... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Takmir Desak Polisi Segera Selesaikan Kasus Penyerangan Masjid Jogokariyan

Foto: Ketua Takmir Masjid Jogokaryan, Muhammad Fanni Rahman

KIBLAT.NET, Yogyakarta – Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Fanni Rahman menceritakan kejadian penyerangan Masjid Jogokariyan pada Ahad (27/01/19) sore, hingga proses mediasi yang dilakukan setelahnya. Meski telah menerima permintaan maaf, pihak takmir mendesak polisi menyelesaikan kasus itu secara tuntas.

“Sore itu ada pengajian sama pembagian paket sembako, setelah shalat Ashar, pengajian kemudian sekitar jam 4 sore acara selesai. Panitia, masyarakat sebagian sudah bubar,” ungkapnya kepada kiblat.net di Masjid Jogokariyan, Senin (29/01/19).

Saat terjadi keributan di Masjid Jogokariyan pada Ahad (27/01/2019), Fanni tengah berada di rumah orang tuanya yang terletak di depan Masjid Jogokariyan. Kabar kejadian itu pertama kali diketahuinya dari seorang nenek yang berjalan kaki terburu-buru dari arah masjid sambil menangis. Saat ditanya, dia mengaku ketakutan karena ada keributan di perempatan dekat Masjid Jogokariyan.

Dia segera beranjak menuju lokasi keributan. Setibanya di tempat kejadian, Fanni melihat segerombolan orang yang mengayun-ayunkan senjata tajam menuju ke arah masjid. dari arah berlawanan sejumlah jemaah dan remaja masjid telah bersiap mencegah mereka.

“Langsung saya ke sana, waktu itu masih sedikit orang. Pas sampai perempatan benar ada ribut, saya hampir kena lemparan batu,” ujarnya.

Menurut Fanni, batu-batu yang dilemparkan oleh gerombolan orang bersenjata tajam itu tak ada yang mengenai bangunan masjid. Namun, sebagian batu mengenai tenda yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan pengajian dan pembagian sembako.

BACA JUGA  Korban Meninggal Banjir Bandang Sentani Capai 104 Orang

Tak berselang lama, situasi makin ramai ketika massa dari masing-masing kubu bertambah banyak. Orang-orang tua dari kalangan jemaah masjid berusaha melerai, tetapi usaha mereka sia-sia. Pasalnya, batu bambu terus dilemparkan oleh massa. Dengan jumlah yang makin banyak, jemaah dan remaja masjid akhirnya berhasil memukul mundur gerombolan masaa pembawa senjata tajam tersebut.

Mulyadi, warga yang bertempat tinggal di dekat Masjid Jogokariyan, mengungkapkan keributan bermula saat kedatangan segerombolan orang bersepeda motor yang bergerak dari arah barat, menuju perempatan dekat masjid yang berada di Jalan DI Panjaitan, Mantrijeron. Orang-orang itu terlihat mengenakan kaos serba merah dengan gambar lambang banteng. Mereka juga membawa senjata tajam berupa celurit dan golok

Setelah itu pihak kepolisian datang ke lokasi datang untuk mengamankan situasi. “Kapolres datang, kami langsung minta ada pertemuan dengan pihak sana. Dikumpulkan, dari kami ada tiga perwakilan salah satunya saya, dari sana ada sepuluh sesepuh-sesepuh pihak sana dan alhamdulillah bisa mediasi di kecamatan,” ujar Fanni.

Proses mediasi yang berlangsung di kantor kecamatan Mantrijeron berlangsung dari pukul 17.00 WIB sampai masuk waktu Isya. Fanni memimpin delegasi Masjid Jogokariyan, sementara di kubu lain menghadirkan Ketua PAC PDIP Mantrijeron, Junianto.

