... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Ahmad Dhani Ditahan, Apa Kabar Nathan?

Foto: Ahmad Dhani (sumber: Ragam Lampung.com)

KIBLAT.NET – Nama Ahmad Dhani menjadi perbicangan masyarakat baik di dunia nyata maupun dunia maya. Kali ini bukan karena logo Laskar Cinta tapi cuitan Ahmad Dhani di sosial media.

Pria dengan nama asli Dhani Ahmad Prasetyo ini resmi ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang pada Selasa 29 Januari 2019. Ia menjalani masa tahanan karena dianggap melakukan ujaran kebencian berdasarkan Suku Agama Ras dan Antar-golongan (SARA).

Pidana ini diatur dalam Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Terkait dengan kasus ini, ada tiga cuitan yang mengakibatkan Ahmad Dhani dibui. Pertama, cuitannya pada 5 Maret 2017 yang berbunyi “Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya -ADP.” Kedua, “Sila Pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur…kalian WARAS?? -ADP.” yang ditulis pada 7 Maret 2017. Dan yang ketiga, “Yang menistakan agama si Ahok…yang diadili KH. Ma’ruf Amin… -ADP. Tulisan tersebut ia buat pada 7 Februari 2017.

Jika kita lihat satu persatu cuitan tersebut, sebenarnya tidak ada yang menyinggung Suku, Agama, Ras, Antar golongan tertentu. Ia hanya berfokus pada frasa “penista agama” yang saat itu tentu ia arahkan ke Ahok. Namun, jika ini diartikan bahwa menyebut Ahok sebagai penista agama sama dengan menyebar kebencian ke etnis Tionghoa, jelas terlalu dipaksakan.

BACA JUGA  Kashmir yang Terdampar

Sebab, Ahok bukan representasi dari etnis Tionghoa dan di sisi lain Ahok sudah terbukti melakukan penistaan agama. Maka, cuitan Ahmad Dhani sama sekali tidak menyebarkan kebencian. Yang perlu dicatat adalah, Ahmad Dhani hanya ‘menyerang’ Ahok, bukan Ras tertentu.

Dan ini menjadi aneh ketika Ahmad Dhani ditahan, padahal Ahok baru keluar dari Mako Brimob. Masa tahanan menunjukkan Ahok salah, maka yang menyebut Ahok penista agama jangan dibantah. Berbeda jika Ahmad Dhani ditahan sebelum Ahok dinyatakan bersalah. Bisa saja ia ditahan, tapi karena pencemaran nama baik, bukan kebencian berdasarkan SARA.

Tetapi yang perlu menjadi perhatian juga adalah kasus serupa yang dilakukan oleh akun twitter Nathan P Suwanto. Ia memberikan cuitan yang mengandung ancaman kepada beberapa nama. Di antaranya Fadli Zon, Fahri Hamzah dan Habib Rizieq.

Atas cuitan Nathan, Fadli Zon melaporkannya ke Bareskrim Mabes Polri. Meski mengklaim akan ditindaklanjuti, kabar kasus Nathan masih dipertanyakan. Sebagai langkah preventif, penegak hukum seharusnya mengambil langkah lebih tegas.

cuitan Nathan yang bernada ancaman

Perbedaan sikap dalam penegakan hukum semakin kentara dengan penahanan Ahmad Dhani dan pembiaran Nathan. Sebenarnya, salah satu tujuan hukum adalah untuk menjaga stabilitas nasional. Jika hukum tidak berlaku/tidak seimbang maka memunculkan instabilitas.

Urutannya, ketidakadilan menimbulkan ketidakpercayaan. Dan ketika ketidakpercayaan ini dibiarkan serta tidak digubris maka menimbulkan pembangkangan. Sedangkan pembangkangan yang semakin mengkristal maka akan mejadi gerakan yang tidak dapat dibendung. Di situlah akan terjadi instabilitas.

BACA JUGA  Baru! Tradisi Ngambek dalam Dunia Literasi Indonesia

Penulis: Taufiq Ishaq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kasus Tabrak Lari, Bos PT Indaco Hanya Divonis Satu Tahun Penjara

Vonis hakim jauh lebih ringan dari tuntutan jaksa, yang menuntut bos pabrik cat PT Indaco dengan hukuman penjara 5 tahun

Selasa, 29/01/2019 21:48 0

Indonesia

Peringatkan Bahaya RUU P-KS, MIUMI Singgung Rencana Pernikahan Ahok

Peringatkan Bahaya RUU P-KS, MIUMI Singgung Rencana Pernikahan Ahok

Selasa, 29/01/2019 21:38 0

Indonesia

Kontroversi Ucapan Said Aqil, Begini Kata MIUMI

"Negara ini milik bersama bukan milik kelompok tertentu, jadi jangan bersikap sektarian dan primordialisme,” kata Fahmi Salim.

Selasa, 29/01/2019 21:09 1

Indonesia

MIUMI: Jangan Jadikan Islam Pendorong Mobil Mogok Jelang Pemilu

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menyampaikan pernyataan terkait Pemilu 2019,...

Selasa, 29/01/2019 19:54 1

Philipina

Rincian Wilayah Muslim Mindanao Pendukung RUU Otonomi Bangsamoro

Sulu adalah satu-satunya provinsi ARMM yang menolak BOL. Suara "tidak" mengalahkan pilihan "ya" dengan selisih 25.896 suara.

Selasa, 29/01/2019 19:30 0

Info Event

PP Lidmi Santuni Guru Korban Tsunami Selat Sunda

PP Lidmi Santuni Guru Korban Tsunami Selat Sunda

Selasa, 29/01/2019 19:10 0

Video News

Ust. Bachtiar Nasir Sampaikan 3 Sikap MIUMI dalam Pilpres 2019

KIBLAT.NET- Pada Selasa, 29 Januari 2019, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) menggelar konferensi...

Selasa, 29/01/2019 18:58 0

Profil

Asad bin Furat, Ulama Pembebas Kepulauan Sisilia

Menurut beberapa informasi yang ada pasukan ini terdiri dari 10.000 mujahid, 700 tentara berkuda dan 100 kapal. Armada Islam bergerak pada hari Sabtu, 15 Rabiul Awal 212 H ke arah selatan Sisilia.

Selasa, 29/01/2019 17:34 0

Indonesia

Bela Rumah Allah, Puluhan Ribu Laskar Islam Siap Bersiaga di Masjid Jogokariyan

"Ada puluhan ribu massa yang siap ke sini. Karena ini masalah rumah Allah, sebetulnya sekarang permasalahan ini ada di tangan polisi"

Selasa, 29/01/2019 17:21 0

Indonesia

Takmir Desak Polisi Segera Selesaikan Kasus Penyerangan Masjid Jogokariyan

"Karena kasus ini sangat sensitif sekali, harus segera diselesaikan," kata Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Fanni Rahman

Selasa, 29/01/2019 14:54 0

Close