... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Otak Pembunuhan Wartawan Dapat Remisi, Istri Korban: Ini Tidak Adil

Foto: Istri Prabangsa mendatangi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali

KIBLAT.NET, Bali – Tuntutan agar Presiden Joko Widodo mencabut remisi I Nyoman Susrama, otak pembunuhan berencana Anak Agung Gede Bagus Narendra Prabangsa, wartawan Jawa Pos Radar Bali, terus menguat. Setelah komunitas pers di seluruh tanah air melakukan protes, permohonan pencabutan remisi juga disuarakan langsung istri almarhum Prabangsa, AA Sagung Mas Prihantini (49).

Dalam rilisnya, AJI Bali menceritakan bahwa ibu dua anak itu mendatangi langsung Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali pada Selasa pagi (29/01/2019). Didampingi Solidaritas Jurnalis Bali (SJB), Sagung Mas menyampaikan isi hatinya dengan suara bergetar menahan kepedihan.

“Jujur saja remisi ini membuka luka lama saya. Ingatan saya kembali ke sepuluh tahun lalu yang membuat hidup saya benar-benar ke titik nol,” tutur Sagung Mas dengan suara terbata-bata di hadapan Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali, Sutrisno.

Tak terasa air mata Sagung mulai keluar. Namun, dia berusaha menguasai diri. Sagung Mas mengaku tidak mudah mengungkap kasus Prabangsa, di mana para jurnalis, penegak hukum dari polisi dan jaksa melalui kerja keras akhirnya bisa mengusut kasus pembunuhan suaminya. Pengadilan juga dengan berani memutuskan hukuman seumur hidup.

Setelah putusan pengadilan itu, Sagung Mas berusaha bangkit menghadapi hidup sebagai tulang punggung keluarga. Perlahan Sagung dan kedua anaknya yang masih kecil harus menerima kenyataan jika ayah dan suami yang dicintai telah tiada.

BACA JUGA  DSKS Minta Gus Muwafiq Diadili Sesuai Hukum

“Saya dan anak-anak berusaha mengikhlaskan kepergian beliau. Tapi, setelah hampir bisa menerima keadaan, tiba-tiba muncul remisi yang membuat saya dan anak-anak kembali membuka lama. Bagi saya ini tidak adil, keadilan saya dirampas,” kata Sagung, dikutip AJI Bali.

Dia meminta Sutrisno menyampaikan suara hati dan kedua anaknya kepada Menteri Hukum dan HAM di Jakarta. “Tolong, Pak, kami minta agar remisi itu dicabut. Ini tidak hanya untuk keadilan keluarga kami dan almarhum. Tapi, ini juga untuk kebaikan teman-teman wartawan dalam menjalankan tugas di lapangan,” imbuhnya.

Menanggapi itu, Sutrisno menyatakan dirinya hanya sebagai jembatan penghubung aspirasi SJB dan keluarga almarhum Prabangsa. Namun dia berjanji akan menemui langsung atasannya, Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly.

“Saya akan menyampaikan amanah keluarga dan kawan-kawan SJB ke Pak Menteri. Saya akan temui langsung beliau di rumahnya. Saya akan kejar Pak Menteri untuk menyampaikan amanah ini,” kata Sutisno.

Sutrisno juga berjanji akan menyampaikan tuntutan dan kondisi kekinian di Bali kepada Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI. Sebab, Dirjen Pemasyarakatan juga memiliki peran penting dalam kasus ini.

Sementara itu, kuasa hukum SJB, Made ‘Ariel’ Suardana berterima kasih kepada Sutrisno karena telah menerima aspirasi dari keluarga almarhum Prabangsa.

“Semoga tuntutan ini bisa dikabulkan Pak Menteri hingga Presiden. Karena ini merupakan aspirasi semua kawan-kawan jurnali dan keluarga almarhum. Martabat pers sebagai pilar demokrasi harus ditegakkan,” kata Ariel.

BACA JUGA  Generasi Milenial Diminta Waspada Perang Asimetris

Sebagai informasi, Susrama diberitakan marah karena Prabangsa kerap menulis ketidakberesan proyek di Dinas Pendidikan. Susrama, yang ternyata adik dari Bupati Bangli saat itu, sebagai kontraktor proyek tersebut.

Pelaku pembunuhan Prabangsa berjumlah 9 orang. Dia dibunuh dengan cara diikat dan kepalanya dipukuli dengan kayu hingga mati pada 11 Februari 2009. Mayatnya dibuang ke laut dekat Pelabuhan Padangbai.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Prostitusi, Perzinaan Sistemik dan Feminisme

Prostitusi bukan barang aneh di negara ini. Bukan pula perkara tabu. Ibarat swalayan, beroperasinya terbuka, hanya saja memang yang tahu mereka para pelanggannya saja.

Selasa, 29/01/2019 11:56 0

Amerika

AS Godok RUU Anti Gerakan Boikot Israel

Israel melihat BDS sebagai ancaman strategis dan menuduhnya sebagai gerakan anti-Semit. Namun, para aktivis menyatakan bahwa upaya Israel bertujuan mendiskreditkan mereka.

Selasa, 29/01/2019 11:14 0

Video Kajian

Ust Abu Rusydan: Mujahid dan Keterasingan dalam Keramaian

- Demokrasi ibarat Kumbokarno; tidur setahun bangun sehari merusak segalanya - 2019 nyoblos bila... - Syarat mengasingkan diri (i'tizal) dari keramaian manusia

Selasa, 29/01/2019 10:35 0

Mesir

Sepakati Kerja Sama Anti-Terorisme dengan Prancis, Mesir Dapat Gelontoran Dana

"Pembicaraan kami hari ini menyaksikan kesepakatan dalam visi tentang pentingnya terus bekerja untuk memerangi fenomena terorisme yang menjijikkan, yang menargetkan keamanan dan kepentingan kedua negara," kata Al-Sisi.

Selasa, 29/01/2019 09:44 0

Opini

Mencegah Kemunkaran, Kewajiban yang Butuh Perhatian

Kemunkaran adalah segala bentuk kemaksiatan terhadap Allah Swt baik berupa meninggalkan suatu kewajiban syariat, atau melakukan segala yang dilarang oleh syariat.

Selasa, 29/01/2019 09:32 0

Suriah

Iran dan Suriah Teken Kerja Sama Ekonomi Jangka Panjang

Di antara isi perjanjian itu, dimudahkannya perusahaan Iran berinvestasi di Suriah

Selasa, 29/01/2019 07:56 0

Suriah

SDF Klaim Wilayah ISIS Tersisa Empat Kilometer Persegi

Milisi ini didanai dan dikung penuh oleh pasukan koalisi internasional pimpinan AS.

Selasa, 29/01/2019 07:10 0

Suriah

Marak Pengemis, Latakia di Bawah Kontrol Rezim Assad

Pejabat Suriah mengungkapkan tentang maraknya penyebaran pengemis di seluruh wilayah kontrol, terutama di provinsi Latakia.

Senin, 28/01/2019 20:43 0

Manhaj

Mempelajari Sebab Kemunduran Umat Islam

Inilah yang membuat umat Islam mengalami kemerosotan. Ketika mereka jauh dari keislamaman, secara otomatis mereka kembali kepada kehidupan Jahiliyah, entah Jahiliyah di Timur maupun di Barat.

Senin, 28/01/2019 19:29 0

Philipina

BIFF Takkan Ganggu Referendum, Meski Tolak RUU Otonomi Bangsamoro

Juru bicara BIFF, Abu Misri Mama, mengatakan akan terus melanjutkan visi misi pendiri Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Salamat Hashim.

Senin, 28/01/2019 19:08 0

Close