Dalam mediasi itu tokoh PDIP Mantrijeron berjanji akan menghadirkan pelaku penyerangan dan mempertemukannya dengan takmir Masjid Jogokariyan. Fanni mengatakan pihak takmir tak mewajibkan pertemuan dilakukan di masjidnya, tapi bisa dilaksanakan tempat netral.

BACA JUGA  Diserang Kelompok Teror Papua, Tiga Anggota TNI Meninggal

Fanni mengaku dalam pertemuan tersebut pihaknya menerima permintaan maaf tokoh PDIP Mantrijeron. Meski begitu, pihak Takmir Masjid Jogokariyan meminta polisi untuk menyelesaikan kasus itu secara tuntas.

“Karena kasus ini sangat sensitif sekali, harus segera diselesaikan,” tandas Fanni.

Reporter: Reno
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Prostitusi, Perzinaan Sistemik dan Feminisme

Prostitusi bukan barang aneh di negara ini. Bukan pula perkara tabu. Ibarat swalayan, beroperasinya terbuka, hanya saja memang yang tahu mereka para pelanggannya saja.

Selasa, 29/01/2019 11:56 0

Amerika

AS Godok RUU Anti Gerakan Boikot Israel

Israel melihat BDS sebagai ancaman strategis dan menuduhnya sebagai gerakan anti-Semit. Namun, para aktivis menyatakan bahwa upaya Israel bertujuan mendiskreditkan mereka.

Selasa, 29/01/2019 11:14 0

Video Kajian

Ust Abu Rusydan: Mujahid dan Keterasingan dalam Keramaian

- Demokrasi ibarat Kumbokarno; tidur setahun bangun sehari merusak segalanya - 2019 nyoblos bila... - Syarat mengasingkan diri (i'tizal) dari keramaian manusia

Selasa, 29/01/2019 10:35 0

Mesir

Sepakati Kerja Sama Anti-Terorisme dengan Prancis, Mesir Dapat Gelontoran Dana

"Pembicaraan kami hari ini menyaksikan kesepakatan dalam visi tentang pentingnya terus bekerja untuk memerangi fenomena terorisme yang menjijikkan, yang menargetkan keamanan dan kepentingan kedua negara," kata Al-Sisi.

Selasa, 29/01/2019 09:44 0

Opini

Mencegah Kemunkaran, Kewajiban yang Butuh Perhatian

Kemunkaran adalah segala bentuk kemaksiatan terhadap Allah Swt baik berupa meninggalkan suatu kewajiban syariat, atau melakukan segala yang dilarang oleh syariat.

Selasa, 29/01/2019 09:32 0

Suriah

Iran dan Suriah Teken Kerja Sama Ekonomi Jangka Panjang

Di antara isi perjanjian itu, dimudahkannya perusahaan Iran berinvestasi di Suriah

Selasa, 29/01/2019 07:56 0

Suriah

SDF Klaim Wilayah ISIS Tersisa Empat Kilometer Persegi

Milisi ini didanai dan dikung penuh oleh pasukan koalisi internasional pimpinan AS.

Selasa, 29/01/2019 07:10 0

Suriah

Marak Pengemis, Latakia di Bawah Kontrol Rezim Assad

Pejabat Suriah mengungkapkan tentang maraknya penyebaran pengemis di seluruh wilayah kontrol, terutama di provinsi Latakia.

Senin, 28/01/2019 20:43 0

Manhaj

Mempelajari Sebab Kemunduran Umat Islam

Inilah yang membuat umat Islam mengalami kemerosotan. Ketika mereka jauh dari keislamaman, secara otomatis mereka kembali kepada kehidupan Jahiliyah, entah Jahiliyah di Timur maupun di Barat.

Senin, 28/01/2019 19:29 0

Philipina

BIFF Takkan Ganggu Referendum, Meski Tolak RUU Otonomi Bangsamoro

Juru bicara BIFF, Abu Misri Mama, mengatakan akan terus melanjutkan visi misi pendiri Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Salamat Hashim.

Senin, 28/01/2019 19:08 0

Close