dan penyewaan di permukiman di WPP.
Expedia mempromosikan sembilan penyedia akomodasi, termasuk empat hotel besar di permukiman di WPP

BACA JUGA  Senjata Makan Tuan, Kebijakan Lindungi Sapi di India Justru Merugikan

Juru Bicara AI Indonesia Haeril Halim mengatakan, lembaganya telah menyurati keempat perusahaan tersebut. Namun, hanya Booking.com dan Expedia yang merespons.

Haeril juga menegaskan, keempat perusahaan itu telah mengambil keuntungan dari bisnis yang beroperasi di Wilayah Palestina Terjajah. Menurutnya, itu sama saja dengan mendukung pendudukan ilegal ‘Israel’ dan melanggar hukum internasional.

“AI meminta keempat perusahaan tersebut menghapus akomodasi di wilayah pendudukan dari website mereka. Kami juga meminta negara asalnya agar membuat aturan yang melarang perusahaan-perusahaan dari wilayah mereka beroperasi di wilayah pendudukan,” kata Haeril dalam pesan tertulisnya kepada INA News Agency.

Reporter: Syahrain/INA News Agency
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Ini 8 Sikap MUI untuk Pilpres 2019

KIBLAT.NET- Dewan Pertimbangan MUI Majelis Ulama Indonesia menggelar rapat pleno ke-34 dengan dengan tajuk ”Umat...

Rabu, 30/01/2019 19:36 0

Indonesia

Vonis 1 Tahun Kasus Tabrak Lari di Solo Dinilai Tidak Wajar

"Keputusan hakim kepada Iwan dari lima tahun menjadi satu tahun itu menjadi bahan pertanyaan di masyarakat secara luas," kata Mudrick Sangidoe.

Rabu, 30/01/2019 19:06 0

Indonesia

Terungkap, Pengadilan untuk Ustadz ABB Sangat Spesial

"Pengadilannya sangat spesial untuk Ustadz Abu. Jadi kalau kita berbicara bahwa kasus ini spesial, dari awal dia sudah spesial,"

Rabu, 30/01/2019 18:51 0

Indonesia

LBH Mega Bintang Sayangkan Vonis 1 Tahun untuk Bos PT Indaco

"Tuntutan dari jaksa penuntut umum itu jatuh pada pasal pembunuhan, pasal 338 KUHP. Namun, majelis hakim memberikan hukuman pasal 311 tentang lalu lintas," kata Sigit Subdiyanto, Ketua LBH Mega Bintang.

Rabu, 30/01/2019 18:32 0

Indonesia

Petisi Tolak RUU P-KS Didukung Ratusan Ribu Orang

Petisi Tolak RUU Pro Zina ditandatangani oleh lebih dari 130.000 orang

Rabu, 30/01/2019 18:19 0

Video Kajian

Ust. Tri Asmoro: Pernikahan Adalah Kerja Tim

KIBLAT.NET – Pada dasarnya karena laki-laki dan perempuan itu berbeda. Maka ketika mereka bertemu untuk...

Rabu, 30/01/2019 16:50 0

Indonesia

Diakui Tito Karnavian, Valid Ustadz ABB Tak Pernah Terlibat Bom Bali

"Beliau tidak terkait dengan kasus bom Bali.... Ada juga yang mengaitkan dengan JW Marriott dan lain-lain, beliau tidak terkait", kata Tito

Rabu, 30/01/2019 15:05 0

Indonesia

Masjid di Filipina Selatan Dilempari Granat, 2 Jamaah Tewas

Insiden-insiden itu terjadi di tengah referendum 21 Januari untuk otonomi yang lebih luas bagi Bangsamoro.

Rabu, 30/01/2019 14:14 0

Video Kajian

Lima Sifat Penguasa Pengundang Azab

KIBLAT.NET – Setiap manusia memiliki potensi buruk dan baik. Keadaan dapat mengubah dirinya. Ketika seseorang...

Rabu, 30/01/2019 13:48 0

Indonesia

Kondisi Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Semakin Lemah

"Ya Allah, hanya kepadamu kami adukan orang-orang zalim itu, sungguh engkau maha adil dan tak pernah lalai,"

Rabu, 30/01/2019 13:33 0

Close