Ust Abu Rusydan: Mujahid dan Keterasingan dalam Keramaian

KIBLAT.NET – Banyak orang lebih siap terangkat di atas tumpukan pujian, tapi tidak siap terpuruk di bawah debu. Merekalah orang-orang yang berjalan menuju negeri yang jauh.

Allah berfirman, “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” Al-Qashash: 83).

Ketenaran adakalanya datang tanpa dicari. Sebagian orang berambisi untuk mendapatkannya. Ada lagi sebagian lain yang tidak menghendaki itu, dan mereka siap menghadapai kenyataan apa pun.

Persoalan tersebut dibahas dalam kajian ini. Anda dapat menyimaknya secara utuh, atau melompat ke subtema berikut:

00:35:39 – Makna keterasingan
00:45:00 – Hadits tentang sebaik-baik manusia
00:52:30 – Kematian yang dicari
00:58:13 – Demokrasi ibarat Kumbokarno; tidur setahun bangun sehari merusak segalanya
01:02:00 – 2019 nyoblos bila…
01:09:17 – Syarat mengasingkan diri (i’tizal) dari keramaian manusia

Redaktur: Salem

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat