AS Godok RUU Anti Gerakan Boikot Israel

KIBLAT.NET, Washington – Senat AS telah mengesahkan rancangan undang-undang yang membahas kebijakan keamanan di Timur Tengah, termasuk sanksi baru terhadap Suriah dan aksi boikot Israel.

RUU diperkenalkan oleh Senator Republik Marco Rubio. Pada hari Senin (28/01/2019), sebagian besar senator dari Partai Demokrat bergabung dengan Partai Republik untuk mendukung RUU tersebut.

RUU masih memerlukan sejumlah tahapan untuk disahkan menjadi undang-undang. Jika disahkan oleh Senat, RUU juga harus disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

RUU mencakup ketentuan untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Suriah dan menjamin bantuan keamanan untuk Israel dan Yordania. Hal ini sebagai upaya untuk meyakinkan sekutu AS pasca pengumuman penarikan pasukan oleh Donald Trump.

Namun, ketentuan dalam RUU juga mencakup langkah kontroversial yang memerangi gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS), sebuah kampanye non-kekerasan Palestina untuk hak asasi manusia.

Gerakan BDS diluncurkan pada 2005 oleh orang-orang Palestina untuk memberikan tekanan internasional kepada Israel untuk menghormati hak asasi manusia Palestina.

Para pendukung mengatakan upaya ini diambil dari kampanye anti-apartheid di Afrika Selatan pada 1980-an dan gerakan Hak-Hak Sipil Amerika Afrika sebelumnya pada 1950-an dan 60-an.

Israel melihat BDS sebagai ancaman strategis dan menuduhnya sebagai gerakan anti-Semit. Namun, para aktivis menyatakan bahwa upaya Israel bertujuan mendiskreditkan mereka.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat