... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Peringatkan Bahaya RUU P-KS, MIUMI Singgung Rencana Pernikahan Ahok

Foto: Tolak Rancangan undang-undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS)

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menyoroti penyimpangan dalam Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS). Pasalnya, RUU tersebut membolehkan kejahatan seksual asalkan dilakukan secara suka sama suka.

Salah satu yang disoroti MIUMI terkait RUU P-KS adalah penggunaan istilah “kekerasan”, yang dianggap tidak cukup kuat untuk membendung segala bentuk kejahatan seksual. Dalam naskahnya RUU Bab V tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, seseorang dinyatakan melakukan kekerasan seksual jika ada unsur pemaksaan, baik berbentuk pelecehan atau eksploitasi.

“Itu kan seolah-olah kejahatan seksual yang dilakukan secara suka sama suka dan tidak menimbulkan masalah boleh-boleh saja,” kata Wakil Sekjen MIUMI Ustadz Fahmi Salim di Rumah Makan Garuda, Jakarta Selatan, Selasa (29/01/2019).

Fahmi mencontohkan hubungan seksual sesama jenis. Jika merujuk pada RUU P-KS, perbuatan itu bisa dianggap bukan pidana jika tidak ada unsur pemaksaan dan kekerasan fisik. Selain itu, kejahatan seksual seperti pelacuran, perzinaan, aborsi, penggunaan kontrasepsi, sodomi, homoseks, penyimpangan orientasi seksual lainnya yang dilakukan atas dasar suka sama suka, bisa lolos dari jerat hukum.

RUU PKS, lanjut Fahmi, juga bisa jadi undang-undang karet yang rawan disalahgunakan untuk mengkriminalisasi suami-istri. “Kriminalisasi suami yang memaksa istri untuk berhubungan badan atau sebaliknya misalnya,” tuturnya.

Pernyataan Fahmi merujuk kepada Pasal 11 ayat 2 huruf H yang dijelaskan pada pasal 19 RUU P-KS. Pasal itu berbunyi: Perbudakan seksual sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf h adalah Kekerasan Seksual yang dilakukan dalam bentuk membatasi ruang gerak atau mencabut kebebasan seseorang, dengan tujuan menempatkan orang tersebut melayani kebutuhan seksual dirinya sendiri atau orang lain dalam jangka waktu tertentu.

BACA JUGA  35 Tahun Tragedi Tanjung Priok, Keadilan Tak Kunjung Datang

“Point bermasalah lainnya adalah pemaksaan orangtua terhadap anak dalam berpakaian dapat dikenakan pidana,” tuturnya.

Sementara, Sekjen MIUMI Ustadz Bachtiar Nasir menambahkan persoalan yang masih hangat adalah pernikahan beda agama. Dia mencontohkan kasus rencana pernikahan Ahok dan Puput, yang mana akhirnya Puput telah murtad dari Islam.

“Menurut saya ini berbahaya bahkan termasuk kejahatan seksual, bagaimana adanya paksaan pernikahan beda agama kemudian dipublikasikan. Padahal dalam Islam murtad dan yang memurtadkan bukan persoalan sepele,” ujarnya.

Ustadz Bachtiar Nasir menilai persoalan tersebut akan lebih berbahaya ketika RUU P-KS disahkan. Pasalnya, dengan alasan menikah suka sama suka, tetapi meninggalkan ketentuan agama.

“Sehingga sudah sepatutnya kita menolak RUU P-KS ini selama bertentangan dengan syariat Islam dan budaya Indonesia,” tukasnya.

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Philipina

Rincian Wilayah Muslim Mindanao Pendukung RUU Otonomi Bangsamoro

Sulu adalah satu-satunya provinsi ARMM yang menolak BOL. Suara "tidak" mengalahkan pilihan "ya" dengan selisih 25.896 suara.

Selasa, 29/01/2019 19:30 0

Info Event

PP Lidmi Santuni Guru Korban Tsunami Selat Sunda

PP Lidmi Santuni Guru Korban Tsunami Selat Sunda

Selasa, 29/01/2019 19:10 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir Sampaikan 3 Sikap MIUMI dalam Pilpres 2019

KIBLAT.NET- Pada Selasa, 29 Januari 2019, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menggelar konferensi...

Selasa, 29/01/2019 18:58 0

Profil

Asad bin Furat, Ulama Pembebas Kepulauan Sisilia

Menurut beberapa informasi yang ada pasukan ini terdiri dari 10.000 mujahid, 700 tentara berkuda dan 100 kapal. Armada Islam bergerak pada hari Sabtu, 15 Rabiul Awal 212 H ke arah selatan Sisilia.

Selasa, 29/01/2019 17:34 0

Opini

Prostitusi, Perzinaan Sistemik dan Feminisme

Prostitusi bukan barang aneh di negara ini. Bukan pula perkara tabu. Ibarat swalayan, beroperasinya terbuka, hanya saja memang yang tahu mereka para pelanggannya saja.

Selasa, 29/01/2019 11:56 0

Amerika

AS Godok RUU Anti Gerakan Boikot Israel

Israel melihat BDS sebagai ancaman strategis dan menuduhnya sebagai gerakan anti-Semit. Namun, para aktivis menyatakan bahwa upaya Israel bertujuan mendiskreditkan mereka.

Selasa, 29/01/2019 11:14 0

Video Kajian

Ust Abu Rusydan: Mujahid dan Keterasingan dalam Keramaian

- Demokrasi ibarat Kumbokarno; tidur setahun bangun sehari merusak segalanya - 2019 nyoblos bila... - Syarat mengasingkan diri (i'tizal) dari keramaian manusia

Selasa, 29/01/2019 10:35 0

Mesir

Sepakati Kerja Sama Anti-Terorisme dengan Prancis, Mesir Dapat Gelontoran Dana

"Pembicaraan kami hari ini menyaksikan kesepakatan dalam visi tentang pentingnya terus bekerja untuk memerangi fenomena terorisme yang menjijikkan, yang menargetkan keamanan dan kepentingan kedua negara," kata Al-Sisi.

Selasa, 29/01/2019 09:44 0

Opini

Mencegah Kemunkaran, Kewajiban yang Butuh Perhatian

Kemunkaran adalah segala bentuk kemaksiatan terhadap Allah Swt baik berupa meninggalkan suatu kewajiban syariat, atau melakukan segala yang dilarang oleh syariat.

Selasa, 29/01/2019 09:32 0

Suriah

Iran dan Suriah Teken Kerja Sama Ekonomi Jangka Panjang

Di antara isi perjanjian itu, dimudahkannya perusahaan Iran berinvestasi di Suriah

Selasa, 29/01/2019 07:56 0

Close